Mak Ngah yang saya hormati
Tarimo kasih ateh carito Mak Ngah ko
dari postingan Mak Ngah di RN nan selalu ambo baco
yo banyak pengalaman iduik mak.Ngah..makan asam garam dunie ko
banyak kisah2..carito mak Ngah tentang perjalanan hidup nan Mak Ngah Alami
ado lucu, bagorah, sedih, bahagia, susah, senang

Pengetahuan dan Wawasan Mak Ngah lueh dan bisa Mak Ngah babagi disiko
mudah dicerna, sederhana dan menarik
ambo raso kalau ka masuak bulan ramadhan (ibadah puaso)
Mak Ngah pasti rindu jo suasana kampuang awak ranah minang

Lai ka pulang Mak Ngah Lebaran tahun kini ka Ranah Minang ?

Wass-Jepe (43, sadang batugas di Duri)

--- On Thu, 8/28/08, hambociek <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: hambociek <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: GULO SAKA
To: [email protected]
Date: Thursday, August 28, 2008, 11:52 PM

Saya kira Gula Tebu tidak sama dengan Gula Jawa. Gual Tebu dalam 
Bahasa Mimang memang disebut "Saka" (yang terbuat dari tebu seperti 
dilukaiskan dalam posting ini). Tetapi Gula Jawa dalam Bahasa Minang 
adalah "Saka Niro" (yang di Kampuang kita terbuat dari Enau (Niro). 
gula Jawa disebut juga Gula Aren (yangsaya akira aren dengan enau 
atau niro kita sama).Tetapi istilah ?gula Jawa kadang-kadang 
dikatakan juga terbuta dri Kelapa, dan Pinang.

Perjalanan Angku Jepe ka Bukit Batabuah mengingatkan saya perjalanan 
saya awal 2004 ke "Sirangkak Gadang" di bawah serasah di mana air 
bersimpang ke Sungai Puar dan Ampek Angkek. kalau simpang air itu 
runtuh mqaka air akan hanyirt ke Daerah Sungai Pua dan ampoek Angkek 
menjadi kering. Wakatu perjalanan saya itu ada gotong royong 
memperbaiki simpang air di Sirangkak Gadang itu. 

Saya ketinggalan rombongan gotong royong dari Ampek Angkek itu, 
sehingga saya harus cari jalan sendiri ke sana sesudah lohor. Saya 
ambil angkot dari Bukittinggi ke Sungai Puar dan orang menunjukkan 
jalan ke arah Badorai, dikira saya turis lokal menuju Badorai. 
Karena dari Badorai ke Sirangkak Gadang cukup jauh dan tidak ada 
jalan kecuali untuk saya yang suka adventur di hutan, saya minta 
orang menunjukkan dimana kira-kira arah Sirangkak Gadang dari sini. 
Orang manunjukkan tetapi menasehatkan tidak ada jalan ke sana 
kecuali Bapak mau merancah Rimbo. Baiklah saya bilang dan saya 
bersama dua orang cucu belasan tahun mulai memancang dan mengarahkan 
perjalanan ke tempat jauh yang ditunjukkan itu. 

Setelah dua jam merancah rimbo, akhirnya saya sampai sudah mulai 
gelap. Pokoknyo niat sudah sampai ke Sirangkak Gadang. Waktu dalam 
perjalanan pulang kamikbertiga sampai di Tabek Gadang, tempat 
penyimpanan air yang dapat di arahkan ke Ampek Angkek. Di sanan kami 
dapat ratusan daun pisang bekas bungkus nasi berserakan ditinggalkan 
orang gotong royong tadi.

Dari Tabek Gadang kami menurun, dan di sana lahsaya 
temukan "Kilangan" tempat orang membuat "Saka". Kami mampir
ke sana 
dan bercerita serta mengambil gambar orang di Kilang itu. Ketika 
kami akan berangkat kami diberi bekal "tengguli" masing-masing satu 
botol suatu kenangan yang tak terlupakan. Kamimelanjutkanperjalanan 
pulang ke "bawah" ke Biaro dan sampai jam 10malam. Cucu yang berdua 
rupoanya sudah lapar dan untung di Tanjung Alam masih ada satu 
restoran yang hampir tutup. Cucu yang kecil balas dendam, cerita 
sampai di rumah, wak minta tambuah-tambuah sampai ampek kali tamhuah 
ceritanya.

Foto-foto Angku JP tampaknya ada latar belakang Ampek Angkek di 
bawahnya.

Sekian sekadar kenangan ringkas perjalanan ke Sirangkak Gadang. 
BaikPakaian maupuhn sepatu sudah kumal sampai pulang berhujan-hujan. 
Numun semangat mendaki gunung turun naik memancang hutan rimba masih 
dapat diprektekkan berdasarkan pengalaman limapuluh tahun yang lalu. 
Kedua cucu sudah mintak ampun dalam perjalanan itu. Oran di kampung 
berkomentar, "Cando itu juo karajo MakNgah lai, saroman sisuak juo".

Salam,
--MakNgah



oups.com, jupardi andi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> GULO SAKA
> 
> Oleh : Ir. Jupardi
> 
> Ketika saya dalam perjalanan dari
> Kota Padang menuju Kota Bukit Tinggi selepas istirahat siang di 
Sate Mak
> Syukur, sopir  yang baru 3 hari bekerja
> sama saya menawarkan sebuah ajakan untuk mampir dikampungnya yang 
terletak dilereng
> Gunung Merapi tepatnya dusun Bukik Batabuah Canduang, Kecamatan 
Ampek Angkek,
> Kabupaten Agam-Sumatera Barat. 
> 
> "Ada yang menarik Pak di kampung saya, pemandangan  dari Bukik 
Batabuah menuju lembah
> dibawahnya  dengan sawah ladang serta
> sungai-sungai kecil didasar lembah sangat indah jika melepaskan 
pandangan dari
> arah rumah saya"  Doni begitu nama
> sopir saya ini berpromosi kepada saya, lalu Doni juga bercerita 
bahwa orang
> tuanya mempunyai ladang tebu serta pengolahan tebu menjadi Gulo 
Saka (Indonesia
> : Gula Jawa/Gula Tebu) diproses dengan cara-cara tradisional.
> 
....> 
> Pekanbaru, 26 Agustus 2008
 
> Foto2 silahkan kunjungi 
> http://jupardi.multiply.com/photos/album/29







      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke