Ambo satuju jo pandapek sanak di siko. Menyayankan sikap Wako yg berpikir 
picik. Namun ambo raso di milis ko ado pencinta Wako tadi, ( bisa diliek dri 
postingan) mudah2an sajo pencnta tadi ko lai banyali manyampaikan ka Wako bahwa 
ide nyo manutuik Jam Gadang dek sisi " kondom" nan baserakan , bisa mambuek 
Wako tabuka pikirannyo. Penutupan Jam Gadang buka lagi dr sisi Maksiat, tp dr 
seni dan hanya simbol. Masih aluntalambek lai, masih ado bbrp hari lai. Jadi 
kito harapkan bana dalam bbrp hri ko , Wako buek stetmen nan labiah manusiawi 
dan tetap ado perayaan tutuik tahun di Jam Gadang.
 
Sakitu se rang palanta.

Heri Tanjuang (45)
Rang Tabiang
Paris, Perancis
HP : +33614397758 (baru diganti) pls dlt nan lamo
Fax :+33140598958
HP Indo : 0811885627 (hanyo utk SMS)

--- En date de : Dim 21.12.08, Lies Suryadi <[email protected]> a écrit :

De: Lies Suryadi <[email protected]>
Objet: Bls: [...@ntau-net] Re: Tidak Ada Perayaan Tahun Baru di JamGadang - 
artinya Bkt adl Kota Maksiat...??
À: [email protected]
Date: Dimanche 21 Décembre 2008, 13h37






Ambo satuju bana jo pandapek Sutan Tamamaik,
Ikon wisata Sumbar yang melekat kepada kota Bukittinggi bukan dibangun dalam 
satu malam. Sejak zaman Westenenk ikon itu telah dibangun, diperbesar imagenya 
dekade demi dekade. Sekarang diporakporandakan oleh walikotanya sendiri. 
Singkat cara berpikir orang ini.
 
Salam,
Suryadi





Dari: Sutan Tumamaik <[email protected]>
Kepada: [email protected]
Terkirim: Minggu, 21 Desember, 2008 12:20:55
Topik: [...@ntau-net] Re: Tidak Ada Perayaan Tahun Baru di JamGadang - artinya 
Bkt adl Kota Maksiat...??


Assalamu'alaikum.
Pak Nofrins, dan IJP serta sanak palanta yth.
Kekhawatiran Sanak tidak mengada-ada. Kini, dengan reaksi bebal sang
Wako, kita menghadapi masalah baru, yaitu berubahnya image orang
terhadap kota bukititinggi dari Kota Wisata menjadi Kota Maksiat.
Sebelum ini sudah terjadi banyak perubahan image; dari kota terbersih
menjadi kota terkotor, dari kota pendidikan menjadi kota tidak
berpendidikan, dari kota paling tertib dan teratur menjadi kota
centang prenang. Masalah ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.
Wako, sebagai pencipta image berbagai kebijakannya harus bertanggung
jawab. Mengurus kota kecil (25 km persegi) saja tidak becus bagaimana
mungkin akan mampu mewakili Rakyat Sumbar I di DPR.. Saya harap Djufri
tidak memaksakan dirinya sebagai wakil rakyat. Sebaiknya dia
beristirahat saja. Rakyat sudah menderita. Rakyat butuh pemimpin yang
berkualitas. Bukan pemimpim yang suka buat sensasi rendahan seperti
itu. Sistem pemilu kita masih menguntungkan dia. Satu-satu cara adalah
membuat masyarakat pemilih kita semakin cerdas. Mesti ada voter
education supaya rakyat tidak salah pilih lagi.

Wassalam

Sutan Tumamaik 43 KL



On Sun, Dec 21, 2008 at 9:53 AM, Yulnofrins Napilus <[email protected]> wrote:
> Rasanya tanggapan IJP ini yg paling pas mewakili kegundahan kita semua thd
> kebijakan sempit utk sensasi murahan ttp BERBAHAYA ini. Bawah sadar orang
> nanti akan memunculkan image bahwa Bukittinggi adalah KOTA MAKSIAT...?? Ini
> akan menohok kebanggaan banyak orang thd Kota tempat saya pernah bersekolah
> ini. Pak Djufri sadar gak akan dampak tindakan yang beliau pikir mulia atau
> beliau pikir akan menaikkan posisi politisnya ini....??
> Kalau anak atau keponakan yang bersalah, mestinya ya Orang Tua atau Mamaknya
> lah yang harus diajak bicara. Pendidikan di sekolah2 yg harus kita
> pertanyakan. Jangan Jam Gadang pulo nan dikorbankan.... Jam Gadang itu bukan
> cuman milik Bkt doang. Tapi sdh merupakan aset Nasional dan salah satu ikon
> Pariwsta Indonesia ke manca negara....!
>
> Walaupun begitu buat saya masih menyisakan pertanyaan yg mungkin tidak perlu
> dijawab lagi: "Bgmn ya ditengah himpitan puluhan ribu orang yg berdesakan di
> sktr Jam Gadang yg sdh semakin sempit areanya tsb kok kondom bisa berserakan
> dimana-mana....? Maaf, baa caro mamakainyo tu..? Atau ado 'urang iseng' utk
> manyerak-nyerakan kondom disitu...?". Antahlah...
>
> Mudah-mudahan arogansi kekuasaan dg menghambat hak individu utk menikmati
> keanggunan Jam Gadang milik publik ini hanyalah merupakan "kekhilafan"
> sesaat saja. Kenapa "tigo tungku sajarangan" Industri Pariwisata tidak
> diajak duduk bersama dulu sblm memutuskannya...? Ini bukan persoalan Pemko
> Bkt sorangan wae euy...
>
> Mohon maaf sebelumnya kalau kurang berkenan. Ttp ke luar milis, ini reaksi
> external saya sejak Februari 2008 lalu ketika pertama kali keputusan ini
> diumumkan Pemko Bkt. Saya pikir waktu itu dg berjalannya waktu, Pemko Bkt
> akan cukup smart utk men swap isunya menjadi SENI INSTALASI dr hanya sekadar
> "Menutup".
>
> Jadi apa langkah2 dari yg peduli nih agar Bukittinggi tidak jadi identik dg
> Kota Maksiat...? Mudah-mudahan kita belum lelah dan tidak wait & see saja
> thd sensasi ini utk berkembang sendiri... Terima kasih...
>
> Wassalam,
> Nofrins
> www.4r5lb.west-sumatra.com
>
> NB:
> 1. Maaf, sengaja ikua tajelo-jelo indak dipotong agar kita tidak kehilangan
> benang merah diskusi kita ini.
> 2. Utk kawan2 Media yg ada di milis2 ini, mohon cross check dan konfirmasi
> dulu ke yg membuat statement ditulisan-tulisan ini sblm dijadikan artikel
> terbuka di media anda. Tp kita butuh kepedulian dan dukungan kawan2 semua
> sbg kontrol utk berbagai kebijakan publik. Thanks.
>
> Indra Jaya Piliang <[email protected]> wrote:
>
> Ass. Saya sendiri menyayangkan rencana ini. Yg org bayangkan adalah
> Bukittinggi sbg tempat maksiat, bukan lagi sbg tempat wisata dan area
> pendidikan. Kalau alasannya adalah membuat kejutan, bisa saja. Tp mencegah
> org datang pd mlm tahun baru, sungguh sia2. Sekalipun jam gadang ditutuik
> kain, ambo yakin org2 tetap datang dan memacetkan kota indah rupawan ini.
>
> Wass
>
> Ijp
> Sent from my BlackBerry(R) wireless device from XL GPRS network
> ________________________________
> From: "Elvis Syarif"
> Date: Sat, 20 Dec 2008 23:01:08 +0700
> To: <[email protected]>; <[email protected]>
> Subject: [West Sumatra Tourism Board] Re: Tidak Ada Perayaan Tahun Baru di
> Jam Gadang
> JAM GADANG KA DITUTUIK MALAM TAHUN BARU
>
> Saya pribadi hanya meberikan pendapat yang sederhana saja, kalo alasan
> penutupan jam gadang karena banyak ditemukannya alat kontra sepsi
> (sebagaimana berita yang pernah saya baca sebelumnya)………. Ya ditempatkanlah
> petugas keamanan disekitar jam gadang tersebut, seperti Satpol PP atau
> aparat lainnya. Tetapi hanya untuk mengawasi hal2 yang berbau maksiat …
> bukan untuk hal2 lain atau menakut-nakuti wisatawan atau masyarakat yang
> sedang menikmati suasana malam tahun baru.
>
> Mungkin bapak-bapak petugas tidak mau repot, karena mau mengikuti acara
> malam tahun baru juga ….. ????????
> Kenapa jam gadang hanya ditutup malam tahun baru saja, kenapa malam libur
> lainnya tidak ditutup… kalo alasannya akan dijadikan tempat maksiat. Lokasi
> jam gadang setau saya adalah area terbuka, jadi apa mungkin orang akan
> melakukan perbuatan maksiat di lokasi tersebut ???????
> Sungguh diluar dugaan saya, 49 tahun saya hidup didunia ini dan 40 tahun
> saya tahu Icon kota Bukittinggi adalah jam gadang,..
> Baru sekarang jam gadang ditutup untuk wistawan dan masyarakat bukittinggi
> sendiri
> Kalo memang mau ditutup juga (indak juo bisa dikecekkan atau diagiah tau) …
> tutuik bana sampai ka puncak-puncaknyo yo pak… kan nan di jambu aia lai ado
> juo anaknyo.
>
> Jadi  bukan begini caranya untuk mencari popularitas guna mendapat dukungan
> politik,
>
> Maaf-maaf sajo kalo ado nan tasingguang.
>
> Wassalam
>
> Elvis Syarif
> Hotel Hangtuah
> Jl. Pemuda No. 1 Padang 25117
> Sumatera Barat
> Telp.+62.751.26556/26558
> Fax.  +62.751.840796
> Website. http://www.hotelhangtuah.com
>
> From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of
> aimzein
> Sent: Saturday, December 20, 2008 5:42 AM
> To: [email protected]; [email protected]
> Subject: [West Sumatra Tourism Board] Re: Tidak Ada Perayaan Tahun Baru di
> Jam Gadang
>
> PENUTUPAN JAM GADANG PADA MALAM TAHUN BARU
>
> Assalamualaikum,
>
> Menurut saya tindakan Pemko ini adalah sensasi yang sengaja dibuat untuk
> memperoleh dukungan politik masyarakat dalam Pemilu Legislative 2009
> mendatang.  Kalau tidak salah Walikota akan maju untuk pemilihan legislatif
> DPR RI 2009 mendatang. Atau bisa juga ini merupakan ketidakmampuan Muspida
> setempat dalam menangani atraksi Wisata yang Cuma datang satu tahun sekali.
>
> Perayaan Tahun Baru itu adalah sebuah event Pariwisata setahun sekali yang
> dinantikan banyak orang. Mulai minggu lalu semua hotel, tempat penginapan
> dan losmen sudah habis dibooking wisatawan. Pada umumnya mereka berasal dari
> Jakarta, Riau dan Sumbar sendiri.  Masyarakat  butuh atraksi wisata setahun
> sekali dan ingin menikmati suasana malam tahun baru di Jam Gadang untuk
> melepaskan kejenuhan, stress dan beban pikiran mereka.  Salahnya, beberapa
> orang yang dianggap tokoh, dengan entengnya bilang ini bisa menimbulkan
> maksiat.
>
> Selama belum bisa merubah paradigma para tokoh / alim ulama ini maka akan
> sangat sulit kita dapat mempromosikan Pariwisata Sumbar.  Ini baru sebuah
> contoh saja. Masih banyak contoh-contoh paradigma keliru lainnya yang selalu
> mengkambing hitamkan Pariwisata dengan mudahnya.
>
> Perbuatan maksiat adalah perbuatan yang dilakukan oleh seseorang atau lebih,
> dimana perbuatan tersebut melanggar aturan agama. Tidak perlu pada acara
> tahun baru atau didalam hotel atau di obyek wisata orang melakukan maksiat.
> Kita semua yang dewasa disinipun paham, bahwa maksiat dapat dilakukan dimana
> saja  dan kapan saja
>
> Menurut saya kunci untuk pencegahan maksiat itu berada pada seberapa besar
> tingkat keimanan dan pengontrolan diri masing-masing individu.  Artinya
> disini, peranan pendidikan, orang tua, alim ulama dan pemerintah sejak
> pendidikan usia dini sangat penting..
>
> Karena tindakan pemerintah itu ekstrem, saya melihat dari sisi yang ekstrem
> juga.  Saya menilai tindakan, perbuatan atau opini yang mengarahkan serta
> mengkambinghitamkan Pariwisata sebagai suatu sumber maksiat adalah Refleksi
> Ketidak Mampuan Mereka dalam melaksanakan Tugas dan Tanggung Jawab Mereka
> sebagaimana disebutkan diatas.  Tanpa pikir panjang dan melihat kerugian dan
> keuntungan yang ditimbulkan , mudah saja mencari biang keladi siapa yang
> harus disalahkan.
>
> Bukannya memperbaiki sistem keimanan, pendidikan agama serta moral (karena
> tidak mampu), tetapi menyalahkan dan menunjuk hidung orang lain.  Memang
> benar kata pepatah, Semut di Ujung Lautan nampak, tetapi Gajah didepan
> Pelupuk Mata tak terlihat.
>
> Mari sedikit kita renungkan effeknya:
>
> 1.      Wisatawan Asing dan Lokal yang sudah sejak lama merencanakan liburan
> tahun baru bersama keluarga di Bukittinggi akan merasa dirugikan dan kapok
> serta tidak akan kembali lagi.  Sulit untuk membangun kembali pencitraan
> ini. Parahnya mereka akan merekomendasikan ke teman-teman atau keluarganya
> untuk jangan berwisata ke Sumatera Barat.
> 2.      Devisa yang seharusnya masuk untuk membantu sektor ekonomi dalam
> situasi sulit krisis seperti sekarang akan lari dan sulit untuk kembali lagi
> 3.      Menjadi pencitraan yang kontradiktif.  Dengan menutup Jam Gadang,
> malahan membuat kesan masyarakat kota Bukittinggi sudah dikhawatirkan moral
> dan imannya.
>
> Tentu saja disamping hal tersebut ada hal lain yang terjadi:
>
> 1.      Pencitraan Pemko atau Walikota yang "CARE" terhadap pencegahan
> maksiat.
> 2.      Ongkos biaya Kontrol Keamanan serta pekerjaan tanggung jawab yang
> seharusnya dilakukan oleh SATPOL PP akan menjadi hilang serta tidak perlu
> kerja
> 3.      Ada sebuah sektor yang gampang dikambinghitamkan : Pariwisata
>
> Nah, inilah pendapat pribadi saya mengenai keputusan Walikota Menutup Jam
> Gadang sebagai Obyek Wisata pada Malam tahun baru.
>
> Karena kesal dan gundah setelah membaca berita ini saya memutuskan untuk
> batal bersama keluarga saya berliburan disana dan saya pastikan saya,
> keluarga saya dan akan saya kampanyekan kepada teman-teman saya untuk tidak
> memilih mereka yang menutup Jam Gadang pada Pemilu 2009 nanti.
>
> Saya akan beribur dirumah saja sambil menonton TV. Biarlah uang yang sudah
> saya siapkan untuk dibelanjakan pada masyarakat kota Bukittinggi tidak jadi
> saya keluarkan, karena hak individu saya selaku masyarakat untuk melihat jam
> Gadang dikebiri oleh penguasa lokal yang cari perhatian.
>
> Banyak maaf dan terima kasih.
>
> Salam,
>
> Aim Zein
>
>
>
>
>
>
>
> From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of
> Nofiardi
> Sent: Thursday, December 18, 2008 6:24 PM
> To: [email protected]
> Cc: [email protected]
> Subject: [West Sumatra Tourism Board] Tidak Ada Perayaan Tahun Baru di Jam
> Gadang
>
> Bukittinggi | Jumat, 19/12/2008 07:31 WIB
> Tidak Ada Perayaan Tahun Baru di Jam Gadang
> Tahun Baru di Jam Gadang
> Bukittinggi
> (hasdiputra.wordpress.com)
> Bukittinggi, (ANTARA) - Komitmen Pemko Bukittinggi, Sumbar, akan menutup Jam
> Gadang dengan kain berwarna marawa pada malam pergantin tahun baru 2009
> mendatang kembali ditegaskan Walikota Bukittinggi, Djufri.
>
> Menurut Walikota Bukittinggi, Drs. H. Djufri, kepada antara-sumbar.com,
> komitmen yang telah dijadwalkan itu akan dilaksanakan pemerintah saat hari
> H, tepatnya pada malam pergantian tahun baru 2009 mendatang..
>
> "Kebijakan itu diambil berdasarkan hasil rapat Muspida," kata walikota.
>
> Kata dia, kebijakan itu merupakan bentuk sikap pemeritah menyikapi keluhan
> dari tokoh-tokoh masyarakat Bukittinggi bahwa perayaan malam tahun baru
> sering dijadikan momen untuk melakukan perbuatan maksiat khususnya pasangan
> muda-mudi.
>
> "Ini tentunya akan mencemari Kota Bukittinggi sebagai Kota Beragama dan
> Beradat," tegasnya.
>
> Menurut dia, dengan ditutupnya Jam Gadang, maka pada malam pergantian tahun
> baru 2009 nanti, tidak ada perayaan di Kawasan Jam Gadang.
>
> "Pemerintah Kota tidak akan memberi izin ataupun memfasilitasi kegiatan
> perayaan malam tahun baru di Kawasan Jam Gadang," ucapnya.
>
> Terang dia, tindakan ekstrim tersebut sengaja diambil pemerintah karena
> indikasi adanya perbuatan maksiat yang terjadi pada malam pergantian tahun
> khususnya pada beberapa tahun terakhir, dimana seperti berserakannya alat
> kontrasepsi di sekitar kawasan Jam Gadang setelah perayaan malam pergantian
> tahun. (ham/wij)
>
> The above message is for the intended recipient only and may contain
> confidential information and/or may be subject to legal privilege. If you
> are not the intended recipient, you are hereby notified that any
> dissemination, distribution, or copying of this message, or any attachment,
> is strictly prohibited. If it has reached you in error please inform us
> immediately by reply e-mail or telephone, reversing the charge if necessary.
> Please delete the message and the reply (if it contains the original
> message) thereafter. Thank you.
>
> No virus found in this incoming message.
> Checked by AVG - http://www.avg.com
> Version: 8.0.176 / Virus Database: 270.9.19/1856 - Release Date: 12/18/2008
> 8:06 PM
>
>
>
>
> >
>



Mulai chatting dengan teman di Yahoo! Pingbox baru sekarang!! 
Membuat tempat chat pribadi di blog Anda sekarang sangatlah mudah




      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke