Sabtu, 11 Oktober 2008
Oleh : Gamawan Fauzi, Gubernur Sumbar

Meskipun orang Minang selalu membaur dan mudah menyesuaikan diri dengan
lingkungannya di rantau, namun ada sesuatu hal yang unik dan selalu menjadi
ciri khas mereka. Yakni kepedulian dan kecintaan kepada kampung halaman. Hal
ini mungkin sesuatu yang umum saja, seperti ucapan ilmuwan besar dunia
Albert Einstein yang dikutip oleh Mr Sutan Muhammad Rasyid dalam bukunya
Rasyid-70:

"On two things in life you cannot be objective: first, the love to your
mother; secondly, the love to your country where you have been born" (Dalam
dua hal anda tak bisa objektif: pertama, cinta kepada ibumu; kedua, cinta
kepada tanah kelahiranmu).

Dalam kedua hal itu, barangkali orang Minang jauh melebihi apa yang
dipikirkan Einstein. Sebagai masyarakat penganut matrilial (keturunan
menurut garis ibu), jelas mereka mempunyai rasa cinta yang sangat besar
kepada ibu yang melahirkannya.

Demikian pula dalam hal mencintai tanah kelahiran atau kampung halamannya,
orang Minang pun sangat menonjol, tak obah mencintai ibunya sendiri. Bahkan,
orang (keturunan) Minang yang lahir di rantaupun tetap mencintai dan peduli
dengan negeri ini sebagaimana kita lihat pada diri mayoritas penduduk Negeri
Sembilan di Malaysia yang tanpa ragu menyatakan bahwa mereka adalah penganut
"Adat Perpatih" (adat Minang).

Kecintaan kepada kampung halaman mereka ditunjukkan, setidaknya, dalam dua
hal. Pertama, kepedulian yang tinggi kepada negeri asal dan adat-budayanya.

Kedua, dia mana tempat mereka berada, mereka membangun ikatan-ikatan
kekeluargaan dalam bentuk kesatuan senagari asal, se- kabupaten, atau yang
lebih luas dalam ikatan kekeluargaan Minang atau Sumatera Barat.

Di rantau mereka tetap mempertahankan jati diri sebagai orang Minang yang
menganut "Adat basandi syarak, syarak basandi Kitabullah". Mereka tetap
setia memelihara budaya, adat istiadat, tradisi, dan kesenian daerah asal
mereka. Bahkan sudah tradisi, hampir setiap tahun bersamaan dengan momentum
Hari Raya Idul Fitri, mereka mengadakan halal bi halal dan mengundang
gubernur, bupati atau wali kota dari Sumatera Barat untuk hadir dalam
kegiatan tersebut.

Ketika menghadiri kegiatan-kegiatan orang Minang di rantau itu, biasanya
penyambutannya sangat meriah, ada tari pasambahan, siriah di carano,
pertunjukan tari dan lagu-lagu Minang. Dan biasanya sangat ramai. Ini
sejalan dengan ungkapan, sajauh-sajauh marantau, adat Minang tetap
digungguang dibaok tabang.

Meskipun tinggal jauh di rantau, mereka sangat peduli dengan perkembangan
dan selalu mengikuti setiap informasi dari kampung. Mereka juga selalu pula
"gatal" untuk menyampaikan aspirasi bahkan unek-unek bagi kemajuan
daerahnya. Karena itulah, kalau Gubernur Sumatera Barat datang ke daerah di
mana banyak perantau Minang, mereka akan selalu minta mengadakan pertemuan.
Dalam pertemuan seperti itu, yang dihadiri gubernur, terlihat sekali betapa
setiap perantau sangat peduli kepada nagari asalnya.

Mereka yang umumnya punya status social tinggi, kaya dan berpangkat, juga
mau memberikan masukan untuk kampung halaman, termasuk masalah politik dan
pemerintahan di kampungnya. Misalnya, mereka merasa terpanggil untuk ikut
memikirkan siapa yang akan menjadi pemimpin. Memang unik. Mereka tidak
ber-KTP Sumatera Barat, tetapi merasa bertanggung jawab untuk ikut mengambil
keputusan soal politik dan pemerintahan. Sungguh luar biasa kepedulian
perantau kita.

Forum SSM dan Peranan Orang Minang

Forum Silaturahmi Saudagar Minang (SSM) yang sudah dua kali diadakan adalah
bentuk lain dari kepedulian perantau Minang kepada kampung halamannya. Forum
seperti ini adalah penerusan tradisi yang sudah terbangun selama
berabad-abad. Atas nama masyarakat dan pemerintah Sumatera Barat, saya
menyambut dengan gembira adanya forum seperti ini, yang diharapkan akan
memberikan sumbangan pula bagi kemajuan daerah dan masyarakat Sumatera
Barat.

Meskipun yang bersilaturahmi adalah para saudagar Minang dari perantauan,
namun kita tak pernah meragukan, kegiatan ini adalah perwujudan dari rasa
cinta mereka kepada kampung halaman dan masyarakatnya. Karena itu, saya
mengharapkan agar Silaturahmi Saudagar Minang yang kedua tanggal 10-12
Oktober 2008 ini dapat dioptimalkan dengan program dan kegiatan yang
bermanfaat bagi kampung halaman dan nagari.

Sejarah bangsa Indonesia menorehkan tinta emas tentang peranan putra-putra
Minangkabau dalam perjuangan Kemerdekaan negeri ini. Demikian pula pada awal
masa pertumbuhan dan pembangunan setelah kemerdekaan, peranan mereka sangat
menonjol di bidang politik, pemerintahan, dan juga di bidang social dan
ekonomi.

Apa yang membuat orang Minang maju dan mempunyai peranan yang menonjol ?
Salah satunya adalah pendidikan. Penelitian yang dilakukan oleh Elizabeth E
Graves untuk disertasinya di Universitas Wisconsin, Amerika, yang telah
diterbitkan sebagai buku dan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia
Asal-usul Elite Minangkabau Modern (Yayasan Obor, 2007) menyebutkan, bahwa
salah satu kunci kemajuan orang Minang Abad ke-19 adalah karena mereka
berhasil merespon dan memanfaatkan dengan tepat pendidikan Barat yang
dikenalkan oleh Belanda di Minangkabau.

Jauh sebelum suku bangsa lain di Indonesia mengenal pendidikan, orang
Minangkabau sudah mengembangkan pendidikan agama Islam, madrasah-madrasah
melalui surau-surau yang ada. Setelah Belanda memperkenalkan pendidikan
Barat sejak awal abad ke-19, orang Minangkabau pun meresponsnya dengan
tepat, sehingga memberikan keuntungan untuk kemajuan suku bangsa ini. Mereka
tidak  hanya memasukkan anak-anaknya ke sekolah yang didirikan Belanda,
tetapi juga membangun banyak sekali sekolah yang mengadopsi sekolah model
Barat itu.

Pendidikan menghasilkan generasi orang Minang terpelajar dan mempunyai
kemampuan. Sehingga, ketika Indonesia merdeka dan memerlukan tenaga terdidik
yang profesional dan berkemampuan teknis untuk mengelola negeri yang baru
merdeka ini, peranan orang Minang menjadi sangat menonjol (E Graves, 2007).
Itu bukan hanya di bidang pemerintahan, tapi juga di bidang social dan
ekonomi.

Semangat egaliter dan budaya yang dinamis melahirkan daya saing yang tinggi
dan wawasan yang luas. Dipadu dengan bekal pendidikan dan pengetahuan yang
memadai, mereka tak pernah ragu untuk hidup di manapun di muka bumi ini.
Keberanian orang Minang adalah keberanian untuk hidup (ini untuk membedakan
dengan suku bangsa lain yang terkenal "berani mati", orang Minang "berani
hidup").

Banyak saudara Minang masa lalu, tumbuh karena budaya egaliter, semangat
mandiri dan jiwa merdeka yang mereka  miliki. Mereka memulai dari usaha
kecil, katakanlah kaki lima, kemudian tumbuh berkat kemampuan
entrepreneurship-nya yang tinggi menjadi saudagar kelas menengah dan bahkan
besar.

Semangat dan jiwa merdeka ini pulalah yang menyebabkan orang Minang sukar
diperintah, sehingga mereka sering dianggap kurang  cocok untuk jenis
pekerjaan tertentu. Misalnya di militer atau birokrasi yang sangat hirarkis
sentris. Merekanya cocoknya jadi saudagar, pengusaha, diplomat, politisi,
wartawan, sastrawan dan pekerjaan-pekerjaan tak terperintah lainnya.
Termasuk disini menjadi pedagang kaki lima sebagai bentuk pekerjaan orang
merdeka. *** 

http://www.padangekspres.co.id/content/view/20022/55/


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke