Di Padek OnLine kito Baco : Pariwisata Masih Macan Ompong (Inyiak Balang Indak Bagigi) ------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------ HEADLINE NEWS http://www.padangekspres.co.id/content/view/21606/1/ Selasa, 28 Oktober 2008
Padang, Padek—Kota Padang dinilai masih belum komit mengemas sektor pariwisata sebagai salah satu ikon perekonomian kota. Direktur Pasca Sarjana UBH, Dr Syafrizal Chan mengatakan, Padang selain sebagai ibukota provinsi menyimpan sejarah sebagai kota tua, serta pusat pendidikan di Sumbar, belum mampu menjawab keinginan warganya untuk meningkatkan perekonomian. ”Selama 10 tahun terakhir pertumbuhan ekonomi di Padang kurang dari 6 persen. Jumlah pertumbuhan itu masih tergolong rendah untuk Kota Padang yang menjadi etalase Sumbar,” ungkap Syafrizal pada diskusi bertajuk Musyawarah Kota Padang, Maleik Padang 2014 yang diselenggarakan Padang TV dan Executive Board Event Organizer di Maninjau Room, Rocky Hotel Plaza Padang, tadi malam. Sedangkan Ulama Sumbar Duski Samad mengatakan, masyarakat Kota Padang juga masih dilingkari masalah moral. “Kalangan mahasiswa juga masih banyak yang belum mengimplementasikan nilai-nilai agama dalam aktivitas sehari-hari,” jelasnya. Tokoh masyarakat Padang yang juga calon anggota DPD RI Afrizal BAc mengatakan, kelemahan dari Kota Padang dalam menata perekonomian daerah, karena pelaku ekonomi di sektor ini belum mendapatkan garansi dalam mempertahankan sumber mata pencariannya. Ia berharap pimpinan kota lima tahun ke depan berani memberikan garansi usaha untuk pelaku usaha kecil. “Sebab jumlah pelaku ekonomi kelas ini lebih dominan dari pelaku atas,” katanya. Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Kota Padang Didy Haryadi menyebutkan, untuk meningkatkan perekonomian dari sektor pariwisata, tidak hanya keinginan dari pemerintah dalam membuat terobosan baru. Terutama dalam menjual potensi pariwisata. Akan tetapi juga butuh dukungan masyarakat yang berada di kawasan pariwisata. “Selama ini kelemahan pariwisata Padang, karena pungutan liar yang membuat para pelancong enggan datang kembali ke kota ini. Masalah itu berupa remeh-temeh, tetapi berdampak sangat krusial bagi daerah,” tegasnya. Pada acara bertajuk Musyawarah Kota Padang, Maleik Padang 2014 itu tampak hadir Wali Kota Padang Fauzi Bahar, Pemimpin Redaksi Padang Ekspres Firdaus, dan sejumlah caleg, mahasiswa Unand, UNP, dan UPI. “Kegiatan seperti ini menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah nantinya untuk membangun Kota Bingkuang lebih maju dari saat ini,” kata Fauzi Bahar. (mg7) --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN: - Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting - Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim melalui jalur pribadi - Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau dibanned - Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
