Wah, jgn lgs main demo dululah... Kito cubo diskusi dulu samo2 awak, apo iyo 
pandapek kito cocok jo situasi nan sabananyo atau tidak. Kumpuakan dulu 
info2nyo. Tapi baru awak ota-ota agak "hangek" saketek disiko, nampaknyo alah 
ado perubahan. Antah iyo dek krn ota kito atau bukan, tapi kan alah barubah 
juo...
   
  Mungkin dg semakin banyak tulisan2 nan akan kalua di koran, semoga akan 
semakin membuka wawasan banyak urang. Kan pasti indak Pak Wali surang sajo nan 
punyo pandangan sarupo itu. Ado DPRD, Muspida, dll.
   
  Utk merubah pandangan umum kan indak bisa sabanta, paralu bertahap dan 
konsisten... Tp kok indak juo, kito imbau Defiyan beko...;)) Anyway, tarimo 
kasih...
   
  Salam,
  Nofrins

Defiyan Cori <[email protected]> wrote:
            Maaf tapaso sato ciek lai...
  Da Nof lebih baik batamu jo Pak Jufri tu sambil silaturahmi lah MPKAS.
  Masih ndak tarang buek sajo pernyataan tertulis, ndak jo mempan demo awak 
lai..
  Tapi iko jalan terakhir, walau zaman SOEHARTO ambo paliang acok memobilisasi 
massa, karano diajak mangecek SOEHARTO indak bisa lai..
   
  Salam
  Defiyan Cori

--- On Sat, 12/20/08, Yulnofrins Napilus <[email protected]> wrote:

  From: Yulnofrins Napilus <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Re: Tidak Ada Perayaan Tahun Baru di JamGadang - 
artinya Bkt adl Kota Maksiat...??
To: [email protected]
Cc: "RantauNet2 Milis" <[email protected]>, "Milis SMA1Bkt" 
<[email protected]>
Date: Saturday, December 20, 2008, 8:53 PM

    Rasanya tanggapan IJP ini yg paling pas mewakili kegundahan kita semua thd 
kebijakan sempit utk sensasi murahan ttp BERBAHAYA ini. Bawah sadar orang nanti 
akan memunculkan image bahwa Bukittinggi adalah KOTA MAKSIAT...?? Ini akan 
menohok kebanggaan banyak orang thd Kota tempat saya pernah bersekolah ini. Pak 
Djufri sadar gak akan dampak tindakan yang beliau pikir mulia atau beliau pikir 
akan menaikkan posisi politisnya ini...??

  Kalau anak atau keponakan yang bersalah, mestinya ya Orang Tua atau Mamaknya 
lah yang harus diajak bicara. Pendidikan di sekolah2 yg harus kita pertanyakan. 
Jangan Jam Gadang pulo nan dikorbankan... Jam Gadang itu bukan cuman milik Bkt 
doang. Tapi sdh merupakan aset Nasional dan salah satu ikon Pariwsta Indonesia 
ke manca negara...! 
   
  Walaupun begitu buat saya masih menyisakan pertanyaan yg mungkin tidak perlu 
dijawab lagi: "Bgmn ya ditengah himpitan puluhan ribu orang yg berdesakan di 
sktr Jam Gadang yg sdh semakin sempit areanya tsb kok kondom bisa berserakan 
dimana-mana...? Maaf, baa caro mamakainyo tu..? Atau ado 'urang iseng' utk 
manyerak-nyerakan kondom disitu...?". Antahlah...
   
  Mudah-mudahan arogansi kekuasaan dg menghambat hak individu utk menikmati 
keanggunan Jam Gadang milik publik ini hanyalah merupakan "kekhilafan" sesaat 
saja. Kenapa "tigo tungku sajarangan" Industri Pariwisata tidak diajak duduk 
bersama dulu sblm memutuskannya...? Ini bukan persoalan Pemko Bkt sorangan wae 
euy...
   
  Mohon maaf sebelumnya kalau kurang berkenan. Ttp ke luar milis, ini reaksi 
external saya sejak Februari 2008 lalu ketika pertama kali keputusan ini 
diumumkan Pemko Bkt. Saya pikir waktu itu dg berjalannya waktu, Pemko Bkt akan 
cukup smart utk men swap isunya menjadi SENI INSTALASI dr hanya sekadar 
"Menutup". 
   
  Jadi apa langkah2 dari yg peduli nih agar Bukittinggi tidak jadi identik dg 
Kota Maksiat...? Mudah-mudahan kita belum lelah dan tidak wait & see saja thd 
sensasi ini utk berkembang sendiri... Terima kasih...
   
  Wassalam,
  Nofrins
  www.4r5lb.west-sumatra.com
   
  NB:
  1. Maaf, sengaja ikua tajelo-jelo indak dipotong agar kita tidak kehilangan 
benang merah diskusi kita ini.
  2. Utk kawan2 Media yg ada di milis2 ini, mohon cross check dan konfirmasi 
dulu ke yg membuat statement ditulisan-tulisan ini sblm dijadikan artikel 
terbuka di media anda. Tp kita butuh kepedulian dan dukungan kawan2 semua sbg 
kontrol utk berbagai kebijakan publik. Thanks.
   
  Indra Jaya Piliang <[email protected]> wrote:
    #yiv1692454872 v\:* {}#yiv1692454872 o\:* {}#yiv1692454872 w\:* 
{}#yiv1692454872 .shape {}      Ass. Saya sendiri menyayangkan rencana ini. Yg 
org bayangkan adalah Bukittinggi sbg tempat maksiat, bukan lagi sbg tempat 
wisata dan area pendidikan. Kalau alasannya adalah membuat kejutan, bisa saja. 
Tp mencegah org datang pd mlm tahun baru, sungguh sia2. Sekalipun jam gadang 
ditutuik kain, ambo yakin org2 tetap datang dan memacetkan kota indah rupawan 
ini. 

Wass

Ijp   Sent from my BlackBerry® wireless device from XL GPRS network
    
---------------------------------
   
  
  





       
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke