Alaikumsalam ww Itulah pokok mslhnya kita di Sumbar. Menyadari HARUS BERPROMOSI besar2an itu yg blm berani atau mungkin jg belum ngerti, maaf... Atau mungkin jg ada kekhawatiran disisi lain krn prinsip pemahaman berpariwisata msh terpaku kpd paradigma lama. Mungkin jg krn blm punya konsep yg cukup kuat jd khawatir jg nanti dr pemuka adat dan agama. Entahlah mn yg benar...
Study banding ke banyak negara rasanya sdh banyak skl. Tp blm keliatan jg hasilnya yg cukup besar. Buat sy yg menarik justru Yogya dan Sumsel. Keduanya menggunakan jasa Hermawan Kertajaya utk blueprint pariwisatanya. Yogya yg udh sedemikian terkenal msh merasa perlu jg berpromosi. Dan keduanya hampir tidak keluar uang berarti utk itu. Di Yogya diangkat jd Keluarga Sultan dan di Sumsel dikasih fasilitas gratis utk Munas IMA. Nah kini baa nan diawak...? Kalau kita2 yg di MPKAS, MAPPAS atau organisasi2 perantau ini sifatnya kan sosial aja. Kalau ada waktu dan sempat ya kita bantu. Kalau gak, ya pariuak nasi dululah... Anyway, terima kasih atas komen dan masukkannya Pak Jurnalis. Wassalam, Nofrins www.west-sumatra.com Sent from my BlackBerry® wireless device from XL GPRS/EDGE/3G network -----Original Message----- From: jurnalis uddin <[EMAIL PROTECTED]> Date: Tue, 9 Sep 2008 18:48:55 To: <[EMAIL PROTECTED]> Subject: Re: [RGM_GM] Rapat Persiapan Peresmian KA Sumbar 13 Sep.08 Ass.w.w. Add. Nofrin yth. Saya sangat gembira dan bersyukur kehadirat Allah swt, bahwa perjuangan add dengan paguyuban MAPPAS (dan tentu juga jasa kkd. alm Chaidir Latief) utk menghidupkan kereta api di Sumbar berhasil diwujudkan. Saya melihat Sumbar itu seperti di Swiss, danau yang rancak, gunung -gunung dimana-mana, bukit barisan melintas sepanjang pantai, lembah dan sungai yang indah, budaya yang juga unik semuanya merupakan daya tarik untuk asing dan domestik. Tinggal kini bagaimana menjualnya. Saya baru saja kembali dari Marrakech, Maroko. Yang mereka jual hanya bukit batu, sungai kecil diantara guung batu, gubuk-gubuk tua yang tak layak huni. Tapi Maroko bisa menarik lebih dari 17 juta turis setiap tahunnya. Waktu saya ke Cairo dan berkunjung ke Konsulat kita, saya melihat poster kecil bertulis: Visit Indonesia Year 2008. Begitu parahnya kampanye berkunjung ke Indonesia yang kita harap akan menarik banyak turis asing ke Indonesia. Waktu ke Perapat dengan danau Toba, saya ketemu banyak turis asing dan waktu saya tanya apa mereka juga akan terus ke Sumbar, hampir semuanya tidak tahu apa yang menarik di Sumbar. Semua kita tahu bahwa jualan Sumbar itu mestinya parawisata, karena kita miskin dengan SDA. Jadi kata kunci jualan kita itu adalah kampanye gencar tentang Sumbar. Bandingkan dengan Sumsel yang dgn gencar menjual: Visit Musi Year 2008. Dimana-mana terlihat balohoo besar-besar utk menarik turis. Waktu launching saya juga kebetulan lagi di Palembang. Setiap sudut kota gegap gempita dengan acara launching tsb. Semoga ini jadi perhatian semua pihak terkait. Sekali lagi selamat. Wass.ww Jurnalis Uddin --- On Tue, 9/9/08, Yulnofrins Napilus <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: Yulnofrins Napilus <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [RGM_GM] Rapat Persiapan Peresmian KA Sumbar 13 Sep.08 To: "MPKAS" <[EMAIL PROTECTED]>, "MAPPAS" <[EMAIL PROTECTED]>, "Asita Sumbar" <[EMAIL PROTECTED]> Cc: "RantauNet2 Milis" <[email protected]>, "Milis SMA1Bkt" <[EMAIL PROTECTED]>, "Gebu Minang" <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED], "IPMPP" <[EMAIL PROTECTED]>, [EMAIL PROTECTED] Date: Tuesday, September 9, 2008, 8:55 AM Assalamualaikum ww Adi Dunsanak kasadonyo, Semoga semua ada dalam keadaan sehat walafiat. Amin...:) Sekedar update, dalam rangka persiapan Peresmian KA oleh 3 Menteri dan Gubernur ini, berikut Liputan Ephi Lintau dari Padang. Tadi malam, Pak Asril mengabarkan per telepon bahwa kapal yang mengangkut 5 unit Kereta tsb baru melewati Selat Sunda. Sore ini sudah lewat Bengkulu. Kalau ombak tidak membesar, diperkirakan tiba di Teluk Bayur Rabu pagi dan langsung diturunkan. Bagi kawan2 Media yang ingin meliput proses penurunan Kereta2 tsb, silahkan langsung koordinasi dengan Pak Kadivre atau KaOp KAI Sumbar. Menhub akhirnya memilih naik Lion Air agar tidak terlalu pagi ke Bandara. Pada peresmian Sabtu nanti, kereta akan dicoba hingga Kayutanam. Kita juga minta agar Kereta Kepresidenan dikeluarkan. MPKAS Padang diberi wewenang utk menentukan jumlah kolega2 yang akan ikut perjalanan uji coba ini secara gratis. Silahkan koordinasi dg MPKAS Padang melalui Ephi Lintau 0812 6777 956 atau Sri Setyawati 0812 6623 433. Mohon proaktif aja jika berminat. Utk kita, ini kan aktifitas sosial, jadi gak usah terlalu menunggu harus formal-formal amatlah. Mohon bantuan Bu Nur utk Koordinasi MAPPAS Padang dg kawan2 MPKAS disana. Satu lagi yang sangat kita dorong dlm bbrp hari ini adalah adanya MoU antara ASITA Sumbar dg KAI Sumbar. Krn ASITA adalah ujung tombak Industri Pariwisata. Disisi lain kita harapkan KAI Sumbar fokus ke penyediaan sarananya aja. Walaupun dalam waktu singkat tidak mungkin siap secara detil, tetapi agar momentum ini digunakan setidaknya untuk menunjukkan bahwa akan ada kerja sama yg lebih serius antara kedua pihak. Alhamdulilah, Ketua ASITA Sumbar sudah setuju dan akan menyempatkan kembali ke Padang Sabtu pagi disela kesibukkan berpromosi di Jakarta. Dari pihak KAI Sumbar juga menyambut inisiatif ini dg tangan terbuka. Tadi Sekretaris ASITA Sumbar sudah berkunjung ke Simpang Haru dan ketemu Pak Kadivre. Mungkin perlu juga digalang kerjasama dengan jasa penerbangan, Garuda Indonesia, Lion Air, Air Asia, dll. agar KA Wisata Padang - Anai - Singkarak - Sawahlunto ini bisa jadi daya tarik tersendiri untuk ke Sumbar. Mudah-mudahan rekan2 MAPPAS bisa bantu dalam hal ini lebih jauh. Akhirul kata, tak lupa kita panjatkan doa dan rasa hormat kita buat Almarhum Pak Chaidir Latief yang telah berjasa besar dalam memulai dan membangun ini semua. Kalau beliau dulu tidak ngotot dan menyeret kita kemana-mana, mana ada MPKAS, mana akan lahir MAPPAS dan belum tentu secepat ini KAI Sumbar bergerak...! Kita hanya menjalankan amanah beliau, meneruskan cita-cita beliau untuk masyarakat Sumbar... Amin... Mohon maaf talabiah takurang, semoga berkenan. Selamat dan semoga sukses untuk para dunsanak pemeduli di Ranah. Kami tunggu liputan hebohnya melalui Dunia Maya ini... Wassalam, Nofrins www.mpkas.west- sumatra.com [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed] --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting - Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi - Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau dibanned - Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
