Assalamualaikum wr. wbr. Sanak di Palanta Rantaunet nan ambo muliakan, ambo foward (taruiahan) jawaban satantangan posting Pak Noersal Samad yang berjuduk "Angek Talingo" seperti barikuik di bawahko, silahkan dikomentari/bari masukan di "Palanta PakGuru", untuk bisa mangomentari sanak haruih masuak mandaftar ka Palanta PGOL, dengan mangirim e-mail kososng ke : [email protected] atau kunjungi website : http://groups.yahoo.com/group/pakguruonline/ kamudian klik menu "join this group"
Sakitu dulu pambaritahuan dari ambo, mohon pamit. Wassalam, Zulfikri Rky. Mulie (Anggota Rantaunet - Nomail) ----- Original Message ----- From: fekrynur To: [email protected] Cc: Jurdik Bing UNP Sent: Friday, December 12, 2008 12:24 AM Subject: Re: [pakguruonline] Re: [...@ntau-net] Angek Talingo Pak Saaf Yth. Sebetulnya yang paling tepat menjawab pertanyaan ini tentu Bapak Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Sumbar, Drs. H. Burhasman Bur, MM, dan atau staf yang ditugaskan baliau di tataran esselon 3.Saya memang mantan guru bhs Inggris di SMA, dan kini masih ikut mengajar di Jurusan Sastra Inggris, FIB, di Univ Bung Hatta, Tugas saya di Disdikpora menjadi pengawas sekolah untuk matpel Bhs Inggris. Kalaupun saya coba menjawab, anggaplah ini jawaban sementara Dalam pengamatan saya, yang perlu saya sampaikan tentang pengajaran bahasa Inggris di SMK, termasuk rumpun pariwisata dan perhotelan, adalah bahwa sepertinya SMK itu mempunyai 'clique' /kelompok tersendiri dalam pembinaannya. Orang-orang yang berlatar belakang SMP dan SMA (pendidikan menengah umum) seperti saya dan dua orang pengawas matpel bhs Inggris lainnya, selama ini (paling tidak, sampai dengan 3 tahun terakhir), tidak diikut sertakan di kantor Dinas Pendidikan dan atau Kantor Wilayah Depdiknas. Clique tersendiri maksudnya:1) apa-apa yang bersifat pelatihan guru untuk bhs Inggris di SMK langsung ke Jakarta, tidak ada di tingkat propinsi. 2) Kalau ada pelatihan atau kegiatan keproyekan di tingkat propinsi dari dana APBN yang melibatkan instruktur untuk guru Bing SMK di Sumbar saya (para pengawas) tidak mendengar apa-apa tentang itu. Barulah dalam tiga tahun terakhir ini kami 3 orang pengawas matpel Inggris propinsi (yang berlatar pendidikan umum semua) dilibatkan sekedar untuk kegiatan seleksi calon peserta Sumbar untuk Debat Bhs Inggris di tingkat nasional. Yang cukup kuat bhs Inggris mereka adalah dari 3 SMK saja, yaitu SMK Pariaman, SMK 2 Bukittinggi, dan SMK Solok, (semuanya dari rumpun business - SMEA) Saya tidak tahu tentang siswa SMK Sumbar yang menjadi utusan kita untuk ikut bimbingan di Medan itu. Mereka mungkin dipilih saja langsung oleh pimpro atau satker SMK di propinsi dengan menampung masukan dari kepala SMK Kepariwisataan terkait, yang mungkin tidak memahami betapa pentingnya penguasaan matpel, yang dikeluhkan oleh Bpk Noersal Samad, di bawah. Pengalaman saya mengajar bhs Inggris di STM, sebagai guru honorer tahun 1980 - 1981 di Padang, memang tidak 'menggembirakan. Rata-rata anak sekolahnya tidak membuat kemajuan apa-apa, yang berarti, selama belajar di STM waktu itu. Ini tidak dalam matpel Inggris saja tetapi juga untuk matematika dan bahasa Indonesia yang termasuk 'matapelajaran umum', menurut mereka dan para guru fak-STM, ketika itu. Mestinya, jaman sekarang, fenomena penolakan terhadap bhs Inggris, bhs Indonesia dan matematika oleh siswa SMK apalagi yang berlatar belakang kepariwisataan tidak harus terjadi lagi. Menurut saya, perubahan ini harus dimulai ditataran kantor saya, Disdikpora Propinsi terlebih dahulu. Sebetulnya saya ingin bercerita panjang dengan Pak Saaf tentang pendidikan di kampuang kito; ya tentang pendidikan bhs Inggris dan juga pendidikan dasar dan menengah secara keseluruhan. Menurut saya kelemahan pendidikan kita tidak akan pernah menguat selagi pembinaannya diotonomikan (baca- diserahkan) ke kabupaten dan kota. Bahkan, kalau bisa, pendidikan dasar dan menengah ini semestinya tidak diserahkan ke otonomi di tingkat propinsi sekali-pun; tetap saja dia di bawah Departemen Pendidikan Nasional di Jakarta. Berdayakan kembali kantor Depdiknas di propinsi dan kabupaten kota, seperti dahulu. Artinya apa? Kembalikan penanganan pendidikan termasuk urusan pengangkatan: guru, kepala sekolah, dan kepala dinas/ kakandep prop dan kab-ko-nya di bawah orang pandai soal pendidikan. Sekarang, semua lembaga pendidikan telah dirasuki oleh nuansa politik dan nepotisme perkoncoan pejabat (kabupaten dan kota); semua merasa bisa 'membina sendiri' persekolahannya. Disdikpora Provinsi disepelekan saja oleh pemkab-ko beserta jajarannya ke bawah -- sampai sekolah. Sekali lagi. Saya tidak percaya bahwa pendidikan (persekolahan) kita akan lebih baik mutu proses belajar mengajar dan siswa lulusannya sebelum sistem pembinaannya dikembalikan kepada ahlinya. Dikembalikan-pun, hasilnya belum akan dapat dilihat sampai dengan paling cepat 4 tahun berjalan pembinaan di tangan 'Depdiknas'. Sekarang pendidikan kita diurus orang politik praktis yang lagi berkuasa di masing-masing kab-ko; diurus oleh orang dari berbagai latar belakang ilmu dan bidang kerja (departments). Nuansa seperti ini juga mulai mengental di tingkat propinsi. Kasihan ya...!? Fekrynur, Pengawas Sekolah Disdikpora Prov Sumbar. 51 tahun, sebentar lagi mau pensiun saja. ----- Original Message ----- From: Dr.Saafroedin BAHAR To: [email protected] Cc: [email protected] Sent: Thursday, December 11, 2008 10:26 AM Subject: [pakguruonline] Re: [...@ntau-net] Angek Talingo Waalaikumsalam w.w. Sanak Noersal Samad dan para sanak sa palanta, Ambo kabatulan dosen juo, di S2 UGM, di S2 UGM-Lemhannas, dan di STIN Bogor. Sayang agak jarang ambo maaja mahasiswa nan urang awak, sahinggo keluhan sanak agak mangajuikkan ambo, apolagi pak Emil Salim dahulu pernah merencanakan ka manjadikan Sumbar sabagai pusat 'industri otak'. Ambo samo sakali indak picayo bahaso anak-anak kito labiah randah kamampuannyo dari anak-anak Indonesia nan lain. Kok baitu apokoh nan salah ? Baa Sanak Fekry Nur dan para sanak pandidik di Ranah, lai bisa diagiah pencerahan kami-kami nan di Rantau ko ? Wassalam, Saafroedin Bahar (L, masuk 72 th, Jakarta) Alternate e-mail address: [email protected]; [email protected] ------------------------------------------------------------------------------ From: Noersal Samad <[email protected]> To: [email protected] Sent: Thursday, December 11, 2008 9:02:57 AM Subject: [...@ntau-net] Angek Talingo Assalamualaikum WW. Kapado para Sanak di palanta RN yth., Ambo diagieh kesempatan maaja "Mahasiswa Pilihan (?)/ Teladan" dari Sumbar sebanyak labieh kurang 50 urang, Jurusan Tour & Travel, Tahun Pertama, salamo 3 (tigo) bulan. Ampie satiok batamu jo dosen nan maaja mereka batanyo kapado ambo: "Pak Noersal, baa kualitas mahasiswa "Pilihan" nan dari Padang (urang di luar Sumbar manyabueknyo baitu) tu?" Ditambahkan lagi pertanyaan susulan, "Bodoh - bodoh ya?" Di tampek awak, urang sabuik andie atau pandie alias pandir(?) Yo, angek talingo ambo. Ndak dijawab salah. Di jawab memang baitu. Dek panasaran ambo tanyo dosen Agama. Jawabnya, "Saya bingung Pak, kok orang dari Padang yang agamanyo kuat, kok tidak lulus ujian Agama Islam. Saking bingungnya, saya beri saja angka "3", kan kalau orang Islam dikasih angka "0", ndak lucu kan? Astagfirullah. Akhirnya, saya tanya semua dosen yang mengajar mereka. Jawabnya seperti paduan suaro. "Iya ya katanya "Siswa Teladan", mungkin KKN barangkali ya?" Saya bertanya dalam hati: "sia nan lah KKN, kok mereka bisa disabuik "teladan" atau "tapilieh"? Jadi berapa % yang angka mereka di atas "5"? "Paling-paling 10%," jawab mereka. Ambo kiro angko-amgko ambo se nan buruak. Ambo pikie itu wajar, karano urang awak seketek sakali yang namuah belajar "Bahasa Asing". Mungkin ambo salah (bias), Tolonglah Sanak selidiki. Secara jujur. Apakah benar saya bias, karena saya tinggal di luar Sumbar. Apalagi, kebetulan saya memberikan pelajaran khusus, namonyo: "Specialized English for Tourist Business", bukan bahaso Inggrih umum. Mungkin wajar kok angko-angko mereka buruak, Karano banyak istilah-istilah khusus (Technical Travel Terms). "Pak Noersal, sebenarnya banyak diantara mereka dapat nilai "nol", tetapi policy sekolah melarang memberi angko "0", jadi kami beri saja "3" Jadi terpaksa semua nilai mereka ditambah "3". Masya Allah. Saya tanya lagi:" Berapa % yang dapat angka "0" Kira-kira 30%. Innalillah. Ndak tahan mandanga keluhan-keluhan semua dosen mereka. Saya putus kan saja untuk "mundur teratur". Bukan lari dari tanggung jawab. Ambo takuek bisa-bisa "stroke" atau sakit jantuang gara-gara selalu di hadiahi senyum sinis ketika bertemu para dosen mereka. Untuang ambo la baranti jadi koordiantor mata kuliah Bahasa Inggris di STP Trisakti tahun 2000. Kalau indak, mungkin batambah mumat mamikiakan caro memperbaikinya. Ambo kiro cukueh sampai disiko. Kapalo ambo bisa babega, kalau ambo taruihkan carito ko. Tolonglah para Sanak carikan solusinyo. Iko kenyataan bukan "gunjingan" Ambo, sabananyo, ragu-ragu manyampaikan kapado para Sanak sakalian. Takuik, dek doso. Astagfirullah! Tolong ambo didoakan supayo tajauah dari doso. Tarimo kasih. Semoga Allah SWT memberkahi awak kasadonyo basarato ummat Islam nan tingga di Sumbar. Wassalam bil maaf, Kando Marajo L dakek 72 Bogor . ------------------------------------------------------------------------------ Selalu bisa chat di profil jaringan, blog, atau situs web pribadi! Yahoo! memungkinkan Anda selalu bisa chat melalui Pingbox. Coba __._,_.___ Messages in this topic (6) Reply (via web post) | Start a new topic Messages | Files | Photos | Links | Database | Polls | Members | Calendar MISI : Mendidik anak bangsa yang mampu mandiri, menjadikan dirinya dengan potensinya sendiri, serta berguna bagi bangsa, nusa dan agama Kirimkan masukan dan saran anda berupa : 1. Artikel, makalah atau tulisan singkat seputar pendidikan. 2. Jurnal pendidikan. 3. Laporan Action Research. 4. Berita dan issue strategis pendidikan, serta 5. Tanggapan anda Buku Sekolah Elektonik (BSE) gratis download klik url berikut : http://118.98.217.123/bse/ Arsip/klipping "artikel pilihan" postingan anggota millist pakguruonline klik di : http://pakguruonline.pendidikan.net/posting_artikel_pakguruonlineyahoogroups.html dan http://enewsletterdisdik.wordpress.com/artikel-opini/ Alamat moderator : Sekretariat APSI Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat. Lantai 3 - Jl. Jend. Sudirman No. 52 Padang Sumatera Barat - Indonesia Related Link : http://enewsletterdisdik.wordpress.com/ Change settings via the Web (Yahoo! ID required) Change settings via email: Switch delivery to Daily Digest | Switch format to Traditional Visit Your Group | Yahoo! Groups Terms of Use | Unsubscribe Recent Activity a.. 5New Members Visit Your Group Give Back Yahoo! for Good Get inspired by a good cause. Y! Toolbar Get it Free! easy 1-click access to your groups. Yahoo! Groups Start a group in 3 easy steps. Connect with others. . __,_._,___ --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
