Kalau melihat secara keseluruhan tentu kita akan lain masalahnya, tidak
semata-mata urusan proyek tapi terkait dengan keekonomian proyek itu
sendiri.
Misalkan Batubara, secara keekonomian proyek, maka bisa saja tambang
batubara ombilin berada pada posisi keekonomian negative, namun masih
tetap dipertahankan karena urusan lain, bila dipakai kereta api untuk
pengangkutannya yangmesti berputar ke silaing itu, maka keekonomiannya
akan lebih negative lagi. Untuk semen  yang utama adalah pengangkutan
bahan baku ke pabrik (ada yang pakai lori juga bukan) bala pakai kereta
tentu harus dibangun rel baru.
 
Apabila terkait dengan distribusi untuk semen 'jadi' ke konsumen tentu
pemakaian truk lebih efektif, atau kalau memakai jalur kereta harus
dilakukan distribusi point to point, dari point tersebut baru
didistibusikan kepada pengecer. Membuat rantai distribusi itu tentu
tidak hanya terkait dengan transportasi saja, juga berkaitan dengan
ketersediaan infrastruktur.
 
Itu juga yang dialami dengan distribusi minyak mentah, gas, batubara dan
bahan tambang lainnya. Karean untuk membangun system tranportasi terpadu
tentu harus kita kait kan dengan keekonomian proyek secara keseluruhan
 
Akan baiknya  kalau ada yang punya waktu mengkaji itu dan diberi masukan
ke Pemda, maka ini menjadi pekerjaan luar  biasa lain selain
mendatangkan kereta api dari Jawa yang tentu telah menghabiskan daya
upaya luar biasa pula.
 
Wass
Dedi Y
Pulang lai
 
 
 
-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
Behalf Of Yulnofrins Napilus
Sent: Wednesday, September 10, 2008 3:30 PM
To: [email protected]
Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: 1200 Truk per Hari...!
 
Itulah yang disayangkan, selalu strategynya hanya melihat jangka pendek
terus. Kita korbankan efek makro jangka panjang...:)
 
Wassalam,
Nofrins

Z Chaniago <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Assalamu'alaikum Ww.
 
... di sisi nan lain.....seandainya 1200 buah truk itu
dikandangkan.....kemana 10000 mulut akan mencari pengisi ?
perlu dilihat efek sosial jangka pendek-nya juo......
 
PU jangan dipikirin.....emang tugasnya itu.....
 
Wassalam

Z Chaniago - Palai Rinuak
2008/9/10 Yulnofrins Napilus <[EMAIL PROTECTED]>
Nang,
 
Truk Tronton yang gentayangan di jalan-jalan raya Sumbar, MERUSAK JALAN
RAYA dan telah MEMAKAN KORBAN jalan raya banyak sekali selama ini,
merupakan bagian dari sktr 1200 buah Truk yang keluar masuk PT Semen
Padang per hari mengangkut Semen, Batubara, dll. Angka ini berasal dari
salah satu Komisaris PT SP. PT SP sekarang juga pusing mengurus truk
sebanyak ini tapi belum ada jalan keluar... Dan yang paling pusing
adalah Dinas PU pasti... tapi jadi proyek bo... 
 
Dana perawatan jalan raya jadi semakin besar, sementara Aset KA
Triliunan dianggurin...:)
 
Salam,
Nofrins
-- 
Z Chaniago - Palai Rinuak 
  

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke