Pak Jacky dan Pak Saaf,

Kalau menurut saya, mengapa Pekalongan dijadikan kota pusaka mengapa
Semarang tidak, jawabannya adalah karena Pemerintah Kota Pekalongan
mendeklarasikan kotanya sebagai Kota Pusaka, dan ikut di dalam "Jaringan
Kota Pusaka Indonesia". Jadi status ini bukan "dijadikan" oleh Menteri,
tetapi oleh pemerintah kota masing2.

Saya baca ada "Deklarasi Bukittinggi-Sawahlunto" yang mendukung rencana
terbentuknya Jaringan Kota Pusaka Indonesia. Temu Pusaka itu sendiri
diselenggarakan oleh "Badan Pelestarian Pusaka Indonesia", dan didukung oleh
(antara lain) Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Pemerintah Kota Padang,
Bukittinggi, dan Sawahlunto. (lengkapnya di
http://www.bppi-indonesianheritage.org/id/heritagegathering.htm dan
http://www.bppi-indonesianheritage.org/download/DEKLARASI%20BUKITTINGGI%20SAWAHLUNTO.doc
)

Saya juga tidak tahu kenapa hanya Bukittinggi dan Sawahlunto, yang dicakup
dalam "jelajah wisata", walaupun Pemkot Padang dan Pemprov Sumbar mendukung
acara ini. Dan saya juga tidak tahu mengapa Bukittinggi dan Sawahlunto tidak
ikut mendeklarasikan dirinya di Solo kemaren, walaupun sudah ada pertemuan
yang menghasilkan deklarasi dua bulan sebelumnya.

Riri
Bekasi, L 46










2008/10/26 Jacky Mardono Tjokrodiredjo <[EMAIL PROTECTED]>

>   *Pak Saaf.*
> **
> *Tiap propinsi pasti punya kota yang*
> *termasuk kategori pusaka.*
> *Karena itu, perlu dijelaskan apa kriteria "kota pusaka".*
> **
> *Sebagai contoh, mengapa Pekalongan yang*
> *dijadikan kota pusaka, bukan Semarang?*
> *Peninggalan kuno lebih banyak Semarang*
> *dari pada Pekalongan.*
> **
> *Juga mengapa "Betawi" sendiri tidak masuk*
> *kota pusaka.*
> **
> *Dalam urusan "kota pusaka" para sejarawan*
> *mungkin perlu dilibatkan.*
> **
> *Wassalam, Jacky Mardono.*
> **
> **
>
>
> --- Pada *Sab, 25/10/08, Dr.Saafroedin BAHAR <[EMAIL PROTECTED]>*menulis:
>
> Dari: Dr.Saafroedin BAHAR <[EMAIL PROTECTED]>
> Topik: [EMAIL PROTECTED] Padang, Sawah Lunto, dan Bukit Tinggi Belum Terdaftar
> dalam jaringan Kota Pusaka Indonesia.
> Kepada: "Rantau Net" <[email protected]>
> Cc: "Ir. Yulnofrins NAPILUS" <[EMAIL PROTECTED]>, "Warni DARWIS" <
> [EMAIL PROTECTED]>, "Prof Dr. James HELLYWARD,M.Sc." <
> [EMAIL PROTECTED]>, "Gamawan FAUZI, SH, MM" <[EMAIL PROTECTED]>
> Tanggal: Sabtu, 25 Oktober, 2008, 3:17 PM
>
>           Assalamualaikum w.w. para sanak sa palanta,
> Rada-rada kaget juga saya membaca bahwa dalam jaringan 12 Kota Pusaka
> Indonesia yang diresmikan oleh Menteri Jero Wacik belum termasuk Padang,
> Sawah Lunto, dan Bukit Tinggi.
> Bagaimana komentar sanak ?
>
> Wassalam,
> Saafroedin Bahar
> (L, masuk 72 th, Jakarta)
> Alternate e-mail address: [EMAIL PROTECTED];
> [EMAIL PROTECTED]
>
>  Detik.com. Sabtu, 25/10/2008 20:50 WIB
> Menbudpar Resmikan Jaringan Kota Pusaka Indonesia
> *Muchus Budi R.* - detikNews
>
>
> <http://openx.detik.com/delivery/ck.php?n=a59ecd1b&cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE>
>
> *Jakarta* - Menteri Budaya dan Pariwisata, Jero Wacik, meresmikan jaringan
> kota pusaka. Wacik berpesan kepada para walikota agar mencari jalan terbaik
> untuk pelestarian aset warisan budaya dalam melakukan pembangunan
> pengembangan kota.
>
> Peresmian jaringan kota pusaka diresmikan di rumah dinas Walikota Surakarta
> di Jalan Slamet Riyadi, Solo, Sabtu (25/10/2008) petang. Walikota Surakarta,
> Joko Widodo, yang ditunjuk sebagai koordinator pembentukan jaringan
> melaporkan bahwa sebagai embrio telah terdaftar 12 kota sebagai anggota.
>
> 12 kota tersebut adalah *Ternate, Pekalongan, Pangkal Pinang, Pontianak,
> Yogyakarta, Medan, Ambon, Denpasar, Surabaya, Palembang, Blitar dan
> Surakarta.
> *
> Jero Wacik dalam sambutan peresmian meminta kepada para walikota
> mempertimbangkan berbagai hal dalam melaksanakan pembangunan kota.
>
> "Kalau pembangunan mall menggusur bangunan bersejarah, itu tidak benar
> karena akan menghilangkan identitas bangsa. Kalau mempertahankan bangunan
> warisan lalu mengabaikan pengembangan kota, juga tidak benar karena kita
> harus menciptakan lapangan kerja demi kesejahteraan rakyat," ujarnya.
>
> Lebih lanjut dia menyontohkan solusi pembangunan kota yang mempedulikan
> aset budaya. Misalnya, bangunan warisan kuno tetap dipertahankan berada di
> tengah bangunan modern yang dibangun. Bangunan kuno tersebut tetap
> dipertahankan bentuk fisiknya dan bisa difungsikan sebagai perpustakaan.
>
> "Cara seperti ini nantinya sangat membantu anak cucu kita melacak sejarah
> bangsanya. Mereka akan menghargai kita sebagai orang tua yang mampu
> menghargai warisan budaya tapi tanpa menghambat pembangunan perkotaan,"
> lanjut Wacik.
>
> *(mbr/rdf)*
>
>
>  ------------------------------
> Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di bidang Anda di Yahoo!
> Answers<http://sg.rd.yahoo.com/mail/id/footer/def/*http://id.answers.yahoo.com/>
>

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

  • ... Dr.Saafroedin BAHAR
    • ... Lies Suryadi
      • ... Riri Chaidir
    • ... Muljadi Ali Basjah
      • ... hambociek
        • ... Muljadi Ali Basjah
    • ... Jacky Mardono Tjokrodiredjo
      • ... Riri Chaidir
        • ... Jacky Mardono Tjokrodiredjo
          • ... Riri Chaidir
        • ... asfarinal, asfarinal, asfarinal, asfarinal nanang, nanang, nanang, nanang
          • ... Riri Chaidir
            • ... asfarinal, asfarinal, asfarinal, asfarinal nanang, nanang, nanang, nanang
              • ... Riri Chaidir
    • ... hambociek
    • ... edwar
      • ... asfarinal, asfarinal, asfarinal, asfarinal nanang, nanang, nanang, nanang
        • ... Jacky Mardono Tjokrodiredjo

Kirim email ke