Sanak ysh,
Dari buku “Perang Paderi” karya Muhamad Radjab, 1954, diketahui bila kekalahan
Paderi dari Belanda pada masa itu adalah telah digunakannya satu teknologi
perang modern pada masa itu yaitu ranjau darat (periuk api/landmines) untuk
menghancurkan benteng Bonjol.
Penggunaan periuk api ini pertama kali dilakukan pada tanggal 4 Juli 1837, atau
setelah lebih 2 tahun pasukan Belanda, pasukan Adat, dan pasukan Bumiputera
mengepung dan memblokade benteng Bonjol. Akibat peledakan bom api ini, ½
benteng Bonjol ini hancur berantakan. Walaupun demikian baru pada tanggal 16
Agustus 1837 benteng Bonjol dapat ditaklukkan.
Teknik pemasangan periuk api ini adalah, pada tanggal 2 Juli 1837 pasukan
Belanda menyerang benteng, dan beberapa di antaranya bertahan dan bersembunyi
di kaki dinding benteng. Selama bersembunyi tersebut disempatkan untuk menanam
beberapa periuk api, dan baru pada tanggal 4 Juli periuk api itu diledakkan.
Walaupun teknik periuk api ini telah dikenal cukup lama, sekurangnya sejak
perang 3 kerajaan di Cina, namun sepertinya baru digunakan di akhir Perang
Paderi oleh Belanda di Nusantara. Mohon juga disampaikan bila ada informasi
lain yang berbeda dengan ini.
Beberapa persenjataan Belanda yang digunakan selama Perang Paderi :
- senapan lantak
- pedang / bayonet
- houwitzer
- meriam
- granat tangan
- bola/peluru api, kemungkinan dengan menggunakan catapult
- periuk api, untuk peledakan bangunan.
Beberapa persenjataan Paderi :
- senapan lantak
- pedang / tombak
- lila (mohon ada yang dapat menjelaskan)
- meriam
- ranjau bambu/jebakan tanah.
Keunggulan persenjataan selalu menjadi faktor penentu dalam setiap peperangan.
Pada waktu Perang Aceh di penghujung abad 19 telah mulai dikenal persenjataan
modern, yaitu bedil Beaumont, yang mengakibatkan perang dapat berlangsung lebih
lama. Bedil Beaumont ini memasukkan amunisi dari belakang, bukan selama ini
dari depan, sehingga dapat digunakan untuk menembak lebih cepat. Pada waktu
Perang Dunia II, beberapa teknologi perang digelar, seperti kapal induk, kapal
selam, amphibious tractor, hingga bom atom.
Wassalam,
-datuk endang
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---