LOBSTER TIARAP ITU

 

 

 

By :Jepe '83

 

Saya suka juga membolak balik majalah gaya hidup kaum urban yang serba
wah  dengan penampilan yang trendi, up to date dan fashionable. Iklan
majalah tersebut dengan kertas mewah mengkilap penuh warna menampilkan
produk-produk fashion kelas atas (branded) yang memanjakan pemakainya
mulai  dari ujung rambut sampai ujung jari kaki. Lihatlah sebuah jam
tangan sportif yang elegan yang diperagakan oleh seorang pembalab
formula one yang terkenal, harga jam ini bisa jadi lebih mahal dari
sebuah rumah sederhana type 36 atau sebotol parfum Paris  yang harganya
saya perkirakan sanggup membeli susu anak saya selama 2 bulan.Semua
produk fashion dalam iklan majalah gaya hidup tersebut rata-rata barang
bermerek dan dikenal dunia.

 

Begitu juga iklan tempat-tempat rekreasi di dunia yang indah ,  eksotik
dan berkelas,  jika kita ingin berkunjung disana seperti merasa di surga
begitu rayuan kata-kata yang disampaikan iklan tersebut.Mata saya
sejenak tertumbuk pada sebuah iklan hotel berbintang lima (mungkin
lebih) dengan menampilkan restorannya yang berkelas.Sepasang
professional muda sedang menikmati "candle light dinner", dihadapan
mereka terhidang sebuah lobster dalam keadaan utuh sedang tiarap
disebuah piring mewah, kiri kanan lobster tersebut dihiasi sayur-sayuran
yang berkelas.Didepan mereka sebuah gelas anggur nan seksi tertata apik,
nampaknya pelayan baru saja menuangkan "white wine" yang bermutu kedalam
gelas anggur seksi mereka,  ini ditandai masih ada gelembung kecil yang
kelihatan dari gelas kaca transparan tersebut.

 

Lobster tengkurap ? pikiran saya lansung menerawang saat saya berada di
Pulau Sipora Mentawai, begitui puas saya menikmati udang lobster ini
disana dalam keadaan utuh, hidup dan segar.Lobster ini juga bagian
interaksi sosial saya dengan masyarakat tempatan yang berprofesi
nelayan.Jika musim lobster tiba inilah cara cepat mendapatkan uang bagi
nelayan atau penduduk yang sehari-hari hidupnya tergantung dari hasil
laut.Saya menfasilitasi segala keperluan mereka dalam menangkap lobster
dimalam hari dan juga saya sangat menikmati hari-hari di camp bersama
penduduk tempatan dalam semua aktivitas menangkap dan mendapatkan hasil
laut sebagai sumber mata pencarian utama mereka.

 

Perlengkapan menangkap lobster secara sederhana tersebut adalah senter
berkekuatan cahaya 4 buah baterai yang dibalut dengan karet ban dalam
mobil sedemikian rupa sehingga tahan air, sarung tangan dan kaca mata
menyelam.Malam harinya saya bersama beberapa penduduk dengan memakai
long boat bermesin 40 PK kami menuju Pulau Pitojat yang berjarak tempuh
sekitar 15 menit dari Camp saya yang terletak di Dusun Berimanua.Saat
pasang naik akan surut kami membuang jangkar disebuah perairan karang
yang dangkal dengan kedalaman 2-3 meter, lalu kawan-kawan nelayan saya
yang berpengalaman ini menceburkan diri dengan perlengkapan sederhana
tersebut, sementara saya dengan operator boat menunggu diatas sambil
memancing dan menikmati keindahan pantai dan laut dimalam hari dengan
kerlap-kerlip berjuta bintang dilangit..

 

Lobster yang bersembunyi disela-sela karang ketika matanya disorot
cahaya senter hanya bisa diam dan terpaku, lalu dengan sigap kawan-kawan
nelayan saya ini menangkapnya sama tangan yang telah dilapisi sarung
tangan kain (rajutan).Mereka lalu muncul kepermukaan sambil membawa
lobster hasil tangkapan. Kami di long boat menunggu dan memasukan
lobster dalam keadaan hidup kedalam jaring khusus yang dibenamkan ke
laut dan diikat di buritan boat.Menjelang tengah malam sekitar jam 11
kami kembali ke bibir pantai dusun Berimanua, hasil tangkapan lobster
yang berada di jaring kami pindahkan kesebuah karamba khusus di pinggir
pantai yang tenang dikedalaman 1-1,5 meter. Keramba ini diatasnya kami
kasih pelambung seperti bola besar atau dikenal dengan nama boya-boya,
lalu boya-boya tersebut kami ikat dengan tali nilon jemuran ke tonggak
dermaga untuk  mencegah  keramba apung tidak hanyut diseret arus
ketengah lautan.

 

Hari-hari saya bersama kawan-kawan di camp jika musim lobster tiba, maka
kami mencicipi lobster tersebut, cara memasak kami sederhana saja yaitu
direbus dengan air atau disop tanpa bumbu yang kuat, lalu kami makan
dengan saus sambal kecap dengan irisan cabe rawit, bawang merah dan
diperasi jeruk nipis. Lezatnya..waw tidak tertahankan, dagingnya sedikit
kenyal, gurih dengan rasa yang khas. Lobster-lobster tersebut jika saya
pulang (day off) ke Padang diakhir pekan, setelah di packing sedemikian
rupa dalam karton sesampainya pelabuhan Muara Padang sudah ada yang
menunggu untuk membelinya.Timbang beratnya dan uangnya kontan, selesai
menerima uang dari "Toke Lobster" saya lansung pulang ke rumah. Baliknya
kembali ke Dusun Berimanua kawan-kawan nelayan saya telah menunggu uang
tersebut untuk di bagi-bagi sesuai dengan kontribusi dan jerih payah
mereka dalam menangkap lobster dimalam hari.

 

Bagi saya inilah bekerja bukan saja menyilam sambil minum air tapi
sambil menyilam minum air sekaligus "makan-makan" terjemahan bebas dari
kalimat tersebut adalah sambil bekerja makan lobster yang masih segar
dan sekaligus mencari pendapatan tambahan dari sebuah kesenangan larut
bersama kehidupan nelayan,  walau pada akhirnya pendapatan tambahan
tersebut saya belanjakan untuk kebutuhan alat-alat dan peralatan
memancing dan menangkap hasil laut.

 

Jika ingat iklan restoran berkelas di hotel mewah dalam majalah gaya
tersebut, saya membayangkan berapa ratus ribu rupiah kita harus membayar
untuk sebuah lobster yang tiarap di piring mewah tersebut. Imajinasi
saya lainnya adalah jangan-jangan lobster tiarap yang menjadi bintang
iklan tersebut berasal dari hasil tangkapan kawan-kawan nelayan saya di
dusun Berimanua-Mentawai..Who Know ?

 

Pekanbaru, 25 November 2008

Tulisan terinspirasi ketika membaca sebuah majalah gaya hidup.

 


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN:
- Wajib mematuhi Peraturan Palanta RantauNet, mohon dibaca & dipahami! Lihat di 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi anda pada setiap posting
- Dilarang mengirim email attachment! Tawarkan kepada yg berminat & kirim 
melalui jalur pribadi
- Dilarang posting email besar dari >200KB. Jika melanggar akan dimoderasi atau 
dibanned
- Hapus footer & bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Jangan menggunakan reply utk topik/subjek baru
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk dpt melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

<<inline: image001.jpg>>

Kirim email ke