Selasa, 19 Agustus 2008

ImageMinggu 17 Agustus 2008 lalu, tepat 63 tahun Indonesia Merdeka. Suasana
di Gedung Joang di Jalan Samudra Padang tampak ramai. Ada tenda dan puluhan
kursi di halaman gedung. Sejumlah kendaraan roda empat parkir di pinggir
jalan, menambah semarak gedung yang terletak persis di depan Pantai Padang
itu. Sungguh suatu kondisi yang berbeda bila dibanding hari-hari biasa.
Bahkan satu hari sebelum Hari Proklamasi ini Sabtu (16/8), Singgalang yang
mengunjungi gedung itu menyaksikan kesunyian yang luar biasa. Sampai pukul
13.45 WIB saat itu, tidak ada satupun pengunjung yang mengunjungi gedung
tersebut. Buku tamu yang terletak di atas meja di depan pintu masuk baru
terisi nama tamu di hari Jumat. Pengisinya seorang wartawan.

Tiga patung yang terletak di teras gedung seolah menjadi saksi kesunyian
yang selalu menyelimuti gedung yang merangkap museum sejarah perjuangan
kemerdekaan itu. Dua patung pertama yang berdiri sejajar adalah patung tokoh
proklamasi, Bung Karno dan Bung Hatta. Di belakangnya, ada patung Mohd.
Sjafe'i, gubernur Sumatra.

Di dinding gedung atau persis di belakang patung Sjafe'i ada teks proklamasi
kemerdekaan yang dibacakan Soekarno sebagai pengukuhan Indonesia telah
berhasil memperjuangkan kemerdekaannya sendiri. Bukan pemberian dari para
penjajah. Di bawah teks itu, ada lagi teks

berbunyi: "...maka kami Bangsa Indonesia di Sumatra dengan ini mengakoei
kemerdekaan Indonesia seperti dimaksoed dalam proklamasi di atas dan
menjoenjoeng keagoengan kedoea pemimpin itoe..." tertanda Gubernur Sumatra,
Mohd. Sjafe'i atas nama masyarakat Sumatra.

Tapi begitulah, hampir setiap hari pengunjung sepi. Kata penjaga Museum
Joang itu, Dedi Asmara,SS., suasana ramai memang hanya hari proklamasi saja.

"Rata-rata satu bulan hanya 15 orang saja yang datang," sebutnya. Yang
datang pun hanya mereka yang benar-benar punya kepentingan dengan data-data
yang ada di sana. Kalau untuk sekadar mengetahui apa itu Gedung Joang 45
hampir tidak ada.

"Ada sih, anak TK (taman kanak-kanak) yang diajak guru mereka. Selebihnya
yang cari data seperti mahasiswa UGM untuk keperluan skripsi," beber pemuda
yang sudah dua tahun kerja di museum tersebut.

Dedi yang tamatan Ilmu Sejarah, Fakultas Sastra Unand itu memang mengakui
tidak banyak yang tahu dengan Gedung Joang 45 Sumbar. Padahal, gedung itu
adalah museum dan perpustakaan yang berhubungan dengan sejarah perjuangan
revolusi Sumbar 1945-1949. Di dalam gedung itu cukup banyak benda sejarah
yang menjadi bukti perjuangan para pahlawan.

"Di lantai bawah ini ada sekitar 350 buah foto terdiri dari foto para
pejuang kemerdekaan RI, baik tokoh politik, tokoh sipil, tokoh adat, tokoh
alim ulama, dan lainnya. Juga foto pejuang perempuan," ceritanya.

Di lantai II, ada perpustakaan. Di sana tersimpan sekitar koleksi buku, 1450
judul buku. Sebanyak 250 buku berisikan sejarah atau biografi pejuang tokoh
DHD 45, LVRI, dan tokoh perintis kemerdekaan lainnya.

Menurut Dedi, gedung itu pada mulanya adalah Gedung Konsulat Dagang Jerman.
Didirikan pada tahun 1909 dan berfungsi sebagai kantor perwakilan dagang
Jerman di pantai barat Sumatra.

Kemudian seiring dengan kemenangan Jepang dalam perang Asia Timur Raya, pada
17 Maret 1942, gedung itupun dikuasai dan dijadikan sebagai markas serdadu
mereka. Utamanya untuk menjaga keamanan pantai dan kawasan barat Kota
Padang.

Setelah kekalahan Jepang akibat serangan sekutu, 21 Agustus 1945 gedung itu
kembali beralih fungsi menjadi Balai Penerangan Pemuda Indonesia (BPPI)
setelah anjuran dari Chatib Sulaiman dan Ismael Lengah, dua orang bekas
angkatan Giyugun I di Padang. BPPI menjadikan gedung tersebut sebagai tempat
organisasi penjaga keamanan dan mendapatkan segala informasi tentang
kemerdekaan RI, karena masih adanya keraguan warga kota.

Padang dan Sumbar secara keseluruhan terhadap kemerdekaan RI yang sudah
dikumandangkan Soekarno-Hatta di Pegangsaan Timur 56, Jakarta.

Beberapa tahun kemudian, melalui perundingan KMB dan penyerahan kedaulatan
RI, pada 27 Desember 1949, gedung itu diserahkan Belanda kepada Residen
Sumbar, yang selanjutkan menyerahkannya kembali pada resimen IV tentara dari
Territorium I/Bukit Barisan (Res IV/T&T-I/BB) dan dijadikan sebagai
markasnya.

Seterusnya pihak DHD 45 melihat adanya peluang menjadikan gedung itu sebagai
Gedung DHD 45 yang sebelumnya berkantor di Hotel Minang. Kondisi itu setelah
melihat gedung kosong pasca pergantian nama Res IV/T&T-I/BB berubah jadi
Kopag KODAM III/17 Agustus dan seterusnya menjadi Korem 032 Wirabraja.

Pada 16 Oktober 1986, DHD 45 Sumbar dengan surat No. 206/B-IX/1986 memohon
ke Korem 032 WBR untuk menempati kantor tersebut sekaligus menjadikannya
sebagai Gedung Joang 45 Sumbar. "Danrem setuju dengan permintaan itu yang
disampaikan lewat surat no. B/79/II/1987 Danrem 032 tanggal 15 Februari 1987
lalu. Surat itu ditandatangani oleh Kolonel Infantri Iding Soewardi," papar
Dedi.

Gedung yang diresmikan oleh Gubernur Sumbar, H. Azwar Anas pada 17 Agustus
1987 itu, tidak hanya berisikan perjuangan pada pergerakan kemerdekaan saja.
Kini juga sudah ada data-data tentang perjuangan para Perjuangan Darurat
Republik Indonesia (PDRI), 19 Desember. Pengamatan Singgalang, datanya masih
sedikit karena baru sebatas foto-foto rumah tokoh pejuang PDRI di Bidar
Alam, Kec. Sangir Kab. Solok Selatan.

Gedung itu sendiri setiap hari Senin sampai Jumat dibuka dari pukul 08.00
WIB sampai pukul 14.00 WIB. Sedangkan, Sabtu dan Minggu dibuka dari pukul
08.00 sampai pukul 16.00 Wib.

Akhirnya kemarin tepat 63 tahun Indonesia merdeka. Sebagai penerus, alangkah
bijaknya sebagai generasi muda kita tetap mengenang jasa para pahlawan itu.
Seperti, kata bijak Chatib Sulaiman yang ditulis di salah satu pintu di
museum itu: "Pemoeda! Samboeng Nafas Kami Tanpa Kamoe Bangsamoe akan
Ketjewa. o* 
 
http://www.hariansinggalang.co.id/index.php?option=com_content&task=view&id=
2597&Itemid=312


Nofend St. Mudo
 
Silakan Cigok :
- http://west-sumatra.com
- http://www.solok-selatan.com atau http://sarambi.wordpress.com
- http://rankmarola.multiply.com dan http://marola.wordpress.com 


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke