Tayangan mengenai Pak Natsir di TV One tadi malam memang cukup
berbobot dan komprehensif---mungkin karena Direktur Pemberitaannya:
Karni Ilyas yang orang awak juga, entahlah---seperti menyatukan
mosaic-masaik dalam memori saya mengenai Pak Natsir dan peristiwa PRRI.

Peristiwa PRRI terjadi terjadi ketika saya sedang menginjak remaja,15
tahun, murid kelas 2 SMP Sore KSM di Padang Panjang. Selain itu, Pak
Natsir bukan tokoh yang terlalu asing bagi saya. Pertama Pak Natsir
kenal baik dengan ayahanda saya almarhum yang semasa hidupnya bergelar
Dt Bandaro Nan Bauban yang ketika itu menjadi Ketua Partai Masyumi
Padang Panjang. Bahkan ketika Pak Natsir berkunjung ke Padang Panjang,
beliau menginanp di rumah ayah saya di Tapak Lambik. Ketika APRI
menyerang Sumatera Tengah (ketika itu Riau, Jambi dan Sumbar masih
merupakan satu provinsi dengan ibukota Padang), Ayah ikut menyingkir
ke hutan, dan termasuk yang terakhir kepangkuan RI ketika Bung Karno
memberikan amnesty dan abolisi kepa pipmpinan dan pengikut
PRRI-Permesta (yang ternyata Pak Natsir dan berepa oposan Bung Karno
dipenjarakan tanpa peradilan sampai saat Bung Karno jatuh. Sebelum
ayah ke hutan, beliau memberikan saya buku Capita Selecta-nya Pak
Natsir yang langsung saya baca, yang menyebabkan saya menjadi pengagum
Pak Natsir, dan ikut mempengaruhi pola pikir saya sampai sekarang.

Saya setuju sekali dengan kesimpulan Majalah Tempo pekan lalu yang
menjadikan HUT Pak Natsir ke seratus sebagai cover-story, Pak Natsir
tidak hanya seorang yang kuat dalam prinsip, tetapi juga seorang
demokrat "par-excellence". Secara ideologis Pak Natsir dan Mantan
Ketua PKI mendiang DN Aidit adalah seperti air dengan minyak. Tetapi
mereka berdua bisa saja minum kopi bersama. Dengan Pak Kasimo (Partai
Katholik), Tambunan (Parkindo) Pak Natsir membentuk Front Demokrat,
sebagai saran perlalwanan politik terhadap Bung Karno, yang mulai
cenderung otoriter dan dekat dengan PKI. Seperti kesaksian Chrys Siner
Timu, mantan Ketua PMKRI yang rekan seperjuan beliau di Petisi 50,
setiap hari Natal pak Natsir di Petisi 50, setiap Natal pak Natsir
memberikan kado kepadanya.

Bagi saya Pak Natsir, di samping Bung Hatta, Syahrir, H Agus Salim dan
juga Buya Syafii Maarif, Prof Azyumardi Azra, dan Insya Allah Indra
Piliang, adalah reperesentasi budaya Minang yang Islamis, demokratis
dan egaliter.

Banyak hal mengenai peritiwa PRRI yang tidak terlupakan. Salah satu di
antaranya, ketika saya diajak ayah malam-malam ke sebuah pertemuan di
Gedung Nasional Bukit Tinggi yang antara laian dihadiri oleh Kol
Dahlan Jambek (saya tidak ingat persis apakah Ketua Dewan Banteng
Ahmad Husen hadir ketika itu), beberapa hari sebelum APRI menyerang
Sumatera Tengah yang antara lain ditandai dengan tembakan meriam dari
kapal-kapal ALRI di Samudera Hidia dengan sasran Bancah Laweh di
Padang Panjang

Tetapi apakah orang Minang tidak pandai bertempur?

Insya AlLah, lain kali saya lanjutkan

Wasslam, H Darwin Bahar St Bandaro Kayo (65)


--- In [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED] wrote:
>
> Katiko manonton acara pak Natsir ko tadi malam, ado 3 nan takana di
ambo :
---bakuduang--


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke