Betul seperti yg adinda tulisAdinda lebih beruntung dapat pergi ke Taif,  
tempat bersejarah
Dalam hati saya juga  ingin kesana tapi ngak kesampaianMungkin lbh baik umrah 
seperti yg adinda lakukan  apalagi  sahabat kita sudah banyak di Makkah   kan 
enak jadi Tamu orang arab  ;)salamK Suheimi
--- On Tue, 10/28/08, Hilman Mahyuddin <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Hilman Mahyuddin <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: T a m u
To: [email protected]
Cc: "Adinda Praditya" <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Tuesday, October 28, 2008, 11:14 AM

Assalamu'alaikum wr wb;Apo nan dialami pak dotor,adalah benar.Kasimpulan nan 
diambiek bahaso jadi tamu urang arab memang lamak bana. Ambo paranah pulo 
marasokannyo.
Caritonyo macam iko:Ambo pai 'Umroh Ramadhan thn 2002 masehi bln desember jo 
induek bareh.Untuk baimok pitih dan maningkekkan ibadah kami i'tikaf jadi indak 
manjewo hotel.Dek karano i'tikaf, banyak kenalan2 urang timur tengah tu.Ado nan 
diparhaitikan surang,eook bana parangainyo;urang lalok nyo agieh banta jo 
sajadah digulung',orang basialisieh karano tampek shalat nyo damaikan dan nyo 
agieh tampeknyo dan inyo pindah katampek lain.Katiko malam tikbir kami kan 
bapisah pisah ado raso ibo hati.Kami berpelukan dan masing berniat untuk basuo 
baliek tahun datang.Kauarng arab nan istemewa ko ambo agiehkan kartu 
namo,sarato minta karatu namonyo.Tarnyato inyo indak punyo kartu namo tapi nyo 
agieh no tilpon.di Taif,namonyo Hasan Tsabit.Dek karano inyo tingga di Taif 
bakecekkanlah bahaso ambo ka Taif (visa ambo visa ziarah jadi bisa pai kasitu 
dan ambo memang alah lamo baniek nak ka nin).Nyo tawarkan kok ito ka Taif 
,datanglah,nanti dijapuik.Babuek mupakek bahaso
 kami baduo kan pai 2 hari sudah hari tayo.

Duo hari kemudian kami pai ka Taif,dan sampai di Stasiun nyo japuik jo 
anaknya.Kami pai dengan mangkasuik untu balie hari sajo,jadi indak mambawo 
pakaian ganti.Katiko baru duduek diateh otonyo,inyo langsung mangecek an bahaso 
kami mesti 3 malam dirumahnyo.Inyo mambantai 3 ikue kambing untukkeluarga2 nyo 
jang jumlahnyo25 urang tamauek pambantu.

Akhirnya kami terpaksa nginap malam itu.Besoknya setelah keliling Taif (kota no 
5 di arab saudi) kami diantar kestatiun,kembali ke Mekkah.
Rupanya bulan Ramadhan,orang berusaha berbuat baik pada orang lain,dan padfa 
bln Ramadhan sebagian besar adalah urang timur tengah.Ternyata pula urang2 yang 
i'tikaf tiap tahun,mengambil tempat yang sama sehingga bertemu lagi,bertemu 
lagi.Ternyata benar juga bahwa penghargaan pada dokter agak berlebihan.

Kalau yang ingfin 'umroh Ramadhan ,dianjurkan utk maambviek 10 hr terakghir dan 
upayakan i'tikaf.Waktu 'umroh kemaren ko,kami barangkek 19 Sept dan pulang 30 
Sept.Beberapa yang i'tikaf tahun2 sabalunnyo basuo baliek dan masih mengenali 
nyo panggie " dotor".

 
 
Wassalam'
 
 
 
Hilman Mahyuddin.


Pada 25 Oktober 2008 16:00, suheimi ksuheimi <[EMAIL PROTECTED]> menulis:




Ajo Doto  maucapkan tarimo kasih nan sabanyak2nyo ka ajo duta
ataas penjelasannya
 
salam
 
K Suheimi





From: ajo duta <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]

Sent: Saturday, October 25, 2008 12:57:29 PM
Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: T a m u





Sanak ambo Ajo Doto  nan ambo hormati,
 
Sekedar maingekkan sajo. Sebaiknyo sebutan "negro" untuk urang Afrika atau
keturunan Afrika indak dibiasokan. Takuik ambo tabao kebiasaan itu kalau sanak
pai ka Amrik bisa menjadi masalah, sebab itu adolah penghinaan nan bisa mambao 
awak
ka pinjaro.
 
Wassalam
ajoduta/61/usa
 


 
On Fri, Oct 24, 2008 at 9:37 PM, suheimi ksuheimi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:





T A M U
Oleh: K. Suheimi
 
Menjadi tamu orang Arab itu enak dan menyenangkan, apalagi menjadi tamu di saat 
berbuka di Masjidil Haram.
Sabtu 27 September 2008,  menjelang berbuka puasa saya tekun baca Al Qur'an 
Qur'an dan terjemahannya. Tulisannya jelas, kertasnya tipis dan bagus. Kita 
lihat bahasa arab dan kit abaca terjemahannya , ini merupakan kesenangan dan 
kepuasan tersendiri di Masjidil Haram. Apalagi kata guru saya shalat di 
Masjidil Haram dapat imbalan pahala 100.000 kalilipat. Baca Al Qur'an Qur'an 
disana juga dapat kelipatan 100.000 kali. Maka hari-hari dan waktu di MAsjidil 
Haram di manfaatkan kalau tidak shalat y abaca Al Qur'an Qur'an. Kalau mata 
pedihdan berair, ikuti saja bacaan  para Hafiz  orang yang hafal Al Qur'an . 
Kita dapat menyimak bacaan yang lebih betul dan lebih baik.

 
Sedang asyik mempelajari Al Qur'an itu tiba-tiba saya di tegur "Bapak dari 
Indonesia?". Saya Muhammad Ali dulu berasal dari Indonesia, sekarang kerja di 
Makkah, kata pemuda itudengan sopan.

 
Setelah ngomong kesana sini, baru dia tahu bahwa profesi saya adalah seorang 
dokter. Rupanya di Makkah itu profesi dokter di hormati. "Kalau bapak berkenan" 
katanya. "Bos saya akan senang sekali bila bapak bias berbuka bersamanya".  
Ajakannya ini saya anggukkan  dan kami pergi ke tempat bosnya  di Pintu 51  
dekat Ka'bah.

 
Mengetahui bahwa saya adalah seorang dokter, maka saya di kenalkan dengan para 
undangan lain yang sudah memenuhi tempat hidangannya. Terasa benar saya dapat 
perlakukuan khusus, kerna saya jadi tamunya. Semua makanan yang enak di 
perbasakannya pada saya. Sambil dia nanya soal-soal kesehatan yang saya jawab 
dengan lancer.

 
Saya teringat ssahabat Negro yang juga Hafizs Al Qur'an yang menceritrakan 
penyakit istrinya , kebetulan  istrinya mengalamai perdarahan terus0terusan 
dari Rahimnya. Betapa senangnya Negro itu ketika saya buatkan Resep untuk 
strinya. Persahabatan kami semakin kental dan saya semakin sering dapat ajaran 
dari dia yang dengan sangat lancer membaca Al Qur'an .

 
Nasib baik hari ini saya jadi tamu orang arab, saya di suruh duduk diatas 
sajadah yang empuk, saya di tawari kurma yang terbaik, juga Rutap kurma muda 
yang enak dan berair. 

Bahkan setelah selesai shalat Tarwih, di bentangkannya kembali tikarnya  lalu  
kami santap bersama. Luar biasa, orang arab yang sangat menghormati tamu dan 
berbuat baik pada tamunya.

 
Apakah karena ini di Masjidil Haram, ataukah karena bertepatan bulan puasa. 
Kerna memberi makan orang yang beruasa dia akan dapat imbalan sebanyak orang 
berpuasa itu dapat pahala tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa. Dan 
setiap amal shaleh dan ikhlas yang di kerjakan di Bulan Ramadhan akan dapat 
balasan yang luar biasa dari Allah s.w.t.  Tapi yang jelas yang saya rasakan, 
memang enak jika kita menjadi Tamu orang Arab

 
Untuk itu ingin saya petikkan sebuah Firman Suci Nya dalam Al qur'an 
 
Dan tatkala Yusuf menyiapkan untuk mereka bahan makanannya, ia berkata:"Bawalah 
kepadaku saudaramu yang seayah dengan kamu (Bunyamin), tidakkah kamu melihat 
bahwa aku menyempurnakan sukatan dan aku adalah sebaik-baik penerima tamu (QS. 
12:59)

 
Masjidil Haram 27 September 2008





-- 
Wassalaamu'alaikum

ajoduta/61/usa













      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke