NAMI

 

Nami adalah panggilan uniku no dua

Tadi di telpon nami ketawa cekikikan

Karena besok kalau tidak ada halangan

Nami berangkat ke Melbourne

Panggilan tugas

 

Perjalanan hidup nami

Penuh liku-liku

Menjadi anak orang kaya

Kemudian jatuh melarat

Pernah nami alami

 

Ketika kaya

Uniku yang tua dipanggil Fatma Sukarno

Nami dipanggil Rahmi Hatta

Mungkin sebagai rasa kagum papaku ke Bung Karno

Dan rasa hormat papaku ke gurunya Bung Hatta

 

Aku lahir ketika Nami kelas tiga SD

Demi tugas sebagai guru SD

Mamaku tak bisa menjagaku

Nami dipindahkan ke sekolah yang masuk sore

Di Padang Luar

Nami yang mengasuhku

Sampai aku ABG

Kami sering
bersama

Bertandangpun aku
dibawanya

Sering kami
berjalan dalam satu sarung

Menepis dinginnya
hawa pegunungan

 

Ketika nami sudah di SMP

Adikku Abduh lahir

Lagi-lagi nami yang mengalah

Pindah sekolah ke Parabek

Kadang kulihat dia kesal

Kenapa dia yang mengalah

Waktu berlalu

Hingga kami yang diasuh menjadi remaja

Butuh biaya yang luar biasa

Alhamdulillah

Kendali dipegang uniku yang tua

Hingga kami sarjana dan bekeluarga

 

Ketika sudah beranak

Sempat kutitipkan anakku ijul ke nami

Betapa berat
tanggung jawab nami waktu itu

Membesarkan tiga
anak yang hampir sebaya

Berumur, 2 , 3, dan 5 tahun

Sementara kehidupannya sendiri pas-pasan

Sebagai guru agama di Jakarta

 

Nami seorang aktivis di Aisyiah Jakarta

Suatu waktu

Nami dapat tawaran naik haji

Dapat bantuan 50 % dari Aisyiah

50 % lagi dibayarin adik perempuan papa

Senangnya dan bangganya nami

 

Tahun 1995

Nami kembali berhaji

Menggantikan mama yang wafat th 1994

Mama sudah terdaftar

 

Beberapa tahun kemudian

Nami kembali berhaji

Gratis sebagai petugas

Kami senyum-senyum saja

Betapa tak bisa diduga

Jalan hidup seseorang

 

Bulan yang lalu

Adikku Abduh membuat pengumuman

” Siapa yang mau jadi pengasuh 

beberapa minggu di
Australia ? ”

Tawaran tersebut

Langsung disambar
nami

Tak peduli bulan
puasa

Terpaksa izin sebagai penilik sekolah 

Makanya tadi kami cekikikan luar biasa

Sampai keluar air mata

 

 

Bengkulu, 31 Agustus 2008

 

 

Hanifah Damanhuri

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 




      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke