Assalamualaikum ww Suai tu buya, nampak2nyo taun baru Islam 1 Muharram duluan duo hari tapeknyo tanggal 29 desember dari taun baru (yesus al)masehi tu Tantu sajo bagi kito nan mangaku Muslim akan menyambutnya dengan Muhasabah biasonyo panitia sangajo ma-adokan pado malam 31desember tu juo, tentu dimaksudkan agar urang2 Islam nan sato2 pulo pisah sambut tahun baru (yesus al)masehi tu bisa di-eliminasi sakaciak kok indak bana panuah ka-ateh panuah kabawah kan lai juo namonyo tu Muhasabah ditampek ambo biaso diadokan di Musajik Nurul Ilmi YPIT Yayasan Pendidikan Islam Terpadu “Mutiara” Duri sebagai usaho nan telah di-launched oleh tokoh2 Muslim setempat sejak hampir sepuluh tahun terakhir dan tentu saja sebagai kaunter dan alternatif acara pada malam taun baru (yesus al)masehi nan di-adokan pt.chevron di-widuri staff club Berbicara masalah peran ibu tantu sajo tidak cukup dengan hanya acungan jempol semata bahkan kalimat “Syurga dibawah telapak kaki Ibu” maupun peringatan Hari Ibu dan wacana “Hari Bundo Kanduang” sekalipun belum mengimpaskan betapa besar peran ibu tersebut Kok iyo kito ingin juo mambaleh jaso ibu ado ciek jalan nan masih tabukak yaitu dengan memberikan kepada ibu dan ayah kuricih masuak sarugo barulah jaso ibu tu dapek ditabuhi Ado riwayat dari sebuah hadis nan takana dek ambo, “Bahwa pada suatu hari di Yaumilakhir sepasang suami istri menerima buku amalan dari sebelah kiri, tantu tabiklah rarau kaduo-nyo dek lah sah tajun tukiak kadalam narako, keduanya pun tabaokan baliak kebiasaan lamo samaso di Padang saisuak saling menyalahkan tulak batundo Indak lamo kemudian tadanga suaro “Hai hamba KU kaduo-nyo, mandakeklah kamari” setelah mendekat kearah datangnya suara, kato ALLAH “Kalian ba-duo KAMI ampuni” tantu kedua suami istri ini heran lalu baliak batanyo “Kenapa ya ALLAH, bukankah kami baru saja menerima buku amalan kami dari sebelah kiri yang berarti masuk neraka”? “Benar” kecek ALLAH, “mulai detik ini kalian berdua KAMI ampuni dan masuklah kedalam syurga KU terserah dari pintu mana kalian suka” “Tapi, kenapa ya ALLAH? “Karena anak kalian telah membaca Alqur’an untuk dirinya dan untuk kalian berdua” Jadi kasimpulan kaji, kok iyo kito ingin juo andak mambaleh jaso ibu jo bapak kito, bacolah Alqur’an, titik, Indak paralu bana lain pado itu, cubolah kok indak picayo, bacolah sa-juz sahari, usaho gan qatam tiok bulan insya Allah Baitu pulo kok iyo kito nan lah ba-status ayah jo bundo ko, kok ingin pulo raso2nyo masuak sarugo, aja2 lah jak kini anak2 kito tu mambaco Alqur’an, insya Allah kok lai samo kito kao-kan go ah, lah ABSSBK kito tu mah, antah kok indak? Wasalam Abp57
--- On Wed, 24/12/08, Masoed Abidin <[email protected]> wrote: From: Masoed Abidin <[email protected]> Subject: [...@ntau-net] Re: kasih ibu sepanjang masa [tribute to our mother] ---> HARI BUNDO KANDUANG To: "Hifni H.Nizhamul" <[email protected]> Cc: [email protected] Date: Wednesday, 24 December, 2008, 1:36 PM Alaikum salam wa rahmatullahi wa barakatuh, Ibu Rky. Hifni yang dihormati, Benar sekali pandangan rangkayo, bahwa tidaklah semestinya hanya ibu saja yang di sanjung, dengan mengabaikan ayah sama sekali. Sebab keduanya adalah dua badan yang menjadi satu dalam batang tubuh si anak turunan. Namun, kita tidaklah pula harus berkecil hati ketika penghormatan kepada ibu dilebihkan dari kepada ayah. Bukan karena hanya sekedar membesar-besarkan, karena sesungguhnya besarnya pengorbanan ibu tak dapat dibanding-banding dengan pengorbanan ayah. Walau keduanya seharusnya sama besar di dalam rasa dan pandangan hati si anak. Agama kita Islam, yang disebut dalam "syarak mangato adaik ma makaikan" adalah kata-kata "birrul wa lidaini" = berbakti kepada kedua orang tua (ayah jo bundo) atau kalimat "bil-walidai-ni ihsaanan" = dengan kedua orang tua berbuat ihsan. Jadi sebenarnya antara keduanya tidak dipisah. Cuma Rasul SAW menegaskan bahwa "sorga itu di bawah telapak kaki ibu" Di sini letak kebesarannya, yang kadangkala banyak dilecehkan orang yang tidak mengerti. Dan ada lagi satu hal yang perlu kita yakini bahwa secara fitrah hubungan terdekat dan pertama antara sesama manusia adalah hubungan antara anak dan ibunya. Terima kasih rangkayo Hifni, Moga Allah SWT selalu melindungi kita. Amin. Wassalam Buya HMA (L.73+4 <[email protected]>). --- On Wed, 12/24/08, Hifni H.Nizhamul <[email protected]> wrote: From: Hifni H.Nizhamul <[email protected]> Subject: [...@ntau-net] Re: kasih ibu sepanjang masa [tribute to our mother] ---> HARI BUNDO KANDUANG To: "[email protected]" <[email protected]> Cc: "[email protected]" <[email protected]> Date: Wednesday, December 24, 2008, 5:09 AM Assalamualaikum wr. Wb. Buya Mas'oed yang ambo muliakan serta sidang palanta yang ambo hormati. Sebagai seorang ibu mungkin juga seorang ayah, rasanya kita tidak pernah meminta imbalan pada anak-anak kita. Pula, Rasanya tidak adil jika hanya kasih sayang ibu saja sepanjang jalan karena dengan didampingi sang ayah maka seorang ibu lebih optimal dalam mencurahkan kasih dan perhatian pada anak-anaknya. Seorang ibu memiliki naluri dan kodrat yang tidak sama dengan seorang ayah. Naluri dan kodratnya inilah yang tidak pernah ternilai dan tidak bisa dinilai oleh siapapun. Akan tetapi, Dalam konteks ABS-SBK, maka harmonisasi peran ayah tidak dapat diabaikan........ Wassalam, EVI NIZHAMUL .............muhasabah sekaitan dengan peringatan Hijrah Rasulullah SAW pada 1430 tahun yang lalu itu. Allahu Akbar. Ketika kedua peringatan itu berlangsung, sesungguhnya peranan IBU sangat terasa. Tidaklah mungkin kita sampai ke dunia ini tanpa pengerbanan keras seorang ibu, sejak mengandung, melahirkan, wahnan 'ala wahnin , berat diatas berat, susah di atas susah, wahn di atas wahn, dan takut di atas takut. Get your new Email address! Grab the Email name you've always wanted before someone else does! http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/ --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
