Assalamu'alaikum mamak sadonyo..
Saketek sharing dari kamanakan, katiko kamanakan kuliah di teknik industri 
unand, ado kejadian yg sangat menarik ttg appresiasi pendidikan iko...
Caritonyo kami di himpunan mhs mandapek undangan utk Lomba Keilmuan Teknik 
Industri yg diadakan oleh Univ Indonesia, lomba itu alah tiok tahun 
diselenggarakan di UI.. Utk Unand iko nan patamo di undang, kemudian kami 
bentuk team utk brkt dan team cari dana, tapi iyo indak ado dr Univ n Jurusan 
nan membantu..akhirnyo kami brkt dgn dana pribadi dan dr sumbangan kawan2... 
Lomba yg diikuti UI, ITB, ITS, UGM, Atmajaya, dan Univ ternama lainnya yg 
masing2 mengirim 2 team kecuali unand..saat itu alhamdulillah kami dapek 
peringkat 3..tp tetap tidak ada tanggapan banyak dr Rektor yg saat itu Pak 
Marlis, wagub kita skrg...

Mungkin dr patamo para petinggi tidak mengira akan dapat prestasi,shg tidak 
menggubris sdkt pun ttg hal ini..

padahal menang atau kalah itu urusan Allah, setidaknya pengalaman dan mental 
kompetisi terbentuk yang disertai wawasan luas..
Moga pendidikan semakin maju, krn merupakan tonggak kedua stlh Keyakinan...

Wassalam

Roland Yulianto


-----------------------------------------
Sent by emoze push mail


-original message-
Subject:        Fw: [pakguruonline] Re: [...@ntau-net] Angek Talingo
Author: "Dr.Saafroedin BAHAR" <[email protected]>
Date:           12th December 2008 23:46

Pak Shofwan,  sungguh trenyuh  saya membaca keluhan para sanak kita yang 
menangani pendidikan dasar dan menengah di Sumatera Barat ini. Bisakah pak 
Shofwan mengangkat masalah ini sehingga menjadi pusat perhatian di Ranah, 
khususnya karena demikian pentingnya maslah pendidikan ini bagi masa depan 
keturunan kita di masa datang? 
  
 
Wassalam,
Saafroedin Bahar
(L, masuk 72 th, Jakarta)
Alternate e-mail address: [email protected];
[email protected]





----- Forwarded Message ----
From: Zulfirman <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Friday, December 12, 2008 4:25:22 PM
Subject: Re: [pakguruonline] Re: [...@ntau-net] Angek Talingo


2008/12/12 Zamris Habib <zamr...@yahoo. com>

Pak Fekry
  Jangan  putus asa dong Pak, saya tahu Bapak sangat perhatian sekali dg mutu 
pendidikan. Apa yg Bapak kemukakan itu sebenarnya sebuah gejala dlm situasi 
transisi. Kita berharap sebenarnya dengan otonomi daerah ditingkat Kab/Kota, 
agar setiap daerah berlomba2 memajukan pembangunan masyarakat dan daerahnya, 
ini bukan gejala di Sumbar saja. Peningkatan SDM  melalui   pendidikan adalah 
sebuah langkah awal yg harus disadari oleh Kab/Kota, tetapi seperti Bapak 
katakan bawa suasana politis, neopotisme masih sangat terasa. Tapi akan 
terlihat sekitar 10 tahun lagi (kalau kita masih hidup) nanti kab/kota tertentu 
akan melongo melihat Kab/kota tertentu yg maju, karena hampir disetiap propinsi 
ada Kab/Kota tertentu yg sangat konsen terhadap pendidikan. Kenapa yg lain 
kurang perhatian terhadap pendidikan Bapak pasti tahu jawabnya karena 
meningkatkan SDM baru kelihatan 10 sd. 15 tahun lagi, padahal 4 tahun setelah 
Kepala Daerah terpilih akan ikut kampanye lagi untuk
 pemilihan yad. hasil belum terlihat sebagai bahan kampanye
Maju terus Pak Fekry, P Zul, dan teman2


Wassalam,, 
Zamris Habib

 Media   & Teknologi Pendidikan







________________________________
From: fekrynur <fekry...@indosat. net.id>
To: pakguruonline@ yahoogroups. com
Cc: Jurdik Bing UNP <jur_dik_bing_ u...@yahoogroups. com>
Sent: Friday, December 12, 2008 12:24:19 AM
Subject: Re: [pakguruonline] Re: [...@ntau-net] Angek Talingo


Pak Saaf Yth.
  
 
Sebetulnya yang paling tepat menjawab  pertanyaan ini  tentu Bapak Kepala Dinas 
Pendidikan Pemuda dan Olahraga Sumbar, Drs. H. Burhasman Bur, MM, dan atau staf 
yang ditugaskan baliau di tataran esselon 3.Saya memang mantan guru bhs Inggris 
di SMA, dan kini masih ikut mengajar di Jurusan Sastra Inggris,  FIB, di  Univ 
Bung  Hatta, Tugas  saya di Disdikpora menjadi pengawas sekolah untuk matpel 
Bhs Inggris. Kalaupun saya coba menjawab,  anggaplah ini  jawaban sementara.
  
 
Dalam pengamatan saya, yang perlu saya sampaikan tentang pengajaran bahasa 
Inggris di SMK, termasuk rumpun pariwisata dan perhotelan, adalah bahwa 
sepertinya SMK itu mempunyai 'clique' /kelompok  tersendiri dalam  
pembinaannya. Orang-orang yang berlatar belakang SMP dan SMA (pendidikan 
menengah umum) seperti saya dan dua orang pengawas matpel bhs Inggris lainnya, 
selama ini (paling tidak, sampai dengan 3 tahun terakhir), tidak diikut 
sertakan di kantor Dinas Pendidikan dan  atau   Kantor Wilayah Depdiknas.. 
Clique tersendiri maksudnya:1)   apa-apa  yang bersifat pelatihan guru untuk 
bhs Inggris di SMK langsung ke Jakarta, tidak ada di tingkat  propinsi.       
2) Kalau ada pelatihan atau kegiatan keproyekan di tingkat propinsi dari dana 
APBN yang melibatkan instruktur untuk  guru Bing  SMK di Sumbar saya (para 
pengawas)   tidak  mendengar apa-apa tentang itu.
Barulah dalam tiga tahun terakhir ini kami 3 orang pengawas matpel Inggris 
propinsi (yang berlatar pendidikan umum  semua) dilibatkan sekedar untuk  
kegiatan seleksi calon peserta Sumbar  untuk Debat  Bhs Inggris di  
tingkat nasional.  Yang cukup kuat bhs Inggris mereka adalah dari 3 SMK saja, 
yaitu SMK Pariaman, SMK 2 Bukittinggi, dan SMK Solok, (semuanya dari rumpun 
business - SMEA)
  
 
Saya tidak tahu tentang siswa SMK Sumbar yang menjadi utusan kita untuk ikut 
bimbingan di Medan itu. Mereka mungkin dipilih saja langsung oleh pimpro atau 
satker SMK di propinsi dengan menampung masukan dari kepala SMK Kepariwisataan 
terkait, yang mungkin tidak memahami betapa pentingnya penguasaan matpel, yang 
dikeluhkan oleh  Bpk Noersal  Samad, di  bawah. 
 

Pengalaman saya mengajar bhs Inggris di STM, sebagai guru  honorer tahun  1980 
- 1981 di Padang, memang tidak 'menggembirakan. Rata-rata anak sekolahnya  
tidak membuat  kemajuan apa-apa, yang berarti, selama belajar di STM waktu itu. 
Ini tidak dalam matpel Inggris saja tetapi juga untuk matematika dan bahasa 
Indonesia yang termasuk 'matapelajaran umum', menurut mereka dan para guru 
fak-STM, ketika itu.
  
 
Mestinya, jaman sekarang, fenomena penolakan terhadap bhs Inggris, bhs 
Indonesia dan matematika oleh siswa SMK apalagi yang berlatar belakang 
kepariwisataan   tidak  harus terjadi lagi. Menurut saya, perubahan ini harus 
dimulai

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke