Rasanya tanggapan IJP ini yg paling pas mewakili kegundahan kita semua thd 
kebijakan sempit utk sensasi murahan ttp BERBAHAYA ini. Bawah sadar orang nanti 
akan memunculkan image bahwa Bukittinggi adalah KOTA MAKSIAT...?? Ini akan 
menohok kebanggaan banyak orang thd Kota tempat saya pernah bersekolah ini. Pak 
Djufri sadar gak akan dampak tindakan yang beliau pikir mulia atau beliau pikir 
akan menaikkan posisi politisnya ini...??

  Kalau anak atau keponakan yang bersalah, mestinya ya Orang Tua atau Mamaknya 
lah yang harus diajak bicara. Pendidikan di sekolah2 yg harus kita pertanyakan. 
Jangan Jam Gadang pulo nan dikorbankan... Jam Gadang itu bukan cuman milik Bkt 
doang. Tapi sdh merupakan aset Nasional dan salah satu ikon Pariwsta Indonesia 
ke manca negara...! 
   
  Walaupun begitu buat saya masih menyisakan pertanyaan yg mungkin tidak perlu 
dijawab lagi: "Bgmn ya ditengah himpitan puluhan ribu orang yg berdesakan di 
sktr Jam Gadang yg sdh semakin sempit areanya tsb kok kondom bisa berserakan 
dimana-mana...? Maaf, baa caro mamakainyo tu..? Atau ado 'urang iseng' utk 
manyerak-nyerakan kondom disitu...?". Antahlah...
   
  Mudah-mudahan arogansi kekuasaan dg menghambat hak individu utk menikmati 
keanggunan Jam Gadang milik publik ini hanyalah merupakan "kekhilafan" sesaat 
saja. Kenapa "tigo tungku sajarangan" Industri Pariwisata tidak diajak duduk 
bersama dulu sblm memutuskannya...? Ini bukan persoalan Pemko Bkt sorangan wae 
euy...
   
  Mohon maaf sebelumnya kalau kurang berkenan. Ttp ke luar milis, ini reaksi 
external saya sejak Februari 2008 lalu ketika pertama kali keputusan ini 
diumumkan Pemko Bkt. Saya pikir waktu itu dg berjalannya waktu, Pemko Bkt akan 
cukup smart utk men swap isunya menjadi SENI INSTALASI dr hanya sekadar 
"Menutup". 
   
  Jadi apa langkah2 dari yg peduli nih agar Bukittinggi tidak jadi identik dg 
Kota Maksiat...? Mudah-mudahan kita belum lelah dan tidak wait & see saja thd 
sensasi ini utk berkembang sendiri... Terima kasih...
   
  Wassalam,
  Nofrins
  www.4r5lb.west-sumatra.com
   
  NB:
  1. Maaf, sengaja ikua tajelo-jelo indak dipotong agar kita tidak kehilangan 
benang merah diskusi kita ini.
  2. Utk kawan2 Media yg ada di milis2 ini, mohon cross check dan konfirmasi 
dulu ke yg membuat statement ditulisan-tulisan ini sblm dijadikan artikel 
terbuka di media anda. Tp kita butuh kepedulian dan dukungan kawan2 semua sbg 
kontrol utk berbagai kebijakan publik. Thanks.
   
  Indra Jaya Piliang <[email protected]> wrote:
       v\:* {behavior:url(#default#VML);} o\:* {behavior:url(#default#VML);} 
w\:* {behavior:url(#default#VML);} .shape {behavior:url(#default#VML);}      
Ass. Saya sendiri menyayangkan rencana ini. Yg org bayangkan adalah Bukittinggi 
sbg tempat maksiat, bukan lagi sbg tempat wisata dan area pendidikan. Kalau 
alasannya adalah membuat kejutan, bisa saja. Tp mencegah org datang pd mlm 
tahun baru, sungguh sia2. Sekalipun jam gadang ditutuik kain, ambo yakin org2 
tetap datang dan memacetkan kota indah rupawan ini. 

Wass

Ijp  Sent from my BlackBerry® wireless device from XL GPRS network
    
---------------------------------
  From: "Elvis Syarif" 
Date: Sat, 20 Dec 2008 23:01:08 +0700
To: <[email protected]>; <[email protected]>
Subject: [West Sumatra Tourism Board] Re: Tidak Ada Perayaan Tahun Baru di Jam 
Gadang
  
    JAM GADANG KA DITUTUIK MALAM TAHUN BARU
   
  Saya pribadi hanya meberikan pendapat yang sederhana saja, kalo alasan 
penutupan jam gadang karena banyak ditemukannya alat kontra sepsi (sebagaimana 
berita yang pernah saya baca sebelumnya)………. Ya ditempatkanlah petugas keamanan 
disekitar jam gadang tersebut, seperti Satpol PP atau aparat lainnya. Tetapi 
hanya untuk mengawasi hal2 yang berbau maksiat … bukan untuk hal2 lain atau 
menakut-nakuti wisatawan atau masyarakat yang sedang menikmati suasana malam 
tahun baru.
   
  Mungkin bapak-bapak petugas tidak mau repot, karena mau mengikuti acara malam 
tahun baru juga ….. ????????
  Kenapa jam gadang hanya ditutup malam tahun baru saja, kenapa malam libur 
lainnya tidak ditutup… kalo alasannya akan dijadikan tempat maksiat. Lokasi jam 
gadang setau saya adalah area terbuka, jadi apa mungkin orang akan melakukan 
perbuatan maksiat di lokasi tersebut ???????
  Sungguh diluar dugaan saya, 49 tahun saya hidup didunia ini dan 40 tahun saya 
tahu Icon kota Bukittinggi adalah jam gadang,..
  Baru sekarang jam gadang ditutup untuk wistawan dan masyarakat bukittinggi 
sendiri
  Kalo memang mau ditutup juga (indak juo bisa dikecekkan atau diagiah tau) … 
tutuik bana sampai ka puncak-puncaknyo yo pak… kan nan di jambu aia lai ado juo 
anaknyo.
   
  Jadi   bukan begini caranya untuk mencari popularitas guna mendapat dukungan 
politik, 
   
  Maaf-maaf sajo kalo ado nan tasingguang.
   
  Wassalam
   
  Elvis Syarif
  Hotel Hangtuah
  Jl. Pemuda No. 1 Padang 25117
  Sumatera Barat
  Telp.+62.751.26556/26558
  Fax.  +62.751.840796
  Website. http://www.hotelhangtuah.com
   
      From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of 
aimzein
Sent: Saturday, December 20, 2008 5:42 AM
To: [email protected]; [email protected]
Subject: [West Sumatra Tourism Board] Re: Tidak Ada Perayaan Tahun Baru di Jam 
Gadang


   
  PENUTUPAN JAM GADANG PADA MALAM TAHUN BARU
   
  Assalamualaikum,
   
  Menurut saya tindakan Pemko ini adalah sensasi yang sengaja dibuat untuk 
memperoleh dukungan politik masyarakat dalam Pemilu Legislative 2009 mendatang. 
 Kalau tidak salah Walikota akan maju untuk pemilihan legislatif DPR RI 2009 
mendatang. Atau bisa juga ini merupakan ketidakmampuan Muspida setempat dalam 
menangani atraksi Wisata yang Cuma datang satu tahun sekali. 
   
  Perayaan Tahun Baru itu adalah sebuah event Pariwisata setahun sekali yang 
dinantikan banyak orang. Mulai minggu lalu semua hotel, tempat penginapan dan 
losmen sudah habis dibooking wisatawan. Pada umumnya mereka berasal dari 
Jakarta, Riau dan Sumbar sendiri.  Masyarakat  butuh atraksi wisata setahun 
sekali dan ingin menikmati suasana malam tahun baru di Jam Gadang untuk 
melepaskan kejenuhan, stress dan beban pikiran mereka.  Salahnya, beberapa 
orang yang dianggap tokoh, dengan entengnya bilang ini bisa menimbulkan 
maksiat. 
   
  Selama belum bisa merubah paradigma para tokoh / alim ulama ini maka akan 
sangat sulit kita dapat mempromosikan Pariwisata Sumbar.  Ini baru sebuah 
contoh saja. Masih banyak contoh-contoh paradigma keliru lainnya yang selalu 
mengkambing hitamkan Pariwisata dengan mudahnya.
   
  Perbuatan maksiat adalah perbuatan yang dilakukan oleh seseorang atau lebih, 
dimana perbuatan tersebut melanggar aturan agama. Tidak perlu pada acara tahun 
baru atau didalam hotel atau di obyek wisata orang melakukan maksiat.  Kita 
semua yang dewasa disinipun paham, bahwa maksiat dapat dilakukan dimana saja  
dan kapan saja
   
  Menurut saya kunci untuk pencegahan maksiat itu berada pada seberapa besar 
tingkat keimanan dan pengontrolan diri masing-masing individu.  Artinya disini, 
peranan pendidikan, orang tua, alim ulama dan pemerintah sejak pendidikan usia 
dini sangat penting.
   
  Karena tindakan pemerintah itu ekstrem, saya melihat dari sisi yang ekstrem 
juga.  Saya menilai tindakan, perbuatan atau opini yang mengarahkan serta 
mengkambinghitamkan Pariwisata sebagai suatu sumber maksiat adalah Refleksi 
Ketidak Mampuan Mereka dalam melaksanakan Tugas dan Tanggung Jawab Mereka 
sebagaimana disebutkan diatas.  Tanpa pikir panjang dan melihat kerugian dan 
keuntungan yang ditimbulkan , mudah saja mencari biang keladi siapa yang harus 
disalahkan.
   
  Bukannya memperbaiki sistem keimanan, pendidikan agama serta moral (karena 
tidak mampu), tetapi menyalahkan dan menunjuk hidung orang lain.  Memang benar 
kata pepatah, Semut di Ujung Lautan nampak, tetapi Gajah didepan Pelupuk Mata 
tak terlihat. 
   
