Dalam perjalanan memimpin sekitar 10.000 pengikutnya untuk membebaskan
Mekah, Nabi s.a.w. melihat seekor induk anjing sedang menyusui anaknya
yang baru lahir. Khawatir gelombang pasukan akan mengganggunya, beliau
menyuruh Ju'ail orang Damrah agar menjaganya sampai setiap kontingen
lewat.

Momen sederhana, tetapi cukup menampilkan kebesaran pribadi Kanjeng
Nabi terebut dapat ditemukan dalam biografi Nabi yang ditulis oleh
Martin Lings. 

Sebagai seorang mualaf, Martin Lings (Abu Bakr Siraj al-Din), di
Indonesia mungkin tidak setenar Muhammad Asad (Leopold Weiss),
Marmaduke Pickthall, bahkan Murad W Hofmann atau Jeffrey Lang.

Namun Sufi, Penyair, dan Cendekiawan yang wafat tanggal 12 Mei 2005
lalu dalam usia 96 tahun tersebut meninggalkan karya besar dan  
sangat luar biasa: "Muhammad : His Life Based on the Earliest Sources".

Martin Lings, pemegang gelar sarjana bahasa Inggris dari Oxford
University dan sarjana sastra Arab dari London University lahir di
Burnage, Lancashire, Inggris tanggal 24 Januari 1909, mempelajari
Islam setelah pada Tahun 1940 secara "kebetulan" diminta mengajar di
Universitas Kairo. Setelah banyak berhubungan dengan ajaran Sufi
Shadlhiliyya, Lings berketetapan hati untuk masuk Islam.

Dengan keahlian yang seolah tak tertandingi, Lings menghadirkan pada
kita riwayat hidup Nabi Muhammad SAW dengan narasi dan detil
mengagumkan. Buku tersebut, oleh banyak kalangan dinilai sebagai salah
satu buku biografi Rasul terbaik yang pernah diterbitkan. Hanya
seorang berkemampuan istimewalah yang dapat menghasilkan buku
sedemikian menyentuh.  

Seperti ditulis Prof. Annemarie Schimmel dalam  "And Muhammad Is His
Messenger", kehidupan Nabi yang kita kenal berasal dari sumber yang
berbeda-besa. Kitab Suci Al-Quran yang diturunkan kepada beliau
berisikan perujukan-perujukan tak langsung ke kejadian-kejadian dalam
kehidupan Nabi. Lebih lanjut, ucapan-ucapan dan riwayat-riwayat
mengenai tindakan-tindakan beliau dilestarikan dengan cermat dan
dikumpulkan sehingga membentuk dalam waktu berabad-abad suatu ikhtisar
besar, yang menunjukkan bagaimana masyarakat melihat beliau, yang
bersama-sama dengan beberapa sumber awal lainnya merupakan bahan
mentah bagi sirah atau biografi Nabi yang disusun oleh Ibn Ishaq (w
768 ± M) dan kemudian disunting oleh Ibn Hisyam (w ± 830 M). Dan
seperti dikemukakan oleh Karen Armstrong dalam biografi Nabi Muhammad
yang ditulisnya, para penulis biorafi Nabi tersebut  tidak begitu saja
menerima hadis-hadis sahih tentang kehidupan Nabi, tetapi menelitinya
dan menyaringnya lagi.

Ditulis dari perspektif seorang cendekiawan-sejarahwan yang juga
mempraktekkan Islam dalam keseharian, "Muhammad" cepat terkenal dan
menjadi bacaan wajib mengenai kehidupan Nabi. Buku ini sudah
diterjemahkan ke dalam 10 bahasa, termasuk bahasa Indonesia  serta
memperoleh sejumlah penghargaan dari dunia Islam.

Profesor Hamid Dabashi dari Columbia University, mengungkapkan
kekagumannya. "Ketika membaca buku "Muhammad" karya Lings, kita akan
bisa merasakan semacam efek kimia pada narasi dan komposisi bahasa
yang terkombinasi dengan keakuratan serta gairah syair. Lings adalah
cendekiawan-penyair," katanya.

Di bukunya ini Lings juga sangat berhasil menampilkan Nabi sebagai
manusia yang utuh, yang bisa bisa sedih, kecewa dan marah, yang 
menjadikan biografi ini menjadi sangat hidup sehingga pembaca muslim
tidak jarang meneteskan air mata membacanya.

Dibandingkan dengan biografi Nabi yang ditulis oleh Karen Armstrong
yang juga mempunyai gaya bertutur yang kuat, "Muhammad"-nya Martin
Lings memang lebih lengkap dan komprehensif. Namun menurut pengamatan
saya di Indonesia, "Muhammad" kayaknya kalah pamor dari "Muhammad :
Biografi Sang Nabi" yang ditulis oleh Karen Armstrong.

Co-Team Leader Proyek tempat saya bekerja di Semarang selama lima
bulan terakhir sampai dengan akhir November lalu yang juga sahabat
saya cukup lama karena pernah kami sama-sama bekerja di Biro Konsultan
Engineering, tempat saya bekerja dulu selama 14 tahun adalah seorang
mualaf. Di suati waktu senggang memperlihatkan kepada saya Biografi
Nabi yang ditulis Karen Armstrong kepada saya, yang menurut dia
dibelikan olehnya oleh seorang kenalan baiknya, seorang insinyur
teknik lingkungan senior dan pengusaha sukses. Saya sendiri punya dua
edisi Biografi Nabi dari Karen Armstrong yang ditulisnya sebelum dan
sesudah peristiwa WTC 9/11/01. Karen dianggap lebih objektif karena
dia seorang non-muslim. Penulis biografi Nabi tidak perlu menjadi
seorang Muslim untuk dapat bertutur secara jujur terhadap Junjungan
lebih dari satu miliar penghuni bumi saat ini. Karya ilmiah Marshall
G. S. Hodgson "The Venture of Islam," Volume 1 hampir seluruhnya
bertutur tentang Sang Nabi yang hampir tidak berbeda dengan biografi
yang ditulis Martin Lings atau sarjana-sarjana Muslim lainnya. Prof
Schimmel sendiri menulis bahwa biografi Nabi favoritnya adalah yang
ditulis oleh Prof Tor Andrae dari Uppsala University (Muhammad: Sein
Leben and Sein Glaubi, Gottingen, 1932) yang banyak menampilkan
sisi-sisi sufistik dari kehidupan Sang Nabi. Buku ini setahu saya
belum ada yang menerjemahkan ke Bahasa Indonesia, dan saya sendiri
belum pernah melihat edisi Inggrisnya, terbitan New York 1960, di
Indonesia.

Para Muslim terdidik umumnya `mengenal' pribadi Nabi secara utuh
melalu Sirah atau Biografi (lengkap) Sang Nabi sehingga usaha untuk
mendistorsi dan kemudian mengeksploitasi beberapa noktah untuk
melakukan pembunuhan karakater terhadap beliau baik yang amatiran
(seperti kasus "kartun Nabi" di Internet belum lama ini) maupun yang
lebih canggih tidak ubahnya hanya seperti usaha-usaha "meludah ke
langit".    

Kembali ke Martin Lings, komitmennya terhadap Islam terbawa sepanjang
hayat. Bahkan 10 hari sebelum meninggal dunia, Lings masih sempat
menjadi pembicara di depan tiga ribu pengunjung pada acara Maulid Nabi
Muhammad, bertajuk 'Bersatu untuk Sang Nabi' yang diadakan di Wembley.
Dan Lings mengatakan, itu adalah pertama kalinya dia berbicara
mengenai makna kehidupan Nabi Muhammad dalam waktu 40 tahun.

Gajah mati meninggalkan gading, Harimau mati meninggalkan belang,
Martin Lings wafat meninggalkan karya besar: "Muhammad : His Life
Based on the Earliest Sources".

Wassalam, Darwin
* dari beberapa sumber, antara lain : "Martin Lings Sang Sufi,
Penyair, dan Cendekiawan" (Republika, 24/6/2005).

Tulisan ini juga dapat dibaca di Superkoran (www.superkoran.info)



--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [EMAIL PROTECTED] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke