"DPR terdiri atas anggota partai politik peserta pemilihan umum, yang 
dipilih berdasarkan hasil Pemilihan Umum. Anggota DPR berjumlah 550 orang. 
Masa jabatan anggota DPR adalah 5 tahun, dan berakhir bersamaan pada saat 
anggota DPR yang baru mengucapkan sumpah/janji." [wikipedia]

Sistim negara kita mengatur bahwa orang yg mau menjadi wakil rakyat yang 
duduk di senayan itu harus melalui parpol dan terpilih lewat pemilu. Ini 
bukan masalah mau atau berani berbeda dgn fraksi atau tidak an sich, tapi 
seperti yg Benni bilang : "(meskipun kebijakan partai itu sangat 
menentukan perilaku politik seseorang)" Ini masalahnya.  Kalau ada, 
misalnya ( ini misalnya yah..) org DPP PDS atau PDIP datang ke saya dan 
menawarkan kursi DPR nomor "pasti jadi" dan gratis lagi, ma'af-ma'af saja, 
tentu akan saya tolak krn tdk sesuai dgn visi, misi, atau kepentingan 
politik saya.  Perkara apa nanti saya mau berbeda setelah duduk didalam, 
itukan perkara ke sekian belas ... :))

Visi dan misi partai yg baik itu, tentulah merupakan visi dan misi yg 
sejalan dengan rakyat pula, jadi menjadi wakil partai otomatis menjadi 
wakil rakyat di dewan.

Idealnya setiap partai saat ini harus memiliki mekanisme tersendiri dalam 
perekrutan caleg2 nya, krn disamping ketokohan, juga hrs dilihat apakah 
dia nanti akan sejalan dengan kebijakan partai atau bukan. Kecuali (ini 
kecuali yah...) jika ada juga partai yg hanya melihat ketokohan seseorang 
utk merebut suara rakyat dan tdk peduli perkara si A itu akan sejalan dgn 
partai atau bukan. Yg penting dapat kursi dulu di senayan, perkara nanti 
tidak sesuai dgn visi misi partai ? tinggal di PAW kan, gampang kan ?




wassalam,
Ronald








[EMAIL PROTECTED] 
Sent by: [email protected]
07/22/2008 02:14 PM
Please respond to
[email protected]


To
[email protected]
cc

Subject
[EMAIL PROTECTED] Ideologi atau Akidah ?







Begini, anggota DPR adalah wakil orang (Political Representatives), 
jadi yang diwakili adalah orang yang memilih di Dapil tersebut dan 
bukanlah wakil parpol ansich. Tugas utama seorang anggota dewan 
adalah menyalurkan aspirasi rakyat meskipun itu akan berbeda dengan 
kebijakan partai. Bisa dilihat dengan kasus Yudy chrisnandi yang 
berbeda pendapat dengan kebijakan partainya dalam soal hak angket. 
Tindakan Yudy Chrisnandi tersebut adalah contoh kongkrit seorang 
wakil rakyat yang baik.

Dalam pemilihan langsung, salah satu yang paling menentukan seseorang 
itu duduk di senayan adalah personal caleg itu sendiri. Kalau 
personalnya baik, mewakili aspirasi masyarakat di Dapil tersebut maka 
masyarakat memilih dia. jadi tidak tertutup kemungkinan Caleg PDIP di 
daerah tertentu duduk di senayan padahal dia seorang kyai dan 
memiliki banyak pesantren. Karena yang diwakilinya adalah konstituen 
dan bukan partai (meskipun kebijakan partai itu sangat menentukan 
perilaku politik seseorang).

jadi kalau motivasi duduk disenayan karena memperjuangkan visi misi 
partai bukan wakil rakyat laghi namanya, tapi wakil partai. Seseorang 
yang oportunis seperti yang Da Ronal sebutkan dibawah harus dilihat 
dulu motivasinya. kalau sekedar mencari uang ya "bleguk" namanya. 
tapi kalau dia bermotivasi untuk mewakili aspirasi masyarakat di 
daerahnya lewat partai manapun ya gak masalah...toh ideologi partai 
saat ini susah dibedakan, kinerjalah yang menentukan.


salam

Ben

-- In [EMAIL PROTECTED], Ronald P Putra <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> Jadi, ada dua pilihan (bukan satu), bisa berkaitan erat bisa juga 
tidak. 
> 
> Setahu saya, ada dua arus besar orang yg mau masuk ke senayan itu 
dalam 
> hal motivasi : Pertama, asal bisa duduk disana dan tidak peduli 
lewat 
> partai apapun. Yg penting bisa duduk disana. Ma'af, saya mengatakan 
ini 
> oportunis. Kedua, masuk ke senayan karena se-idologi dengan partai 
dan 
> memperjuangkan apa yg menjadi visi dan misi partai.
> 
> wassalam,
> Ronald 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> [EMAIL PROTECTED] 
> Sent by: [email protected]
> 07/22/2008 01:46 PM
> Please respond to
> [email protected]
> 
> 
> To
> [email protected]
> cc
> 
> Subject
> [EMAIL PROTECTED] Ideologi atau Akidah ?
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> Bisa iya dan bisa juga tidak. Seseorang yang berideologi sosialis 
> belum tentu atheis. Seseorang berideologi liberal belum tentu tidak 
> sholat.  Sutan Takdir Alisyahbana liberal dan kata orang-orang 
beliau 
> rajin sholat.
> 
> jadi antara ideologi dan akidah bisa jadi berhubungan erat dan bisa 
> juga tidak. Kembali kedalam ideologi partai di Indonesia. Apakah 
bisa 
> dibedakan saat ini partai yang berideologi nasionalis dan 
religius ? 
> pertanyaan lebih jauh lagi, apakah haram dalam Islam untuk memilih 
> partai yang nasionalis ? kalau diharamkan itu sama saja artinya 
haram 
> untuk tinggal di Indonesia yang berdasarkan Pancasila ini.
> 
> ----cut--------
> 
> salam
> 
> Ben
> 
> > -----Original Message-----
> > From: [email protected] 
> [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
> > Behalf Of benni_inayatullah
> > Sent: Tuesday, July 22, 2008 1:06 PM
> > To: [email protected]
> > Subject: [EMAIL PROTECTED] Ideologi atau Akidah ?
> > 
> > 
> > Sepertinya ada kerancuan antara ideologi dan akidah, padahal ada 
> > perbedaan antara keduanya.
> > 
> > salam
> > 
> > Ben
> > 
> > 
> > 
> -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
> 
> 
> 
> 
> ---
> 
> This e-mail may contain confidential and/or privileged information. 
If you 
> are not the intended recipient (or have received this e-mail in 
error) 
> please notify the sender immediately and destroy this e-mail. Any 
> unauthorized copying, disclosure or distribution of the material in 
this 
> e-mail is strictly forbidden.
> >







---

This e-mail may contain confidential and/or privileged information. If you 
are not the intended recipient (or have received this e-mail in error) 
please notify the sender immediately and destroy this e-mail. Any 
unauthorized copying, disclosure or distribution of the material in this 
e-mail is strictly forbidden.
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke