Ngomong-ngomong masalah pelayanan...
KAlau boleh Jujur, buat saya pelayanan di BIM sudah jauh lebih baik ketimbang
pelayanan di beberapa instansi publik di SUmbar. Ini adalah pengalaman saya
pribadi yang langsung saya alami sewaktu ponakan saya masuk rumah sakit.
Setelah konsultasi dengan Dr Firman Arbi, beliau menyarankan agar ponakan saya
(2 th) dibawa ke rumah sakit, rawat inap, karena panas yang ga turun-turun.
Akhirnya saya bawa ke IGD.Di loket IGD saya disambut oleh ibu-ibu berpakain
blazer lengkap plusmake up full, kha sibu-ibu pegawai di padang
"Ibuk ka Pakai ASKES atau UMUM?"
Berhubung Orang tua si bayi, Uni saya adalah PNS, tentu memanfaatkan ASKES.
"ASKES Buk.." jawab ibu saya
Komentar yang sudah biasa terdengar di M Djamil..
"Ha..Ka Firman Arbi ibuk bisa bayia, kok di Rumah Sakik kok pakai ASKES??"
What the hell...apa urusannya si Ibu itu kalau saya pakai ASKES atau
ga..lagian, askes itu kan bayarm, bukan gratisan..tapi buat saya hal tersebut
sudah bukan barang basi lagi kalau berurusan di M Djamil.
Selesai iurusan, tanpa ada eye contact apalagi senyum, si Ibu melempar aja
berkas kemenakan saya. Yah, khas M DJamil Banget
Setelah bertemu dokter, barulah saya merasa ketemu "manuisia"..
Karena Kakak saya baru golongan IId, jadi jatahnya hanay di kls II, oleh karen
aitu kami minta ke kelas I..berhubungan klas I penuh, akhirnya malam itu kami
menginap di VIP anak-anak.
Awalnya saya besedia membayar lebih mahal, 300rb/mlm dengan harapan akan
mendapat pelayanan lebih baik.
Tapi apa nyana, perbedaan VIP dengan yang biasa hanya satu kamar seorang.
Parahnya, malamnya keponakan saya muntah dan membasahi bedcover. Trus kami ke
petugas untuk minta ganti sprei...
Dengan enteng, petugas menjawab..."besok aja buk, ga ada lagi petugas malam
ini...tidur semua!!!"
Hmm...ternyata setelah 63 tahun mrdeka, setelah sekian gelar dan grade yang
didapet, M Djamil ini masih seperti puluhan tahun yang lalu.
Pasien masih dianggap sebagai pesakitan yang hanya butuh obat dn sembuh,
perawat dan paramedis adalah orang-orang yang dibutuhkan, jadi kalau mau
sembuh, uruslah keperluan sendiri.."
Akhirnya ponakan saya cuma 3 hari di M Djamil.
Lalu kami sampai pada kesimpulan...kalau ga terlalu penting, ga usahlah ke M
Djamil...
Mudah-mudahan M Djamil terus berbenah. Saya yakin orang Minang adalah tuan
rumah yang ramah. Tidak perlu jadi pelayan, cukup jadi tuan rumah yang ramah,
tiu saja sudah cukup
salam
Bot SP
Denpasar
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---