Yth. Sdr. R.H. Uno
di Jakarta
Dengan hormat,
Saya membaca pertanyaan Anda dari milis [email protected]
Saya, Abraham Ilyas, usia 63 th, webmaster/admin dari situs
www.nagari.or.id dan www.nagari.or.id mencoba menjawab sebagian (sedikit) dari
pertanyaan Anda.
Silakan Anda klik situs tsb. untuk mencoba memasuki ranah/alam pemikiran Minang
Kabau.
Ranah, bukan daerah..!
Chaniago, hanyalah salah satu nama suku orang Minang dari puluhan/ratusan nama
suku lainnya.
Pagaruyuang adalah kerajaan yang tercatat di dalam catatan sejarah, yang konon
didirikan oleh Adiyawarman sebagai lanjutan kejadian/ekspedisi "pamalayu" ke
hulu sungai Batanghari. Adityawarman beragama Budha. Apakah orang Minang Kabau
ketika itu juga beragama Budha, entahlah !. Namun kemudian keturunan raja
Pagarruyung ada yang tercatat masuk agama Islam. Patungnya Adityawarman ada di
pintu masuk musium Pusat/ Gd. Gajah (dulu ! entah sekarang).
Pemerintahan Adityawarman yang singkat bersamaan dengan jaman Gajah Mada
menjadi panglima perang Mojopahit meninggalkan cukup banyak prasasti di sekitar
Pagarruyung. Konon kabarnya Gajah Mada itu berasal dari Malayu yang berfamili
dengan Adityawarman.
Minang Kabau bukanlah nama kerajaan, meskipun saat ini ada sebuah "nagari" (di
Jawa disebut "desa") yang bernama Minangkabau di dekat nagari Pagarruyung.
Makna "Adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah" silakan anda lihat pada
animasi supaya lebih mudah dipahami.
Seandainya Aceh memiliki adagium yang serupa tentang syarak/syariat,
kitabullah dan adat, maka saya kira orang Minang tidak menjiplaknya dari sana
karena kata-kata "syarak" dan "kitabullah" cukup banyak digunakan dalam adagium
adat Minang Kabau seperti:
Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah.
Syarak nan batilanjang, adat nan basisampiang. (bertelanjang/terbuka -
bertutup/kain)
Syarak babuhua mati, adat babuhua sentak. (terikat mati - terikat yang bisa
dibuka)
Syarak balinduang, adat bapaneh. (dilindungi dr panas, kena panas)
Syarak mangato, adat mamakai (berkata - dipakai)
Syarak mandaki, adat manurun (mendaki/naik - menurun
Syarak lazim, adat kawi.
selengkapnya lihat di http://nagari.or.id/?moda=minangkabau
Demikianlah dan salam dari saudaramu sebangsa dan setanah air.
Selamat HUT kemerdekaan RI yang ke 63.
Tanah air ini warisan dari nenek moyang kita, milik kita, untuk kita wariskan
lagi kepada anak-kemenakan kita dan tidak untuk digadaikan/disewakan apalagi
dijual kepada orang asing
Abraham Ilyas
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---