2008/10/3 Dr.Saafroedin BAHAR <[EMAIL PROTECTED]>

>   Menjadi pertanyaan bagi saya: mengada jika sudah ada indikasi melemahnya
> dollar kok tidak ada upaya dari institusi yang berwenang di AS untuk
> mengantisipasi krisis seperti sekarang. Apa ilmu ekonomi belum mempunyai
> kemampuan prediksi yang diperlukan ?
>

Sudah ada yang memperingati sebelumnya, antara lain JE Stiglitz (maaf,
spellingnyo mungkin salah), ekonom pemenang Nobel. Sejak (mungkin) 5-6 tahun
yll dia sudah mengingatkan bahaya karena terlalu besarnya pengalokasian dana
ke bisnis properti.

Nah, kalau dilihat, ini kan bukan cerita baru di dunia, pengalokasian dana
yang terlalu besar ke suatu sektor ... Tapi, mungkin pemerintah atau sektor
perbankan di AS punya pertimbangan lain.

Memang kadang2 ada saja hal-hal yang secara teori begini, tapi regulator
atau praktisi maunya beda. Kadang belakangan baru kita lihat, lha, kan ini
teorinya sederhana banget, kok jadinya lain? Sebelumnya kita lihat kasus
Enron, itu kan teorinya sederhana, tapi kok kejadian. Saya pernah ikut
training, diceritakan suatu kasus fraud besar di AS, ZZZZ Best, seorang
"anak kecil" yang bisa mengelabui pemerintah, bank dll. Caranya? Kalau kita
lihat sederhana sekali, jauh lebih sederhana dibanding kasus2 fraud/ korupsi
di Indonesia.

Riri
Bekasi, L 46




>  *Wallahualam bissawab. *Yang jadi masalah tentu bagaimana kalau dampaknya
> malah besar, misalnya --antara lain --  karena kita belum memperhitungkan
> indikator-indikator lainnya ? Mungkin ada baiknya jika kita tetap membuat
> semacam *rencana kontinjensi.*
> Dalam hubungan ini saya setuju dengan penjelasan Dirut Bank Muamalah waktu
> berbuka puasa di rumah Prof Jimly, bahwa akar masalah finansial dunia adalah
> oleh karena sistem keuangan dunia dewasa ini didasarkan pada mata uang
> kertas yang tak ada dukungan emasnya, sehingga bisa dicetak berapun
> banyaknya. Mata uang kertas, dan berbagai surat berharga, diperdagangkan di
> bursa-bursa, dan bisa jadi obyek spekulasi oleh tokoh-tokoh seperti George
> Soros.
> Mari kita lihat bagaimana perkembangan gejala ini selanjutnya. Bola kan
> masih bergulir.
>
>  Wassalam,
> Saafroedin Bahar
> (L, masuk 72 th, Jakarta)
>  Alternate e-mail address: [EMAIL PROTECTED];
> [EMAIL PROTECTED]
>
>
>
> ----- Original Message ----
> From: Riri Chaidir <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [email protected]
> Sent: Friday, October 3, 2008 8:35:16 AM
> Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: Keterangan Plt Menko Eku/Menteri Keuangan Sri
> Mulyani tentang Dampak Krisis Finansial AS
>
>  Waalaikumsalam wr.wb.
>
> Pak Saaf,
>
> Agaknya kita beda sedikit dalam memahami apa yang disampaikan Ibu Sri
> Mulyani ini (*maaf, untuk ini saya lebih melihat beliau sebagai pengamat,
> bukan sebagai Menko, karena tidak biasanya Menko dikata menyampaikan
> analisisnya tentang negara lain*). Kalau saya memahaminya, beliau
> bercerita tentang prosedur di Amerika Serikat, walaupun secara general dia
> menyebutkan bahwa ini bisa berdampak ke tempat lain.
>
> Tapi - seperti salah satu pendapat yang pernah saya kutip menanggapi
> posting pak Saaf yang pertama - masalah di Amerika Serikat *tidak otomatis
> * berarti masalah di Indonesia, karena ketergantungan transaksi kita tidak
> begitu tinggi.
>
> Juga, sebenarnya dari beberapa waktu yang lalu kan keuangan AS sudah tidak
> begitu bagus. Mungkin kita tidak terlalu menyadari karena kurs USD-IDR
> berkisar di spread yang tidak terlalu besar. Tapi kalau kita bandingkan kurs
> USD dengan mata uang lain yang lebih mapan, kelihatan jelas bahwa sejak
> tahun 2000-an AS itu sudah mulai merosot. Saya coba ambil kurs tengah BI
> untuk USD dan GBP, kemudian saya bandingkan. (Data saya sangat kasar, karena
> cuma mengambil awal tahun saja).  Kurs yang saya dapat untuk awal tahun 2001
> dan 2002 masil 1.4an, tapi tahun 2006 - 2008 itu sudah di kisaran 1.8 - 1.9
> lebih. Artinya, kalau dibandingkan dengan mata uang lain, sejak beberapa
> tahun ini pun mata uang USD sudah merendah. Tapi toh kita tidak merasakannya
> kan?
>
> Jadi, kalau saya lebih percaya bahwa yang terjadi di AS sekarang tidak
> banyak pengaruhnya ke kita.
>
> Wassalam
>
>
> Riri
> Bekasi, L46
>
>
>
>
> 2008/10/1 Dr.Saafroedin BAHAR <[EMAIL PROTECTED]>
>
>>   Assalamualaikum w.w. para sanak sapalanta.
>> Di bawah saya posting  dari Detik.com <http://detik.com/> penjelasan Plt
>> Menko Eku/Menteri Keuangan Sri Mulyani tentang dampak krisis finansial AS
>> terhadap dunia dan terhadap kita.Berbeda dengan para pakar yang menyatakan
>> bahwa kita oke-oke saja, beliau ini memperi peringatan bahwa penyelesaiannya
>> akan makan waktu panjang.
>> Kasihan rakyat kita tercinta.
>>
>> Wassalam,
>> Saafroedin Bahar
>> (L, masuk 72 th, Jakarta)
>> ~----~------~--~---
>>
>>
>
>
>
>
> >
>

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke