Idealnya sih begitu Da, tapi selalu ada pengecualian. seperti contoh tadi Yudy Chrisnandi. Atau Zainal Maarif yang di recall gara-gara poligami oleh Partai Islam ! Apakah Islam menurut PBR itu poligami diharamkan ?
Lalu bagaimana menjelaskan dengan logika Da Ronal tentang PKS yang pluralis yang menerima caleg non muslim bahkan sudah ada yang sudah jadi anggota legislatif tersebut. apakah mereka memperjuangkan nilai- nilai Islam ? bingungkan ? aku juga jadi bingung nih lama-lama salam Ben --- In [EMAIL PROTECTED], Ronald P Putra <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > "DPR terdiri atas anggota partai politik peserta pemilihan umum, yang > dipilih berdasarkan hasil Pemilihan Umum. Anggota DPR berjumlah 550 orang. > Masa jabatan anggota DPR adalah 5 tahun, dan berakhir bersamaan pada saat > anggota DPR yang baru mengucapkan sumpah/janji." [wikipedia] > > Sistim negara kita mengatur bahwa orang yg mau menjadi wakil rakyat yang > duduk di senayan itu harus melalui parpol dan terpilih lewat pemilu. Ini > bukan masalah mau atau berani berbeda dgn fraksi atau tidak an sich, tapi > seperti yg Benni bilang : "(meskipun kebijakan partai itu sangat > menentukan perilaku politik seseorang)" Ini masalahnya. Kalau ada, > misalnya ( ini misalnya yah..) org DPP PDS atau PDIP datang ke saya dan > menawarkan kursi DPR nomor "pasti jadi" dan gratis lagi, ma'af- ma'af saja, > tentu akan saya tolak krn tdk sesuai dgn visi, misi, atau kepentingan > politik saya. Perkara apa nanti saya mau berbeda setelah duduk didalam, > itukan perkara ke sekian belas ... :)) > > Visi dan misi partai yg baik itu, tentulah merupakan visi dan misi yg > sejalan dengan rakyat pula, jadi menjadi wakil partai otomatis menjadi > wakil rakyat di dewan. > > Idealnya setiap partai saat ini harus memiliki mekanisme tersendiri dalam > perekrutan caleg2 nya, krn disamping ketokohan, juga hrs dilihat apakah > dia nanti akan sejalan dengan kebijakan partai atau bukan. Kecuali (ini > kecuali yah...) jika ada juga partai yg hanya melihat ketokohan seseorang > utk merebut suara rakyat dan tdk peduli perkara si A itu akan sejalan dgn > partai atau bukan. Yg penting dapat kursi dulu di senayan, perkara nanti > tidak sesuai dgn visi misi partai ? tinggal di PAW kan, gampang kan ? > > > > > wassalam, > Ronald > > > > > > > > > [EMAIL PROTECTED] > Sent by: [email protected] > 07/22/2008 02:14 PM > Please respond to > [email protected] > > > To > [email protected] > cc > > Subject > [EMAIL PROTECTED] Ideologi atau Akidah ? > > > > > > > > Begini, anggota DPR adalah wakil orang (Political Representatives), > jadi yang diwakili adalah orang yang memilih di Dapil tersebut dan > bukanlah wakil parpol ansich. Tugas utama seorang anggota dewan > adalah menyalurkan aspirasi rakyat meskipun itu akan berbeda dengan > kebijakan partai. Bisa dilihat dengan kasus Yudy chrisnandi yang > berbeda pendapat dengan kebijakan partainya dalam soal hak angket. > Tindakan Yudy Chrisnandi tersebut adalah contoh kongkrit seorang > wakil rakyat yang baik. > > Dalam pemilihan langsung, salah satu yang paling menentukan seseorang > itu duduk di senayan adalah personal caleg itu sendiri. Kalau > personalnya baik, mewakili aspirasi masyarakat di Dapil tersebut maka > masyarakat memilih dia. jadi tidak tertutup kemungkinan Caleg PDIP di > daerah tertentu duduk di senayan padahal dia seorang kyai dan > memiliki banyak pesantren. Karena yang diwakilinya adalah konstituen > dan bukan partai (meskipun kebijakan partai itu sangat menentukan > perilaku politik seseorang). > > jadi kalau motivasi duduk disenayan karena memperjuangkan visi misi > partai bukan wakil rakyat laghi namanya, tapi wakil partai. Seseorang > yang oportunis seperti yang Da Ronal sebutkan dibawah harus dilihat > dulu motivasinya. kalau sekedar mencari uang ya "bleguk" namanya. > tapi kalau dia bermotivasi untuk mewakili aspirasi masyarakat di > daerahnya lewat partai manapun ya gak masalah...toh ideologi partai > saat ini susah dibedakan, kinerjalah yang menentukan. > > > salam > > Ben > > -- In [EMAIL PROTECTED], Ronald P Putra <ronald.p.putra@> > wrote: > > > > Jadi, ada dua pilihan (bukan satu), bisa berkaitan erat bisa juga > tidak. > > > > Setahu saya, ada dua arus besar orang yg mau masuk ke senayan itu > dalam > > hal motivasi : Pertama, asal bisa duduk disana dan tidak peduli > lewat > > partai apapun. Yg penting bisa duduk disana. Ma'af, saya mengatakan > ini > > oportunis. Kedua, masuk ke senayan karena se-idologi dengan partai > dan > > memperjuangkan apa yg menjadi visi dan misi partai. > > > > wassalam, > > Ronald > > > > > > > > > > > > > > > > benni_inayatullah@ > > Sent by: [email protected] > > 07/22/2008 01:46 PM > > Please respond to > > [email protected] > > > > > > To > > [email protected] > > cc > > > > Subject > > [EMAIL PROTECTED] Ideologi atau Akidah ? > > > > > > > > > > > > > > > > Bisa iya dan bisa juga tidak. Seseorang yang berideologi sosialis > > belum tentu atheis. Seseorang berideologi liberal belum tentu tidak > > sholat. Sutan Takdir Alisyahbana liberal dan kata orang-orang > beliau > > rajin sholat. > > > > jadi antara ideologi dan akidah bisa jadi berhubungan erat dan bisa > > juga tidak. Kembali kedalam ideologi partai di Indonesia. Apakah > bisa > > dibedakan saat ini partai yang berideologi nasionalis dan > religius ? > > pertanyaan lebih jauh lagi, apakah haram dalam Islam untuk memilih > > partai yang nasionalis ? kalau diharamkan itu sama saja artinya > haram > > untuk tinggal di Indonesia yang berdasarkan Pancasila ini. > > > > ----cut-------- > > > > salam > > > > Ben > > > > > -----Original Message----- > > > From: [email protected] > > [mailto:[EMAIL PROTECTED] On > > > Behalf Of benni_inayatullah > > > Sent: Tuesday, July 22, 2008 1:06 PM > > > To: [email protected] > > > Subject: [EMAIL PROTECTED] Ideologi atau Akidah ? > > > > > > > > > Sepertinya ada kerancuan antara ideologi dan akidah, padahal ada > > > perbedaan antara keduanya. > > > > > > salam > > > > > > Ben > > > > > > > > > > > -~----------~----~----~----~------~----~------~--~--- > > > > > > > > > > --- > > > > This e-mail may contain confidential and/or privileged information. > If you > > are not the intended recipient (or have received this e-mail in > error) > > please notify the sender immediately and destroy this e-mail. Any > > unauthorized copying, disclosure or distribution of the material in > this > > e-mail is strictly forbidden. > > > > > > > > > > > --- > > This e-mail may contain confidential and/or privileged information. If you > are not the intended recipient (or have received this e-mail in error) > please notify the sender immediately and destroy this e-mail. Any > unauthorized copying, disclosure or distribution of the material in this > e-mail is strictly forbidden. > > --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting - Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi - Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau dibanned - Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
