Ha...ha...ha...karajo awak satahun adalah memperingati Hari-hari tu sajo yo 
pak..? 
Kalau perlu setiap profesi ada harinya...supaya semua terakomodir dan segera 
menghabiskan anggaran, protokeler, birokrasi berbelit2 dan lama2 keletihan 
memperingati hari-hari, terus tiba2 lha kok...yang kaya itu2 juga dan yang 
miskin tetap miskin?
Pesta dan kemeriahan sesaat, tapi kehilangan ruh dan substansinya...inilah 
republik protokoler dan peringatan hari-hari..
 
Salam hormat dan mohon maaf jika tak berkenan
 
Defiyan Cori L/40


--- On Tue, 12/23/08, Dr.Saafroedin BAHAR <[email protected]> wrote:

From: Dr.Saafroedin BAHAR <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Re: kasih ibu sepanjang masa [tribute to our mother] 
---> HARI BUNDO KANDUANG
To: [email protected]
Date: Tuesday, December 23, 2008, 7:52 PM







Assalamualaikum w.w. para sanak sa palanta,
Sesuai dengan sistem kekeluargaan matrilineal yang kita anut, apakah tak 
sebaiknya Sumatra Barat [baca: Minangkabau] menetapkan Hari Bundo Kanduang 
sendiri, suatu momen dimana kita memberikan penghormatan khusus dan penghargaan 
kepada para ibu yang telah berhasil baik mendidik dan membina anak-anaknya 
sehingga 'menjadi orang'?
Saya tak berkeberatan jika seiring dengan itu diadakan Hari Bapak/Urang 
Sumando; Hari Mamak/Penghulu; Hari Anak Kamanakan, Hari Cadiak Pandai; Hari 
Dubalang; Hari Alim 
Ulama; Hari Perantau; Hari Saudagar; Hari Anak Mudo, dan Hari Balita.

Wassalam,
Saafroedin Bahar
(L, masuk 72 th, Jakarta)
Alternate e-mail address: [email protected];
[email protected]

--- On Wed, 12/24/08, Hendra Messa <[email protected]> wrote:


From: Hendra Messa <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] kasih ibu sepanjang masa [tribute to our mother]
To: "star" <[email protected]>
Date: Wednesday, December 24, 2008, 7:20 AM



Rekan2 sekalian, 
Tak selalu harus di hari ibu, kita mengingat beliau, karena "kasih ibu 
sepanjang masa"

http://hdmessa.wordpress.com/2007/06/26/kasih-ibu-di-ulangan-tahun/

salam hangat dari lereng gunung berkabut yg mulai terang terpancar sinar 
mentari pagi
HM

-------------

Saat bersilaturahmi ke rumah orang tua, ketika ngobrol2 santai, tiba2 ibu 
berkata, “Hen , hari ini ulang tahun kamu, kan ?”.   “Oh , ya bu, terima kasih 
diingatkan”. kata saya. 
saya memang tak pernah merayakan ulang tahun, sehingga seringkali suka kelewat, 
sempat ingat juga sih sebelumnya, tapi tak begitu dihiraukan. 

tapi ternyata ibu, walau telah berumur, tetap selalu ingat dg tanggal tersebut 
Ya, seorang ibu, pasti akan selalu teringat akan kenangan, saat melahirkan 
anak2 nya,  

akhirnya saya pun meminta ibu bercerita kembali tentang kenangan nya tersebut. 
Ibu terdiam sejenak, kemudian mulailah ia bercerita mulai dari saat saat 
kehamilan, betapa repotnya bekerja dan bepergian ,  seperti bepergian dari 
kampung ibu yg terpencil di dusun kecil di pinggir hutan negeri terpencil 
Palembayan, sampai ke kota bukittinggi yg berjarak sekitar 40 Km di mana ayah 
dan ibu tinggal dan bekerja.

ibu dan ayah, tinggal di rumah kecil di daerah kampuang cina, bukittinggi. Kota 
yang berada di pebukitan yg sejuk. Sebagian perkampungan berada di 
pebukitan,dimana gang antar rumah dihubungkan oleh jalan berjenjang. Tak jauh 
dari daerah tersebut, ada pasar yg berada di ketinggian berbeda atas bukit, 
pasar atas dan pasar bawah, dimana jalan penghubungnya dikenal dg jenjang 40, 
karena perlu naik 40 tangga, untuk sampai ke pasar di atasnya.

Bayangkan betapa repot nya saat2 akan melahirkan, melewati tangga2 tersebut. 
Rumah bersalin terdekat, adalah bidan Aksari Yasin, istri penyair minang AA 
Navis, yang terkenal dg buku “Robohnya Surau kami”. Disanalah ibu melahirkan 
dengan peralatan yang sederhana.  Ibu bercerita betapa beratnya perjuangan saat 
melahirkan, yg bagi sebagian wanita adalah juga pertaruhan nyawa, namun semua 
keperihan tersebut sirna, bahagia saat melihat anaknya lahir… 

Lancar beliau bercerita sampai kemudian suaranya, mulai melambat , beliau 
terdiam dengan wajah tertunduk, ia pun memandangku, dari raut wajahnya 
terpancar rasa haru, tampak dari kulit putih wajahnya yg berkeriput, mengalir 
air mata. Aku pun, terharu karenanya dan tak kuat menahan tangis haru...

tiba2 terngiang kembali, lagu saat TK dulu.. 

kasih ibu, kepada beta,  tak terkira, sepanjang masa
selalu memberi, tak harap kembali 
bagaikan sang surya, menerangi dunia …

Marilah kita selalu mengingat ibu kita. Ibu yg melahirkan kita dg perjuangan 
dan kasih sayang nya. Berbuat baiklah pada mereka, bahagiakanlah mereka, 
walaupun tak kan bisa kita membalas jasa mereka

setidaknya sampaikanlah doa kebaikan utk beliau, doa anak soleh, yang akan 
tersampai sepanjang masa… 






      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke