Ass w w Dengan telah dpberlakukannya pure floating exchange rate system setelah kegagalan sistim Gold standard (1944) dan brettom woods pada sekitar tahun 1970an, maka pelemahan nilai suatu mata uang diperlukan sebagai self adjutment atas ketimpangan balance of payment suatu negara, dimana pelemahan nilai mata uang negara tersebut akan merangsang export dan menghambat laju import (akibat harganya yang mahal), sehingga kemudian BOP menjadi seimbang, bahkan mata uang bisa menguat bila export terus menguat seperti china. Untuk negara-negara maju seperti AS, Inggris, Jepang dll melemahnya mata uang sifatnya temporer, seperti mata uang Pound Inggris thd US$ selama kurang lebih 30 tahun yang sempat saya amati, kursnya hanya berkisar 1 : 1 atau 2 : 1m bila mendekati 2 dia akan turun lagi dan akan naik bila mendekati 1, demikian pula mata uang negara-negara eropa lainnya dan jepang. Jadi tdk ada yang perlu dikhawatirkan, justru mata uang kita (rupiah) yang sangat mengkhawatirkan. Kita masih ingat pada waktu dulu (pada awal-awal kemerdekaan) kita biasa belanja dengan uang 25 sen (setalen) dan sebasgainya, nah pada waktu itu kurs US$/RP kira-kira 1:1, dan berapa nilainya sekarang? Rp 9400, bahkan pernah mencapai Rp 15.000, bandingkan dengan Singapore 1 : !,4 Malaysia 1 : 3,4, Thailand 1 : 33 dan Philipene 1 : 44. (Bersambung mau sembahyang) Rusman Ma nsyur (L 56 Jkt)
----- Original Message ---- From: Dr.Saafroedin BAHAR <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Friday, October 3, 2008 9:00:24 Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: Keterangan Plt Menko Eku/Menteri Keuangan Sri Mulyani tentang Dampak Krisis Finansial AS Waalaikumsalam w.w. Riri, Saya mencoba mengumpulkan penjelasan dari berbagai sumber -- dari Pemerintah maupun dari para pakar -- untuk memahami dampak krisis finansial AS ke negara kita. Nampak bahwa, seperti biasa, ada dua penafsiran. Sudah barang tentu saya merasa senang, bila dampaknya memang kecil terhadap Negara kita. apalagi Riri telah membandingkan beberapa indikatornya. Menjadi pertanyaan bagi saya: mengada jika sudah ada indikasi melemahnya dollar kok tidak ada upaya dari institusi yang berwenang di AS untuk mengantisipasi krisis seperti sekarang. Apa ilmu ekonomi belum mempunyai kemampuan prediksi yang diperlukan ? Atau karena melemahnya dollar itu justru masih menguntungkan bagi mereka yang menguasainya ? Wallahualam bissawab. Yang jadi masalah tentu bagaimana kalau dampaknya malah besar, misalnya --antara lain -- karena kita belum memperhitungkan indikator-indikator lainnya ? Mungkin ada baiknya jika kita tetap membuat semacam rencana kontinjensi. Dalam hubungan ini saya setuju dengan penjelasan Dirut Bank Muamalah waktu berbuka puasa di rumah Prof Jimly, bahwa akar masalah finansial dunia adalah oleh karena sistem keuangan dunia dewasa ini didasarkan pada mata uang kertas yang tak ada dukungan emasnya, sehingga bisa dicetak berapun banyaknya. Mata uang kertas, dan berbagai surat berharga, diperdagangkan di bursa-bursa, dan bisa jadi obyek spekulasi oleh tokoh-tokoh seperti George Soros. Mari kita lihat bagaimana perkembangan gejala ini selanjutnya. Bola kan masih bergulir. Wassalam, Saafroedin Bahar (L, masuk 72 th, Jakarta) Alternate e-mail address: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED] ----- Original Message ---- From: Riri Chaidir <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Friday, October 3, 2008 8:35:16 AM Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: Keterangan Plt Menko Eku/Menteri Keuangan Sri Mulyani tentang Dampak Krisis Finansial AS Waalaikumsalam wr.wb. Pak Saaf, Agaknya kita beda sedikit dalam memahami apa yang disampaikan Ibu Sri Mulyani ini (maaf, untuk ini saya lebih melihat beliau sebagai pengamat, bukan sebagai Menko, karena tidak biasanya Menko dikata menyampaikan analisisnya tentang negara lain). Kalau saya memahaminya, beliau bercerita tentang prosedur di Amerika Serikat, walaupun secara general dia menyebutkan bahwa ini bisa berdampak ke tempat lain. Tapi - seperti salah satu pendapat yang pernah saya kutip menanggapi posting pak Saaf yang pertama - masalah di Amerika Serikat tidak otomatis berarti masalah di Indonesia, karena ketergantungan transaksi kita tidak begitu tinggi. Juga, sebenarnya dari beberapa waktu yang lalu kan keuangan AS sudah tidak begitu bagus. Mungkin kita tidak terlalu menyadari karena kurs USD-IDR berkisar di spread yang tidak terlalu besar. Tapi kalau kita bandingkan kurs USD dengan mata uang lain yang lebih mapan, kelihatan jelas bahwa sejak tahun 2000-an AS itu sudah mulai merosot. Saya coba ambil kurs tengah BI untuk USD dan GBP, kemudian saya bandingkan. (Data saya sangat kasar, karena cuma mengambil awal tahun saja). Kurs yang saya dapat untuk awal tahun 2001 dan 2002 masil 1.4an, tapi tahun 2006 - 2008 itu sudah di kisaran 1.8 - 1.9 lebih. Artinya, kalau dibandingkan dengan mata uang lain, sejak beberapa tahun ini pun mata uang USD sudah merendah. Tapi toh kita tidak merasakannya kan? Jadi, kalau saya lebih percaya bahwa yang terjadi di AS sekarang tidak banyak pengaruhnya ke kita. Wassalam Riri Bekasi, L46 2008/10/1 Dr.Saafroedin BAHAR <[EMAIL PROTECTED]> Assalamualaikum w.w. para sanak sapalanta. Di bawah saya posting dari Detik.com penjelasan Plt Menko Eku/Menteri Keuangan Sri Mulyani tentang dampak krisis finansial AS terhadap dunia dan terhadap kita.Berbeda dengan para pakar yang menyatakan bahwa kita oke-oke saja, beliau ini memperi peringatan bahwa penyelesaiannya akan makan waktu panjang. Kasihan rakyat kita tercinta. Wassalam, Saafroedin Bahar (L, masuk 72 th, Jakarta)~----~------~--~--- Get your new Email address! Grab the Email name you've always wanted before someone else does! http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/ --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting - Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi - Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau dibanned - Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
