E Q U A T O R
Oleh : K Suheimi 
 
Equator atau garis khatulistiwa. Titik O, selangkah kaki kita melangkah kekiri 
kita berada dibelahan Bumi Selatan dan selangkah kaki kita melangkah  kekanan 
kita berada di belahan Bumi utara…
Equator garis khatulistiwa ke tempat inilah yang hampir setiap minggu saya 
injak dan saya lalui. Setiap kali melalui dan melewati garis ini kami singgah 
turun sejenak , ada Mushalla cantik dan bersih disana disebut dengan Mushalla 
Musafir, tempat musafir yang berjalan jauh berhenti istirahat sejenak  membuang 
hajat, dan melakukan shalat, meng Qadakan dan menjamak shalat. 
Mushalla kecil, cukup bersih dan kamar mandinya berair jernih dan dingin Air 
pegunungan  air khatulistiwa. Memang pada titik O ini hutannya sangat lebat, 
rimbanya rimbun. Teduh dan sedikit agak gelap dan lembab. Biasanya kami malam 
hari lewat di tempat ini. Sebagai pertanda bahwa titik itu Equator di buat tugu 
khatuliswa. Setiap lewat selalu saya pandang  Tugu Bola Dunia dengan garis 
melintang di tengah tugu itu.
 
Biasanya kami sampai di tugu ini, tengah malam, disaat sudah sunyi, tapi Kali 
ini kami sampai petang berlaruik senja, Di rembang petang itu Mushalla ramai, 
kamar mandi penuh. Penduduk baru pulang dari rimba dan lading. Mereka mandi 
bersama-sama. Dari kamar sebeleh terdengar cekikan perempuan dan gadis-gadis 
bersenda gurau sambil mandi bercengkrama, riuh rendah.
Saya yang di kamar mandi lelaki juga enak melihat laki-laki tegap dan tegar 
bermandikan air gunung nan sejuk. Badan mereka bagus-bagus, tidak berlemak, dan 
lekuk tubuh yang alami. Mereka kekar dan kuat, sambil bersimburan mereka 
bergurau. 
Ah rindunya saya pada kehidupan seperti ini. Seperti dulu saya diSungai Puar, 
di kaki gunung Merapi, bersama anak-anak  mandi di Pincuran, berenang di tebat 
dan kolam di lurah sebuah bukit. Oh masa itu terbayang lagi, Berkecimpung dan 
bersorak berkejaran di dalam kolam. Masa lalu yang bahagia. Atau 
berkejar-kejaran dan terjun bebas di Sungai Tanang yang sungainya tenang dan 
airnya bening sejuk dan dingin.
Khayalan saya mengenang masa-masa indah di Sungai tenang. Dulu orang berbendi- 
bendi ke Sungai tanang memetik bunga si Lembayung.
Sungai tenang yang tidak beriak dan tak tak berarus, setenang namanya, sebagai 
sumber air untuk B Tinggi, disanalah kami  melompat, terjun bebas, berkecimpung 
dan bergurau senda, bersembur-semburan air.  Oh masa lalu yang indah,  sebelum 
ada kolam renang Bantola  kami kalau berenang pergi ke Sungai Tanang.
 
Equator melintas di kota alam, desa kecil yang rukun. Untuk sampai ketempat ini 
kita disajikan pemandangan yang aduhai di sepanjang jalannya. Koto alam 
terletak di garis khatulistiwa ditengah hutan rimbun nan lebat. Namanya Hutan 
tropis dan sangat subur, apapun jenis tanaman bisa kita temukan.
Dengan melalui jalan berliku berbelok-belok bagaikan ular yang melilit pinggang 
bukit dan gunung. Demikian banyaknya kelok dan liku. Namun diantara semua kelok 
itu ada 17 Kelok yang tajam dan berbahaya. Sehingga liku-liku jalan di 
sepanjang bukit barisan yang melintas garis Equator ini disebut dengan kelok 
17. 
Setiap kali melewati kelok-kelok ini saya tak mau memejamkan mata kerna 
dihadapakan pada pemandangan yang aduhai. Apalagi kalau kita sampai pada kelok 
selat Malaka. Suatu kelok dengan pemandangan yang sangat spektakuler kita 
saksikan susunan dan barisan bukit Barisan . Konon kabarnya kelok itu disebut 
kelok Selat Malaka  kerna bila cuaca bersih, maka kita bisa melihat Selat 
Malaka. Tapi memang saya tak lupa berhenti sejenak di pemandangan yang bagus 
ini.
 
Begitupun ketika ketika kita melewati kelok 9 yang terkenal, disamping curam 
dan berbahaya, dulu kelok ini sangat sempit dengan bukit-bukit yang berbatu 
cadas yang sangat keras. Apalagi bila kita memasuki arah Lubuk bangku maka  
bukit dengan bebatuan yang sangat curam sekali  setinggi 200 meter  yang 
menjadi tantangan untuk pemanjat tebing. Bukit-bukit dengan batu cadas yang 
berwarna warni serta  jika air hujan didinding banyak air terjun.  Bukit-bukit 
yang terkesan seram ini terhampar sejak dari kelok 9, Lubuk Bangku dan sampai 
ke Harau, luar biasa semua akan berdecah kagum dan terpesona.
 Saya sudah banyak berkelana ke tempat-tempat terkenal di seantero Dunia, namun 
saya bangga, ternyata kampong halaman saya tak kan kalah , jauh lebih bagus 
dari tempat-temoat yang lain. Tak salah beberapa Turis Manca Negara mengatakan  
Sumatera Barat atau Ranah minang  itu adalah sebagian kebun Sorga yang di 
turunkan Tuhan ke Bumi. Oh luar biasa.
Kami bersyukur Allah telah anugrahkan sesuatu yang terbaik dan terindah.
Begitu kita lepas dari perbatasan Riau di atas bukit  danau buatan koto 
panjang.   Maka perjalan di sepanjang puncak bukit  Bukit barisan, maka di 
depan mata kita terhampar pemandangan yang aduhai, ada Panorama di perbatasan 
Riau Sumbar, Dan selepas itu ke seluruh Sumatera Barat yang kita lihat setiap 
jengkalnya hanya ke indahan. puji Syukur pada Mu Tuhan kami yang Maha Pemurah 
dan Maha Penyayang 
 
Banyak tempat telah kukunjungi
Yang termashur dikata orang
Namunkampungku nan  indah permai
Takkan kalah dan tak  kulupa
 
Kampungku yang kucintai
Engkau kuhargai
 
Untuk itu ingin saya petikkan sebuah Firman Suci Nya dalam Al qur'an 
 
……Dan orang-orang yang saleh (berada) di dalam taman-taman surga, mereka 
memperoleh apa yang mereka kehendaki di sisi Rabb mereka.Yang demikian itu 
adalah karunia yang besar. (QS. 42:22)
 
Koto Alam  2 Agustus 2008


      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke