Betul juga, Riri. Artinya ada gap antara dunia akademik yang menganalisa trends 
apa adanya, dengan para politicians yang selain berwenang mengambil keputusan, 
juga punya kepentingan sendiri.
Trims.
 
Wassalam,
Saafroedin Bahar
(L, masuk 72 th, Jakarta)
Alternate e-mail address: [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]





----- Original Message ----
From: Riri Chaidir <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Friday, October 3, 2008 3:19:11 PM
Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: Keterangan Plt Menko Eku/Menteri Keuangan Sri 
Mulyani tentang Dampak Krisis Finansial AS





2008/10/3 Dr.Saafroedin BAHAR <[EMAIL PROTECTED]>

Menjadi pertanyaan bagi saya: mengada jika sudah ada indikasi melemahnya dollar 
kok tidak ada upaya dari institusi yang berwenang di AS untuk mengantisipasi 
krisis seperti sekarang. Apa ilmu ekonomi belum mempunyai kemampuan prediksi 
yang diperlukan ?  

Sudah ada yang memperingati sebelumnya, antara lain JE Stiglitz (maaf, 
spellingnyo mungkin salah), ekonom pemenang Nobel. Sejak (mungkin) 5-6 tahun 
yll dia sudah mengingatkan bahaya karena terlalu besarnya pengalokasian dana ke 
bisnis properti.

Nah, kalau dilihat, ini kan bukan cerita baru di dunia, pengalokasian dana yang 
terlalu besar ke suatu sektor ... Tapi, mungkin pemerintah atau sektor 
perbankan di AS punya pertimbangan lain.

Memang kadang2 ada saja hal-hal yang secara teori begini, tapi regulator atau 
praktisi maunya beda. Kadang belakangan baru kita lihat, lha, kan ini teorinya 
sederhana banget, kok jadinya lain? Sebelumnya kita lihat kasus Enron, itu kan 
teorinya sederhana, tapi kok kejadian. Saya pernah ikut training, diceritakan 
suatu kasus fraud besar di AS, ZZZZ Best, seorang "anak kecil" yang bisa 
mengelabui pemerintah, bank dll. Caranya? Kalau kita lihat sederhana sekali, 
jauh lebih sederhana dibanding kasus2 fraud/ korupsi di Indonesia.

Riri
Bekasi, L 46



Wallahualam bissawab. Yang jadi masalah tentu bagaimana kalau dampaknya malah 
besar, misalnya --antara lain --  karena kita belum memperhitungkan 
indikator-indikator lainnya ? Mungkin ada baiknya jika kita tetap membuat 
semacam rencana kontinjensi.
Dalam hubungan ini saya setuju dengan penjelasan Dirut Bank Muamalah waktu 
berbuka puasa di rumah Prof Jimly, bahwa akar masalah finansial dunia adalah 
oleh karena sistem keuangan dunia dewasa ini didasarkan pada mata uang kertas 
yang tak ada dukungan emasnya, sehingga bisa dicetak berapun banyaknya. Mata 
uang kertas, dan berbagai surat berharga, diperdagangkan di bursa-bursa, dan 
bisa jadi obyek spekulasi oleh tokoh-tokoh seperti George Soros.
Mari kita lihat bagaimana perkembangan gejala ini selanjutnya. Bola kan masih 
bergulir. 
 
Wassalam,
Saafroedin Bahar
(L, masuk 72 th, Jakarta)
Alternate e-mail address: [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]





----- Original Message ----
From: Riri Chaidir <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Friday, October 3, 2008 8:35:16 AM
Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: Keterangan Plt Menko Eku/Menteri Keuangan Sri 
Mulyani tentang Dampak Krisis Finansial AS


Waalaikumsalam wr.wb.

Pak Saaf,

Agaknya kita beda sedikit dalam memahami apa yang disampaikan Ibu Sri Mulyani 
ini (maaf, untuk ini saya lebih melihat beliau sebagai pengamat, bukan sebagai 
Menko, karena tidak biasanya Menko dikata menyampaikan analisisnya tentang 
negara lain). Kalau saya memahaminya, beliau bercerita tentang prosedur di 
Amerika Serikat, walaupun secara general dia menyebutkan bahwa ini bisa 
berdampak ke tempat lain.

Tapi - seperti salah satu pendapat yang pernah saya kutip menanggapi posting 
pak Saaf yang pertama - masalah di Amerika Serikat tidak otomatis berarti 
masalah di Indonesia, karena ketergantungan transaksi kita tidak begitu tinggi.

Juga, sebenarnya dari beberapa waktu yang lalu kan keuangan AS sudah tidak 
begitu bagus. Mungkin kita tidak terlalu menyadari karena kurs USD-IDR berkisar 
di spread yang tidak terlalu besar.. Tapi kalau kita bandingkan kurs USD dengan 
mata uang lain yang lebih mapan, kelihatan jelas bahwa sejak tahun 2000-an AS 
itu sudah mulai merosot. Saya coba ambil kurs tengah BI untuk USD dan GBP, 
kemudian saya bandingkan. (Data saya sangat kasar, karena cuma mengambil awal 
tahun saja).  Kurs yang saya dapat untuk awal tahun 2001 dan 2002 masil 1.4an, 
tapi tahun 2006 - 2008 itu sudah di kisaran 1.8 - 1.9 lebih. Artinya, kalau 
dibandingkan dengan mata uang lain, sejak beberapa tahun ini pun mata uang USD 
sudah merendah. Tapi toh kita tidak merasakannya kan?

Jadi, kalau saya lebih percaya bahwa yang terjadi di AS sekarang tidak banyak 
pengaruhnya ke kita.

Wassalam


Riri
Bekasi, L46



 
2008/10/1 Dr.Saafroedin BAHAR <[EMAIL PROTECTED]>

Assalamualaikum w.w. para sanak sapalanta.
Di bawah saya posting  dari Detik.com penjelasan Plt Menko Eku/Menteri Keuangan 
Sri Mulyani tentang dampak krisis finansial AS terhadap dunia dan terhadap 
kita.Berbeda dengan para pakar yang menyatakan bahwa kita oke-oke saja, beliau 
ini memperi peringatan bahwa penyelesaiannya akan makan waktu panjang.
Kasihan rakyat kita tercinta.
 
Wassalam,
Saafroedin Bahar
(L, masuk 72 th, Jakarta)~----~------~--~---










--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke