Cukup Ironis, Pak Saaf. Padang yg termasuk kota tertua di Sumatra, tak masuk
dalam jaringan itu. Tapi iko rancak supayo kito dapek bapikia: alah ado usaho
kito menyelamatkan gedung2 tua di kota Padang?
Salam,
Suryadi
"Dr.Saafroedin BAHAR" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Assalamualaikum w.w. para sanak sa palanta,
Rada-rada kaget juga saya membaca bahwa dalam jaringan 12 Kota Pusaka Indonesia
yang diresmikan oleh Menteri Jero Wacik belum termasuk Padang, Sawah Lunto, dan
Bukit Tinggi.
Bagaimana komentar sanak ?
Wassalam,
Saafroedin Bahar
(L, masuk 72 th, Jakarta)
Alternate e-mail address: [EMAIL PROTECTED];
[EMAIL PROTECTED]
Detik.com. Sabtu, 25/10/2008 20:50 WIB
Menbudpar Resmikan Jaringan Kota Pusaka Indonesia
Muchus Budi R.- detikNews
Jakarta- Menteri Budaya dan Pariwisata, Jero Wacik, meresmikan jaringan kota
pusaka. Wacik berpesan kepada para walikota agar mencari jalan terbaik untuk
pelestarian aset warisan budaya dalam melakukan pembangunan pengembangan kota.
Peresmian jaringan kota pusaka diresmikan di rumah dinas Walikota Surakarta di
Jalan Slamet Riyadi, Solo, Sabtu (25/10/2008) petang. Walikota Surakarta, Joko
Widodo, yang ditunjuk sebagai koordinator pembentukan jaringan melaporkan bahwa
sebagai embrio telah terdaftar 12 kota sebagai anggota.
12 kota tersebut adalah Ternate, Pekalongan, Pangkal Pinang, Pontianak,
Yogyakarta, Medan, Ambon, Denpasar, Surabaya, Palembang, Blitar dan Surakarta.
Jero Wacik dalam sambutan peresmian meminta kepada para walikota
mempertimbangkan berbagai hal dalam melaksanakan pembangunan kota.
"Kalau pembangunan mall menggusur bangunan bersejarah, itu tidak benar karena
akan menghilangkan identitas bangsa. Kalau mempertahankan bangunan warisan lalu
mengabaikan pengembangan kota, juga tidak benar karena kita harus menciptakan
lapangan kerja demi kesejahteraan rakyat," ujarnya.
Lebih lanjut dia menyontohkan solusi pembangunan kota yang mempedulikan aset
budaya. Misalnya, bangunan warisan kuno tetap dipertahankan berada di tengah
bangunan modern yang dibangun. Bangunan kuno tersebut tetap dipertahankan
bentuk fisiknya dan bisa difungsikan sebagai perpustakaan.
"Cara seperti ini nantinya sangat membantu anak cucu kita melacak sejarah
bangsanya. Mereka akan menghargai kita sebagai orang tua yang mampu menghargai
warisan budaya tapi tanpa menghambat pembangunan perkotaan," lanjut Wacik.
(mbr/rdf)
---------------------------------
Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail.
br>Cepat sebelum diambil orang lain!
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
===============================================================
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
===============================================================
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED]
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di:
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---