Gubernur dan Bupati Diminta Terapkan PP 84 

 

Kamis, 11 September 2008 

 

Padang, Padek-- Unsur tokoh dan masyarakat Kecamatan Banuhampu,
Kabupaten Agam meminta Gubernur Sumbar bersama Pemkab Agam segera
merealisasikan Peraturan Pemerintah (PP) No 84 tahun 1999 tentang
Perubahan Batas Wilayah Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam. 

Permintaan tersebut mereka sampaikan menyusul sudah keluarnya Instruksi
Mendagri No 1 tahun 2008 tentang Penyelesaian Permasalahan Pelaksanaan
PP 84 tahun 1999.  

Dalam kunjungannya ke Padang Ekspres, Rabu (10/9), ketua rombongan
sekaligus Tokoh dan Masyarakat Banuhampu, Satri Rusyad mengatakan
mendukung langkah Gubernur Sumbar Gamawan Fauzi yang memiliki komitmen
untuk melaksanakan PP 84/99. "PP 84 tahun 1999 itu merupakan kesepakatan
masyarakat pada musyawarah besar (Mubes) masyarakat Banuhampu tahun
1986. Jadi gubernur dan Bupati Agam jangan ragu-ragu lagi menerapkan ini
karena aspirasi dari bawah," ujar Satri Rusyad. 

Ketua Pembina Yayasan Banuhampu Jakarta itu hadir bersama tokoh
masyarakat Banuhampu lainnya. Seperti Badrul Mustafa Kamal, Mayjen
(Purn) Lukman Hakim, Ramsis M Putra, Boy Mawardi, Remonaldo dan belasan
anggota masyarakat Banuhampu yang sebelumnya melakukan pertemuan dengan
gubernur. 

Ditambahkan Badrul, pada 16 November 1986 masyarakat Banuhampu melalui
Mubes di Padang Luar sudah menyatakan sikap setuju masuk Kota
Bukittinggi.  "Tidak ada lagi alasan untuk menolak keputusan itu.
Apalagi sekarang sudah ada Instruksi Mendagri No 1 tahun 2008," tukas
Badrul yang juga Pembantu Rektor (PR) III Unand itu. 

Badrul yang juga dikenal pakar gempa itu meyakini tidak akan ada
penolakan dari masyarakat jika PP tersebut diterapkan. Karena berdampak
positif bagi masyarakat dan pembangunan daerah. Banuhampu akan
berkembang pesat dan maju. 

"Banuhampu tidak lagi seperti selama ini, dimana 30 persen PAD
(Pendapatan Asli Daerah) Agam diperoleh dari Banuhampu, tetapi
kontribusi bagi pembangunan Banuhampu masih belum ada. Arah
pembangunannya juga terlihat liar atau belum tertata," jelas Badrul. 

Dikatakannya, layanan pendidikan dan kesehatan yang diperoleh masyarakat
Banuhampu selama ini juga sangat minim. Padahal, meskipun miskin potensi
sumber daya alam, tetapi Banuhampu memiliki potensi sumber daya manusia
yang besar. "Jangkauan masyarakat terhadap akses pendidikan, kesehatan
dan hukum masih sangat jauh, dibandingkan kalau ke Bukittinggi," papar
Badrul. 

Sementara itu,  tokoh pemuda Banuhampu Efialdi dan Jefri Nasir
mengatakan, Banuhampu akan maju jika masuk ke Bukittinggi. Layanan
pendidikan, kesehatan, hukum dan sosial kemasyarakatan lainnya akan
menjadi lebih baik. "Tidak seperti saat ini, berobat saja masih bayar.
Sedangkan di Bukittinggi sudah gratis. Akses anak-anak untuk sekolah
juga dekat ke Bukittinggi," tutur Efialdi. (esg)

 

(c) 2008 PADANG EKSPRES - Koran Nasional Dari Sumbar



--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke