Assalamualaiukum w.w. para sanak sa palanta,
Sewaktu saya menghadiri wisuda putri saya di Universitas Indonesia beberapa
tahun yang lalu, saya terkesima menyaksikan kenyataan bahwa dari 12 orang
wisudawan yang memperoleh judicium 'cum laude', sebanyak sepuluh orang adalah
putri. Saya juga terkesima membaca bahwa pada saat ini telah ada kapolda,
kapolres , wakil gubernur, serta bupati perempuan.
Kali ini saya sungguh kagum terhadap kepemimpinan dua orang tokoh perempuan,
yaitu Sri Mulyani serta Michelle Obama. Sri Mulyani sudah menjadi tokoh dunia,
sedangkan Michelle Obama akan menjadi 'first lady' Amerika Serikat.
Tentu timbul pertanyaan dalam hati saya: kapan ada seorang 'Sri Mulyani' dan
'Michelle Obama' dari Minangkabau? Apakah posisi perempuan Minangkabau sekarang
dan di masa datang akan tetap dibatasi sekedar sebagai 'limpapeh rumah nan
gadang' saja ? Mengapa di tempat lain bisa tumbuh tokoh-tokoh besar perempuan
kok di Minangkabau -- yang matrilineal -- tidak atau belum ? Apa yang salah ?
Wassalam,
Saafroedin Bahar
(L, masuk 72 th, Jakarta)
Alternate e-mail address: [EMAIL PROTECTED]
Sri Mulyani Ungguli Hillary Clinton
Seputar Indonesia, Friday, 29 August 2008
NEW YORK (SINDO) – Pelaksana Tugas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian
sekaligus Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati masuk dalam daftar ”100 Wanita
Paling Berpengaruh di Dunia”versi majalah Forbes.
Mantan direktur eksekutif IMF itu menempati posisi ke-23, mengalahkan pemimpin
prodemokrasi Myanmar Aung San Suu Kyi yang berada di peringkat ke-38 dan
Senator New York Hillary Rodham Clinton di peringkat ke-28.
Posisi peraih People of The Year 2007 bidang Ekonomi versi SINDOini juga lebih
baik dibanding Oprah Winfrey yang berada di peringkat ke-36, serta Ratu Inggris
di posisi ke-35. ”Sejak Sri Mulyani terpilih pada 2005 sebagai menteri
keuangan, cadangan devisa Indonesia terus meningkat hingga mencapai USD50
miliar dan investasi asing naik drastis. Dia telah berjuang melawan korupsi di
pemerintahan, menciptakan insentif pajak,serta menyederhanakan Undang-Undang
Investasi,” catat Forbesdalam laporan kemarin.
Menurut majalah prestisius itu, berbagai prestasi Sri Mulyani yang terbilang
luar biasa itu mendukungnya untuk menduduki peringkat ke- 23. Dengan posisi itu
Mulyani menjadi perempuan nomor tiga paling berpengaruh di Asia.Posisi mantan
menteri negara perencanaan pembangunan nasional/- kepala Bappenas ini masih di
bawah Ho Ching, Direktur Eksekutif Temasek Holdings, Singapura, yang berada di
posisi ke-8, dan Sonia Gandhi, Presiden Partai Kongres Nasional India (INC)
yang menempati peringkat ke-21.
Di bawah Sri Mulyani terdapat Dr Julie Gerberding,Direktur Pusat Pencegahan dan
Pengontrolan Penyakit AS dan Presiden Cile Michelle Bachelet. Urutan pertama
dalam daftar ”100 Wanita Paling Berpengaruh di Dunia” ditempati oleh Kanselir
Jerman Angela Merkel.Diamenempatiposisiituselama tiga tahun berturut-turut.
Berada di urutan kedua ada Sheila Bair,Chairman Federal Deposit Insurance Corp.
Peringkat ketiga ditempati Indra Nooyi, kepala eksekutif perusahaan raksasa
minuman ringan Amerika Serikat (AS),Pepsi Co—salah satu dari 54 pemimpin bisnis
dalam daftar itu. Angela Braly, pemimpin perusahaan penjamin
asuransi,WellPoint,berada di peringkat ke-4. Presiden Argentina Christina
Kirchner adalah satu dari 23 politisi dalam daftar tersebut dengan berada di
urutan ke-13.
Wanita terkenal lain yang masuk dalam daftar ”100 Wanita Paling Berpengaruh di
Dunia” ialah Menteri Tenaga Kerja,Keuangan dan Ekonomi Prancis Christine
Lagardde di posisi ke-14, dan Ratu Rania dari Yordania di posisi ke-96.
Sebanyak enam orang dalam daftar 10 besar adalah warga AS.Selebihnya berasal
dari Jerman, Australia, Singapura, dan Prancis.
Adapun posisi tiga terbawah diduduki Georgina Rinehart, pemilik dan Kepala
Hancock Prospecting Australia; Kiran Mazumdar-Shaw, Direktur Biocon dari India;
serta Paula Rosput, Direktur Eksekutif Safeco AS. Survei yang dilakukan oleh
Forbes ini berdasarkan karier, efek ekonomi, dan peliputan media.
”Daftar ini akan memberi inspirasi kepada kita ketika melihat apa yang sudah
dilakukan dan mendengarkan kisah hidup beberapa tokoh tersebut,” kata redaktur
Forbes,Chana Schoenberger. Sebanyak 100 perempuan dalam daftar Forbes tersebut
mengendalikan dana USD26 triliun di seluruh penjuru dunia.
Dalam daftar peringkat wanita paling berpengaruh di dunia itu ada beberapa
perempuan yang berhasil mendepak pria dari posisi puncak di tempat mereka
berkarier, termasuk CEO Sunoco yang baru, Lynn Laverty Elsenhans (peringkat
39),CEO Westpac Bank Australia Gail Kelly (peringkat 11), dan Jane Mendillo
(peringkat 42) yang mengelola dana amal Harvard University sebesar USD35
miliar.
Sepertiga perempuan dalam daftar tersebut merupakan pendatang baru, baik di
bidang bisnis, politik, ataupun pemimpin organisasi nonprofit. Banyak pula
perempuan dari luar AS yang semakin berpengaruh di penjuru dunia. Untuk pertama
kalinya Moroko memiliki seorang perempuan yang masuk dalam daftar tersebut,
yakni Hynd Bouhia, peringkat 29, yang merupakan Direktur Jenderal Casablanca
Stock Exchange.
” Tidak semua perempuan dalam daftar ini kaya, tapi mereka memiliki pengaruh
yang sangat luas di dunia. Tahun ini seorang arsitek, koresponden perang, dan
beberapa pemimpin yayasan masuk dalam daftar ini,”tulis Forbeskemarin.
(AFP/ant/ imam gem)
MICHELLE ROBINSON OBAMA, Sentuh Emosi dengan Pidato Mengagumkan
Friday, 29 August 2008
Pidatonya menggetarkan emosi ribuan orang.Kesahajaan dan kewibawaannya
mengundang simpati pendukung Partai Demokrat.
MICHELLE Robinson Obama mempunyai misi khusus untuk meyakinkan para pemilih
yang masih skeptis dengan sosok Obama. Pidato istri kandidat presiden Amerika
Serikat dari Partai Demokrat, Barack Obama,itu digambarkan oleh sejumlah
kalangan sebagai pidato terbesar dari calon ibu negara.
Michelle, 44, dinilai lihai dalam menguraikan katakata sarat dengan pesan
moral. Tidak mengherankan bila pidato yang disampaikannya mampu menguras emosi
dan simpati pendukung Demokrat pada acara pembukaan konvensi Senin (25/8) malam
di Denver,Colorado.
Michelle sengaja menceritakan permasalahan sosial yang terjadi di masyarakat.
Dia menekankan arti penting keluarga dan pelayanan terhadap masyarakat.
Michelle ingin menyampaikan pesan bahwa keluarga Obama tidak seperti layaknya
keluarga Amerika pada umumnya. Dia pun mendapatkan sambutan meriah dari peserta
yang hadir dalam pembukaan konvensi tersebut.
”Sejak hari yang cerah pada Februari, 19 bulan lalu,” Michelle memulai
pidatonya, ”Dengan didasarkan rasa lapar akan datangnya perubahan, kami
bergabung dengan suami untuk berada dalam ‘jalur yang mustahil’, yaitu yang
membawa kami sampai pada peristiwa ini (konvensi),”papar Michelle.
Pidato yang dilakukan Michelle merupakan momen yang paling ditunggu dalam acara
pembukaan itu.Ribuan delegasi dan pengawas yang hadir harus menunggu dengan
sabar penampilan Michelle ke panggung layaknya menanti sang superstar..
Pada malam itu Michelle merasa terpanggil membantu mendongkrak popularitas
suaminya.Michelle juga menceritakan alasan Senator Illinois tersebut maju
sebagai calon presiden, bersaing dengan kandidat Partai Republik, John McCain.
Baru saja Michelle naik ke atas mimbar, beberapa hadirin mulai menaruh simpati
pada penampilannya yang meyakinkan.
Sebagian audiens bahkan memujinya sebelum kata-kata terucap dari bibir
Michelle. ”Gaun yang anggun,” komentar dari seorang delegasi wanita. ”Dia
(Michelle) memilih warna yang tepat,” imbuhnya mengacu pada gaun Michelle yang
dirancang desainer Mario Pinto. ”Dia terlihat hebat (malam ini),”bisik lainnya.
Michelle ternyata pandai merebut simpati audiens yang hadir malam itu.
Dia terlihat berwibawa dan bersahabat ketika berpidato. ”Saya datang kemari
sebagai saudara (Anda) dan sebagai istri yang mencintai suami. Saya yakin dia
(Obama) akan menjadi presiden yang luar biasa,” kata Michelle disambut riuh
tepuk tangan ribuan delegasi. Michelle ternyata memang sosok ibu yang sangat
mencintai keluarga.
Ketika menyampaikan pidato,misalnya, dia berjanji akan mendorong suaminya untuk
melindungi masa depan anakanak Amerika. Michelle menikah dengan Obama pada
1992.Dia dikaruniai dua putri, Malia dan Sasha. Setelah lulus sekolah hukum,
Michelle bergabung dengan biro penasihat hukum, Sidley Austin, di Chicago.Di
tempat kerja itu dia pertama kali bertemu Obama. (m ismail)
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---