--- In [EMAIL PROTECTED], "Indra Jaya Piliang"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> 
> Sangat tergantung membaca buku yang mana. Sirri dan Pese, dalam
> pemberontakan Kahar Muzakkar, apakah tidak sama dengan apa yang
dilakukan
> oleh PRRI? Kenapa PRRI meletus di Sumbar dan selebihnya di Makasar dan
> Manado? 
> 

Benar Ndra, tergantung buku yang mana yang dibaca. Basis, motivasi dan
sasaran perjuangan PRRI-Permesta yang berbasis nasionalisme dan
keadilan Pusat-Daerah---ingat di PRRI ada Prof Sumitro, apalagi di
Permesta hampir semua Kristen---tidak sama dengan pemberontakan
DI-TII/Kahar Muzakar di Sulsel yang lebih menggunakan argumentasi
agama Islam.

Eniwe, akar budaya Minang---menurut saya---berbeda dengan akar budaya
Bugis-Makassar. Daulat Pagaruyung lebih bersifat simbolis, otonomi
terletak di nagari-nagari (AA Navis "Alam Terkembang Jadi Guru"). Saya
pikir hal ini menyebabkan Hatta cenderung ke negara federal, sedangkan
sejarah  Bugis-Makassar mengenal raja-raja berkuasa. Hal ini juga
menyebabkan masyarakat Minang relatif lebih demokratis dan dewasa
dalam berdemokrasi. Sepanjang yang saya ketahui Pilkadal di Sumbar
yang dilakukan serentak di tingkat Provinsi dan 10 Kabupaten/Kota 
adalah salah satu Pilkadal---kalau tidak yang paling---demokratis dan
paling bebas money politics di Indonesia. Dan kita tahu Pilkadalgub di
Sulsel salah satu Pilkadal yang ricuh. Loyalitas kepada tokoh relatif
masih kental dalam budaya Bugis-Makassar

Masyarakat Minang sudah menghasilkan tokoh-tokoh Nasional sekelas
Hatta, Syahrir, Tan Malaka dan Natsir. Sementara pemikiran Buya Syafii
Maarif dan Prof Ayzumardi Azra masih selangkah lebih maju dari pemikir
keislaman di Indonesia waktu ini yang cenderung defensif, reaktif dan
intoleran. 

Pak Habibie dan JK---dengan segala hormat saya kepada beliau-beliau
tersebut----belum.  

Hal itu saya kemukakan dengan tidak mengurangi kesadaran bahwa budaya
Minang saat ini agak stagnan

Tetapi tentu saja persepsi saya bisa salah

Ya, apalah awak ini :)

Wassalam, H Darwin Bahar St Bandaro Kayo (65) 


---bakuduang----
> 
> ijp
> 
> -----Original Message-----
> From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On
> Behalf Of Darwin Bahar
> Sent: 17 Oktober 2008 14:29
> To: [email protected]
> Subject: [EMAIL PROTECTED] SSM 2008 di Detik.Com
> 
> 
> --- In [EMAIL PROTECTED], "Indra Jaya Piliang"
> <indrapiliang@> wrote:
> >
> > Kultur Minang dan Bugis begitu mirip. Berbeda betul dengan kultur
> Jawa yang high context. Sudah banyak riset yang menuliskan itu. 
> > 
> 
> Masak sih Ndra.



--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke