Dialog Aktual "Koalisi Golkar dan PDI-perjuangan" 

Selasa, 2 September 2008 , Pkl 23.00 WIB. di layar TVRI 

  
Nara Sumber: 
Hajriyanto Tohari, Partai Golkar
Yasonna Laoly, PDI-p
Benni Inayatullah, The Indonesian Institute

Host: Chandra Sugarda 

  

Golkar dan PDIP menuju Koalisi Kebangsaan Jilid II 

  
Tentu kita masih ingat pada tahun 2004 lalu ketika Golkar dan PDIP tergabung 
dalam sebuah koalisi yang dinamakan koalisi kebangsaan. Namun koalisi ini bubar 
ditengah jalan ketika Golkar memutuskan untuk mendukung pemerintahan SBY-Kalla 
yang ketika itu di dukung oleh koalisi kerakyatan yang terdiri dari partai 
Demokrat, PBB, dan PKS. 

Sekarang wacana koalisi antara Golkar dan PDIP kembali muncul. Mengapungnya 
wacana koalisi antara PDIP dan Golkar bermula di Silatnas Golkar beberapa waktu 
lalu yang juga dihadiri oleh Taufik Kiemas. Wacana koalisi ini kembali 
diapungkan oleh elit Golkar dan elite PDIP untuk menyongsong Pemilu 2009.   

Sebagai partai yang sama-sama mengambil posisi di tengah (catch all party), 
tentu saja Golkar dan PDIP mempunyai peluang yang cukup besar untuk membentuk 
sebuah koalisi yang permanen.  Namun, kesamaan ideologi saja dirasa tidak cukup 
apabila koalisi yang dibentuk adalah berlandaskan pragmatisme atau kepentingan 
jangka pendek semata. Bisa-bisa wacana koalisi ini hanya tinggal wacana karena 
begitu banyak sekali kepentingan masing-masing partai yang seringkali 
berbenturan sehingga mengaburkan kerangka koalisi yang ingin dibentuk.   

Di Indonesia yang menganut sistem presidensial dan multipartai, koalisi 
merupakan sesuatu yang mutlak diperlukan. Koalisi menjadi pilihan yang menarik 
sekaligus membingungkan dalam prakteknya di Indonesia . Meskipun begitu, usaha 
koalisi Golkar dan PDIP harus dihargai semangatnya dalam mencari jalan 
mewujudkan stabilitas politik yang memang dibutuhkan dalam sistem presidensial. 
  

Pertanyaan yang muncul adalah;   

Bagaimanakah prospek koalisi yang dijajaki oleh Golkar dan PDIP ? Apakah akan 
terbentuk koalisi yang permanen atau akankah terulang kisah koalisi kebangsaan 
2004 ?   

Faktor apakah yang membuat Golkar dan PDIP kembali tertarik untuk berkoalisi ?  

Koalisi bagaimanakah yang paling ideal untuk membentuk pemerintahan yang stabil 
?




      

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke