Sangat tergantung membaca buku yang mana. Sirri dan Pese, dalam pemberontakan Kahar Muzakkar, apakah tidak sama dengan apa yang dilakukan oleh PRRI? Kenapa PRRI meletus di Sumbar dan selebihnya di Makasar dan Manado?
Kebudayaan high context itu adalah yang sulit diterjemahkan, seperti Soeharto. Sementara low context itu selalu yang ditunjuk Bugis dan Minang. Baca saja buku-buku ilmu komunikasi, banyak penulisnya: Jalaluddin Rachmat, Astrid Susanto, etc. Komunalisme di Bugis berdasarkan Andi, Puang, Daeng, Karaeng, sama sama dengan komunalisme menurut adat di Minang. Tetapi tidak semua orang Bugis menggunakannya. Rizal Mallarangeng membuang gelar Andinya. Soal cabut badik, ini kebudayaan kuno, sebagaimana juga ada di Palembang (tuja), Aceh (rencong), Madura (clurit), Sunda (kujang). Lebih banyak hanya sebagai bahasa kiasan, ketimbang sebuah praktek budaya. Akulturasi terjadi, sebagaimana juga di Minang, ketika sebuah persilatan semakin kurang menggunakan senjata tajam. Nilai kemaritiman orang Bugis juga terjadi dengan orang Minang. Perahu-perahu Bugis, Banten, Minang dan Acehlah yang digunakan oleh Sultan Iskandar Muda menyerang Portugis di Malaka. Ada buku yang ditulis oleh sejarawan Unand lulusan Leiden soal ini juga. Orang Bugis juga ada yang menjadi petani. Jalan-jalan menuju Pare-pare adalah lautan sawah yang luas. Justru kontradisktif dengan pernyataan uda, betapa Bugis itu mengenal "darah biru" alias feodal. Feodalisme hidup di kalangan petani. Kalau orang Minang petani, berarti feodalisme tumbuh subur, dong? Kenyataannya, banyak pendapat di milis ini menyebut orang Minang itu pedagang, bukan petani. Ini bukan soal baju yang sama. Tetapi tentang pengetahuan saja. Sumber-sumbernya bisa dilacak, koq. Nangkodo Bahar, Malin Kundang, bukankah mereka ahli di lautan? Cindur Mato memang banyak main di darat, dengan kerbau si Binuang dan kuda Gumarang. Di dataran tinggi Sulsel, ada juga mitologi seperti itu. Bugis-Mandar-Makasar adalah tiga suku berbeda. Satu lagi, Toraja. Barangkali, Mandar dan Makasar yang lebih feodal, ketimbang Bugis. ijp -----Original Message----- From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf Of Darwin Bahar Sent: 17 Oktober 2008 14:29 To: [email protected] Subject: [EMAIL PROTECTED] SSM 2008 di Detik.Com --- In [EMAIL PROTECTED], "Indra Jaya Piliang" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Kultur Minang dan Bugis begitu mirip. Berbeda betul dengan kultur Jawa yang high context. Sudah banyak riset yang menuliskan itu. > Masak sih Ndra. Saya agak mengenal budaya Bugis-Makassar. Selang tahun 1985-1988 pernah bekerja di Sulsel (tidak hanya di Makassar) dan selang 2002-2004 hampir setiap 3 bulan ke sana. Persamaannya barangkali hanya satu: sama-sama ulet, sementara perbedannya buanyak, antara lain: Masyarakat Minang relatif egaliter dan otonom sedangkan Bugis-Makassar mengenal `darah biru' dan komunal. Orang Bugis-Makassar kalau merantau umumnya berombongan ke tempat-tempat tertentu, orang Minang cenderung secara individual dan menyebar. Orang Bugis-Makassar mempunyai budaya `sirri', kalau badik sudah dicabut, kembali ke sarung setelah makan korban. Orang Minang cenderung gadang karengkang :)). Masyarakat Bugis-Makassar masyarakat maritim, kalau layar sudah terkembang pantang kembali. Saya dulu pernah naik perahu Bugis menyeberang dari Melangguane di Pulau Talaud ke Lirung, Sulawesi Utara. Sedangkan orang Minang lebih suka bertani. Orang Bugis-Makassar lebih menyukai ikan laut sedangkan orang Minang pemakan daging. Jangan-jangan disama-samain karena jaket Indra sekarang sudah satu warna dengan jaketnya Pak JK :)) Wassalam, H Darwin Bahar St Bandaro Kayo (65) > > > ijp > > _____ > > From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On > Behalf Of Boediman Moeslim --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting - Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi - Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau dibanned - Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
