Bersamaan dengan Hari Anti Narkoba dan berdasarkan pengalaman saya kemarin dengan [menterjemahkan] kasus seorang anak Indonesia sedang diserang HIV positif, saya postkan beberapa artikel suara Pembaruan mengenai ini. Semoga anak-anak kita terhindar dari malapetaka yang sangat berbahaya dan sedang merajalela ini.
Berhubungan dengan itusaya juga search di internet dengan kata "narkoba" atau "jenis narkoba" keluarlah macam-macam istilah yang banayak tidak saya kenal sebelumnya. Untk pengetahuan bersama rasanya baik juga kita mengentahui masalah ini agak jauh. Salam, --MakNgah Dari SUARA PEMBARUAN DAILY 25 Juni 2008 ------------------------------------------ Menyoal Eksistensi Badan Narkotika Nasional Anhar Nasution Belakangan ini, kinerja Badan Narkotika Nasional (BNN) disorot berbagai pihak. Salah satu pihak yang mengkritisi BNN adalah lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang bergerak di bidang pemberantasan penyalahgunaan narkoba. Para LSM ini pada umumnya menilai BNN belum maksimal dalam memberantas peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba di Indonesia. Penilaian tersebut didasarkan pada kenyataan bahwa peredaran gelap narkoba terus meningkat dan sudah membahayakan ke- hidupan masyarakat, bangsa, dan negara. Bahkan Indonesia tidak lagi sebagai tempat transit perdagangan dan peredaran, tetapi juga tempat pemasaran, dan bahkan tempat memproduksi secara gelap narkoba terbesar di dunia. Selain itu, sindikat narkoba internasional telah mempunyai jaringan di banyak negara, termasuk Indonesia. Nigerian Crime Enterprise telah memengaruhi sebagian masyarakat untuk membantu mengembangkan kegiatan sindikat tersebut. Bahkan beberapa areal telah menjadi daerah basis kegiatan mereka. Jaringan peredaran gelap yang begitu rapi itu memasok narkoba ke semua lapisan masyarakat. Studi yang dilakukan Satgas Anti Narkoba (SAN) menunjukkan, tidak ada lagi lingkungan rukun warga/kelurahan di Jakarta yang bebas dari narkoba. Ketidakmampuan BNN meminimalkan peredaran gelap narkoba juga mempengaruhi Bangsa Indonesia secara ekonomis. Hal itu terungkap dari data BNN dan Pusat Penelitian Universitas Indonesia bahwa sepanjang 2004 biaya ekonomi dan sosial penyalahgunaan narkoba di Indonesia mencapai Rp 23,6 triliun. Temuan ini tentu sungguh mencengangkan, apalagi dari angka tersebut hampir separuh beredar di sepuluh kota besar di Indonesia. Realitas tersebut setidaknya menjadi indikasi lemahnya kinerja BNN dalam melaksanakan fungsi dan tugasnya. Tulisan ini mencoba mengulas hal itu, termasuk solusi untuk mengoptimalkan kinerja BNN pada masa mendatang. Banyak Faktor ... dst baca di Suara Pemvbaruan ... --- In [EMAIL PROTECTED], Hambo Ciek <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Dari SUARA PEMBARUAN DAILY 25 Juni 2008 kito baco: > ________________________________ > > Jangan Pernah Mencoba Menikmati Narkoba --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting - Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi - Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau dibanned - Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