  Mari sedikit kita renungkan effeknya:
   
  1.      Wisatawan Asing dan Lokal yang sudah sejak lama merencanakan liburan 
tahun baru bersama keluarga di Bukittinggi akan merasa dirugikan dan kapok 
serta tidak akan kembali lagi.   Sulit untuk membangun kembali pencitraan ini. 
Parahnya mereka akan merekomendasikan ke teman-teman atau keluarganya untuk 
jangan berwisata ke Sumatera Barat.
  2.      Devisa yang seharusnya masuk untuk membantu sektor ekonomi dalam 
situasi sulit krisis seperti sekarang akan lari dan sulit untuk kembali lagi
  3.      Menjadi pencitraan yang kontradiktif.  Dengan menutup Jam Gadang, 
malahan membuat kesan masyarakat kota Bukittinggi sudah dikhawatirkan moral dan 
imannya.
   
  Tentu saja disamping hal tersebut ada hal lain yang terjadi:
   
  1.      Pencitraan Pemko atau Walikota yang “CARE” terhadap pencegahan 
maksiat.
  2.      Ongkos biaya Kontrol Keamanan serta pekerjaan tanggung jawab yang 
seharusnya dilakukan oleh SATPOL PP akan menjadi hilang serta tidak perlu kerja
  3.      Ada sebuah sektor yang gampang dikambinghitamkan : Pariwisata
   
  Nah, inilah pendapat pribadi saya mengenai keputusan Walikota Menutup Jam 
Gadang sebagai Obyek Wisata pada Malam tahun baru.  
   
  Karena kesal dan gundah setelah membaca berita ini saya memutuskan untuk 
batal bersama keluarga saya berliburan disana dan saya pastikan saya, keluarga 
saya dan akan saya kampanyekan kepada teman-teman saya untuk tidak memilih 
mereka yang menutup Jam Gadang pada Pemilu 2009 nanti. 
   
  Saya akan beribur dirumah saja sambil menonton TV. Biarlah uang yang sudah 
saya siapkan untuk dibelanjakan pada masyarakat kota Bukittinggi tidak jadi 
saya keluarkan, karena hak individu saya selaku masyarakat untuk melihat jam 
Gadang dikebiri oleh penguasa lokal yang cari perhatian.
   
  Banyak maaf dan terima kasih.
   
  Salam,
   
  Aim Zein
   
   
   
   
   
   
   
      From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of 
Nofiardi
Sent: Thursday, December 18, 2008 6:24 PM
To: [email protected]
Cc: [email protected]
Subject: [West Sumatra Tourism Board] Tidak Ada Perayaan Tahun Baru di Jam 
Gadang


   
  Bukittinggi | Jumat, 19/12/2008 07:31 WIB
  Tidak Ada Perayaan Tahun Baru di Jam Gadang
  
Tahun Baru di Jam Gadang
Bukittinggi
(hasdiputra.wordpress.com)
  Bukittinggi, (ANTARA) - Komitmen Pemko Bukittinggi, Sumbar, akan menutup Jam 
Gadang dengan kain berwarna marawa pada malam pergantin tahun baru 2009 
mendatang kembali ditegaskan Walikota Bukittinggi, Djufri. 

Menurut Walikota Bukittinggi, Drs. H. Djufri, kepada antara-sumbar.com, 
komitmen yang telah dijadwalkan itu akan dilaksanakan pemerintah saat hari H, 
tepatnya pada malam pergantian tahun baru 2009 mendatang. 

"Kebijakan itu diambil berdasarkan hasil rapat Muspida," kata walikota. 

Kata dia, kebijakan itu merupakan bentuk sikap pemeritah menyikapi keluhan dari 
tokoh-tokoh masyarakat Bukittinggi bahwa perayaan malam tahun baru sering 
dijadikan momen untuk melakukan perbuatan maksiat khususnya pasangan muda-mudi.

"Ini tentunya akan mencemari Kota Bukittinggi sebagai Kota Beragama dan 
Beradat," tegasnya. 

Menurut dia, dengan ditutupnya Jam Gadang, maka pada malam pergantian tahun 
baru 2009 nanti, tidak ada perayaan di Kawasan Jam Gadang. 

"Pemerintah Kota tidak akan memberi izin ataupun memfasilitasi kegiatan 
perayaan malam tahun baru di Kawasan Jam Gadang," ucapnya. 

Terang dia, tindakan ekstrim tersebut sengaja diambil pemerintah karena 
indikasi adanya perbuatan maksiat yang terjadi pada malam pergantian tahun 
khususnya pada beberapa tahun terakhir, dimana seperti berserakannya alat 
kontrasepsi di sekitar kawasan Jam Gadang setelah perayaan malam pergantian 
tahun. (ham/wij) 
   
  The above message is for the intended recipient only and may contain 
confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you are 
not the intended recipient, you are hereby notified that any dissemination, 
distribution, or copying of this message, or any attachment, is strictly 
prohibited. If it has reached you in error please inform us immediately by 
reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary. Please delete the 
message and the reply (if it contains the original message) thereafter. Thank 
you. 
   
  No virus found in this incoming message.
Checked by AVG - http://www.avg.com
Version: 8.0.176 / Virus Database: 270.9.19/1856 - Release Date: 12/18/2008 
8:06 PM
  


 


       
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke