Maaf, saya ingin urun rembuk sedikit:
Selama pertanian atau perkebunan masih berproduksi maka ada harapan krisis 
finansial global tidak terlalu berbahaya bagi Indonesia.
menurut saya tiga langkah yang disebut SBY di istana Kamis malam, kebetulan 
saya hadir waktu itu, cukup tepat, yaitu proteksi atas aktifitas ekonomi rakyat 
menengah bawah, percepatan pencairan belanja pemerintah pada Oktober sebesar 
Rp25,9 triliun untuk menopang kekeringan likuiditas di pasar untuk menggerakan 
perekonomian, dan ketiga memobilisasi potensi sumber daya dan pasar domestik.
Artinya kita kembali memperkuat ke dalam dari segi pengelolaan pasar, modal, 
barang, hingga pertumbuhan ekonomi.
Tiga langkah itu jika bisa diimplementasikan ke tingkat paling optimal akan 
sangat membantu menjaga ekonomi nasional.
Teorinya, Sumbar mestinya tidak akan terlalu terpengaruh dengan perkembangan 
ekonomi global itu karena koneksi dan jaringannya terlalu jauh.
Basis produksi dan modal dunia usaha di Sumbar diyakini tidak terlalu terkait 
dengan pengaruh krisis finansial global. Kecuali yang diperlukan mungkin 
antisipasi dampak kenaikan suku bunga perbankan terhadap kredit investasi atau 
modal kerja.
Ekonomi berbasis industri rumah tangga merupakan model bisnis paling tangguh 
menghadapi kondisi seperti saat ini. Nyatanya model industri rumah tangga ini 
cukup berkembang di Sumbar terutama di daerah Bukit Tinggi dan sekitarnya. Yang 
diperlukan mungkin memperkuat tingkat produktifitas individu di Sumbar dengan 
membuka saluran pasar yang lebih terbuka di pasar lokal.
bagi oportunis anjloknya saham di lantai bursa dan gejolak valas bukan berita 
buruk dan bukan pula kerugian tapi peluang terbesar untuk meraup untung.
Segala kondisi menciptakan keuntungan dan peluang2nya sendiri2 tergantung 
seberapa berani mengambil resiko.
Maaf kalau pembahasannya sudah lari kemana-mana 

Irsad Sati
-1 bln dari 33 th
Perumahan Mahkota Simprug Blok 15 no.4 Ciledug, Kota Tangerang

 





--- On Thu, 10/9/08, Dr.Saafroedin BAHAR <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> From: Dr.Saafroedin BAHAR <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: [EMAIL PROTECTED] Mohon nasehat para ekonomi, apa yang perlu 
> diperbuat.
> To: "Rantau Net" <[email protected]>
> Date: Thursday, October 9, 2008, 5:34 PM
> Assalamualaikum w.w. para sanak sa palanta,
> Sambil terus 'berminang-minang', rasanya
> kita perlu pencerahan mengenai apa yang aseharusnya kita
> perbuat menghadapi kemungkinan terjadinya krisis ekonomi
> yang mungkin sama atau lebih hebat dari krisis 1997, yang
> sampai sekarang belum sepenuhnya kita atasi.
> Apa nasehat para ekonom di RN ini ?
> Sekedar sebagai tambahan masukan, saya posting dua artikel
> Detik.com yang cukup merisaukan saya.
>  
> Wassalam,
> Saafroedin Bahar
> (L, masuk 72 th, Jakarta)
> Alternate e-mail address: [EMAIL PROTECTED];
> [EMAIL PROTECTED]
> 
> 
> Rabu, 08/10/2008 20:37 WIB
> IMF: Dunia Hadapi Guncangan Finansial Paling Berbahaya
> Nurul Qomariyah- detikFinance
> 
> 
> 
> Foto: Reuters 
> Washington- Perekonomian dunia melemah dengan cepat yang
> dipicu oleh guncangan sektor finansial paling berbahaya
> serta masih tingginya harga komoditas. Sejumlah negara kini
> benar-benar bergerak menuju resesi.
> 
> Demikian disampaikan Dana Moneter International (IMF) dalam
> 'World Economic Outlook' yang dirilis, Rabu
> (8/10/2008). WEO ini dirilis dua hari sebelum pertemuan
> tahunan IMF-Bank Dunia yang akan berlangsung di Washington
> pada 11-12 Oktober. 
> 
> IMF menilai guncangan sektor finansial kali ini merupakan
> yang terparah sejak era 1930-an. Hal itu diperkirakan akan
> menggerus pertumbuhan ekonomi dunia melambat menjadi 3% pada
> tahun 2009, atau 0,9 persen poin lebih rendah dari proyeksi
> WEO pada Juli 2009.
> 
> Mengikuti pertumbuhan yang seret di sisa tahun 2008 plus
> awal 2009, maka pemulihan yang diantisipasi pada akhir 2009
> akan sangat bertahap oleh standar di masa lalu. Ini
> dikarenakan kondisi finansial diperkirakan masih tetap
> sulit, meski diasumsikan langkah yang diambil AS dan Eropa
> akan sukses untuk menstabilkan kondisi finansial serta
> menghindarkan kejadian yang sistemik.
> 
> "Di beberapa negara maju, krisis sekarang didorong
> oleh kurangnya kepercayaan dan keyakinan," ujar Kepala
> Ekonom IMF, Olivier Blanchard seperti dikutip dari situs
> IMF.
> 
> IMF juga menilai AS sepertinya sedang tergelincir ke resesi
> yang dapat menjaga perekonomian paling besar di dunia itu
> terus tertekan hingga 2009..
> 
> "AS telah menjadi pusat dari meluasnya badai pasar
> finansial dan perekonomiannya sekarang melambat dengan
> cepat," demikian pernyataan dari IMF seperti dikutip
> dari AFP.
> 
> Blanchard juga menekankan perlunya implementasi kerjasama
> kebijakan makroekonomi dan finansial di seluruh dunia untuk
> menghadang sentimen negatif dari berbagai sisi.
> 
> Dari sisi finansial, makaperlu didesain sebuah program yang
> komperehensif untuk bisa menangani masalah sistemik.
> Sementara dari sisi makro ekonomi harus didesain untuk bisa
> mendukung pertumbuhan dan memecahkan masalah antara sektor
> riil dan finansial.
> 
> "Dengan kebijakan makro dan finansial yang tepat --dan
> kebijakan-kebijakan yang sudah ada---, maka kita dapat
> melalui badai dan diharapkan pemulihan akan dimulai pada
> tahun 2009," ujar Blanchard.
> 
> WEO juga mencatat bahwa harga komoditas masih tetap tinggi
> dibandingkan masa 20 tahun terakhir, meski ada koreksi sejak
> pertengahan Juli sehubungan dengan melemahnya perekonomian
> global.
> 
> (qom/qom)
>  Detik.com. Kamis, 09/10/2008 16:07 WIB
> 
> 2 Syarat Lagi RI Bisa Krismon
> Muhammad Nur Hayid- detikFinance
> 
> 
> Foto: dok detikcom 
> BEI Jelaskan Suspensi IHSG
> Jakarta - Indonesia tinggal menunggu 2 hal lagi untuk
> kembali jatuh ke krisis moneter (krismon) seperti 10 tahun
> yang lalu.
> 
> Dua hal itu adalahrush(penarikan dana) nasabah di perbankan
> dan efek krisis keuangan kepada rakyat kecil. Begitu 2 hal
> tadi terjadi, Indonesia kembali terkena krismon atau krisis
> moneter..
> 
> Hal tersebut disampaikan Ketua Fraksi Partai Amanat
> Nasional (PAN) Zulkifli Hasan dalam jumpa pers di ruang
> Fraksi PAN, Gedung Nusantara I DPR, Senayan, Jakarta, Kamis
> (9/10/2008).
> 
> Untuk mencegah rushdan krisis moneter kembali terulang, PAN
> mengusulkan supaya dana di perbankan yang dijamin LPS
> (Lembaga Penjamin Simpanan) dinaikkan dari Rp 100 juta
> menjadi Rp 2,5 miliar.
> 
> Hal ini untuk memberikan rasa aman bagi masyarakat sehingga
> mereka tidak berbondong-bondong menarik dananya di
> perbankan.
> 
> "Karena sekarang yang diperlukan adalah rasa aman,
> kalau masyarakat sudah merasa aman tidak akan terjadirush,
> tapi kalau tidak, bisa dibayangkan terjadi rushsementara
> uangnya tidak ada," ujarnya.
> 
> Untuk itulah, PAN meminta pemerintah segera merevisi
> undang-undang LPS dengan peraturan pemerintah pengganti
> Undang-undang.
> 
> "Kalau pemerintah mengambil langkah itu kami akan
> mendukung penuh, tapi jangan sampai terlambat, karena kita
> mendengar ada beberapa bank yang sudah khawatir,"
> ujarnya.(ddn/ir) 
> 

      

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke