Assalamualaikum w.w. para sanak sa palanta,
Sambil terus 'berminang-minang', rasanya kita perlu pencerahan mengenai apa 
yang aseharusnya kita perbuat menghadapi kemungkinan terjadinya krisis ekonomi 
yang mungkin sama atau lebih hebat dari krisis 1997, yang sampai sekarang belum 
sepenuhnya kita atasi.
Apa nasehat para ekonom di RN ini ?
Sekedar sebagai tambahan masukan, saya posting dua artikel Detik.com yang cukup 
merisaukan saya.
 
Wassalam,
Saafroedin Bahar
(L, masuk 72 th, Jakarta)
Alternate e-mail address: [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]


Rabu, 08/10/2008 20:37 WIB
IMF: Dunia Hadapi Guncangan Finansial Paling Berbahaya
Nurul Qomariyah- detikFinance



Foto: Reuters 
Washington- Perekonomian dunia melemah dengan cepat yang dipicu oleh guncangan 
sektor finansial paling berbahaya serta masih tingginya harga komoditas. 
Sejumlah negara kini benar-benar bergerak menuju resesi.

Demikian disampaikan Dana Moneter International (IMF) dalam 'World Economic 
Outlook' yang dirilis, Rabu (8/10/2008). WEO ini dirilis dua hari sebelum 
pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia yang akan berlangsung di Washington pada 11-12 
Oktober. 

IMF menilai guncangan sektor finansial kali ini merupakan yang terparah sejak 
era 1930-an. Hal itu diperkirakan akan menggerus pertumbuhan ekonomi dunia 
melambat menjadi 3% pada tahun 2009, atau 0,9 persen poin lebih rendah dari 
proyeksi WEO pada Juli 2009.

Mengikuti pertumbuhan yang seret di sisa tahun 2008 plus awal 2009, maka 
pemulihan yang diantisipasi pada akhir 2009 akan sangat bertahap oleh standar 
di masa lalu. Ini dikarenakan kondisi finansial diperkirakan masih tetap sulit, 
meski diasumsikan langkah yang diambil AS dan Eropa akan sukses untuk 
menstabilkan kondisi finansial serta menghindarkan kejadian yang sistemik.

"Di beberapa negara maju, krisis sekarang didorong oleh kurangnya kepercayaan 
dan keyakinan," ujar Kepala Ekonom IMF, Olivier Blanchard seperti dikutip dari 
situs IMF.

IMF juga menilai AS sepertinya sedang tergelincir ke resesi yang dapat menjaga 
perekonomian paling besar di dunia itu terus tertekan hingga 2009..

"AS telah menjadi pusat dari meluasnya badai pasar finansial dan 
perekonomiannya sekarang melambat dengan cepat," demikian pernyataan dari IMF 
seperti dikutip dari AFP.

Blanchard juga menekankan perlunya implementasi kerjasama kebijakan 
makroekonomi dan finansial di seluruh dunia untuk menghadang sentimen negatif 
dari berbagai sisi.

Dari sisi finansial, makaperlu didesain sebuah program yang komperehensif untuk 
bisa menangani masalah sistemik. Sementara dari sisi makro ekonomi harus 
didesain untuk bisa mendukung pertumbuhan dan memecahkan masalah antara sektor 
riil dan finansial.

"Dengan kebijakan makro dan finansial yang tepat --dan kebijakan-kebijakan yang 
sudah ada---, maka kita dapat melalui badai dan diharapkan pemulihan akan 
dimulai pada tahun 2009," ujar Blanchard.

WEO juga mencatat bahwa harga komoditas masih tetap tinggi dibandingkan masa 20 
tahun terakhir, meski ada koreksi sejak pertengahan Juli sehubungan dengan 
melemahnya perekonomian global.

(qom/qom)
 Detik.com. Kamis, 09/10/2008 16:07 WIB

2 Syarat Lagi RI Bisa Krismon
Muhammad Nur Hayid- detikFinance


Foto: dok detikcom 
BEI Jelaskan Suspensi IHSG
Jakarta - Indonesia tinggal menunggu 2 hal lagi untuk kembali jatuh ke krisis 
moneter (krismon) seperti 10 tahun yang lalu.

Dua hal itu adalahrush(penarikan dana) nasabah di perbankan dan efek krisis 
keuangan kepada rakyat kecil. Begitu 2 hal tadi terjadi, Indonesia kembali 
terkena krismon atau krisis moneter..

Hal tersebut disampaikan Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli 
Hasan dalam jumpa pers di ruang Fraksi PAN, Gedung Nusantara I DPR, Senayan, 
Jakarta, Kamis (9/10/2008).

Untuk mencegah rushdan krisis moneter kembali terulang, PAN mengusulkan supaya 
dana di perbankan yang dijamin LPS (Lembaga Penjamin Simpanan) dinaikkan dari 
Rp 100 juta menjadi Rp 2,5 miliar.

Hal ini untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat sehingga mereka tidak 
berbondong-bondong menarik dananya di perbankan.

"Karena sekarang yang diperlukan adalah rasa aman, kalau masyarakat sudah 
merasa aman tidak akan terjadirush, tapi kalau tidak, bisa dibayangkan terjadi 
rushsementara uangnya tidak ada," ujarnya.

Untuk itulah, PAN meminta pemerintah segera merevisi undang-undang LPS dengan 
peraturan pemerintah pengganti Undang-undang.

"Kalau pemerintah mengambil langkah itu kami akan mendukung penuh, tapi jangan 
sampai terlambat, karena kita mendengar ada beberapa bank yang sudah khawatir," 
ujarnya.(ddn/ir) 
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke