Sekitar cerita periuk api

Angola negeri ketiga terbesar yang masih menyimpan periuk api ini, yang lebih 
celaka lagi. si penanam sudah pada kabur  dan tak ada pula peta tempat dia 
menanam dulu atau mati tertembak saat perang saudara yang melanda negeri itu 
selama 30 th.

Rata rata periuk api ini tidak membunuh tapi membuat orang cacat seumur hidup, 
Kalau pun mati itu karena banyak kehilangan darah. Target utama adalah membuat 
lumpuh dan perlu perawatan lama.


Jangan parkir kendaraan anda diluar bahu jalan bila dalam perjalan didaerah 
perdesaan. Perhatikan bila ada tanda tanda dari kayu yang dicat warna merah. 
atau ada beberapa kayu ditancapkan ketanah tanpa ada maksud tertentu di suatu 
area. Bertanyalah pada penduduk sekitar didaerah mana yang biasa dilalui. 
Jangan pernah mencoba membuat jalur sendiri. 

Sampai saat perut bumi angola masih terkubur hampir 10 juta periuk api, walau 
menurut penduduk setempat sebenarnya angka tersebut jauh lebih banyak dari itu.




Zulkarnain Kahar, 49th  


      

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke