Alaikum salam wa rahmatullahi wa barakatuh,
Ibu Rky. Hifni yang dihormati,
Benar sekali pandangan rangkayo, 
bahwa tidaklah semestinya hanya ibu saja yang di sanjung, 
dengan mengabaikan ayah sama sekali. 
Sebab keduanya adalah dua badan yang menjadi satu dalam batang tubuh si anak 
turunan.
Namun, kita tidaklah pula harus berkecil hati 
ketika penghormatan kepada ibu dilebihkan dari kepada ayah.
Bukan karena hanya sekedar membesar-besarkan, karena sesungguhnya besarnya 
pengorbanan ibu tak dapat dibanding-banding 
dengan pengorbanan ayah. 
Walau keduanya seharusnya sama besar di dalam rasa dan 
pandangan hati si anak.

Agama kita Islam, yang disebut dalam "syarak mangato adaik ma makaikan" adalah 
kata-kata "birrul wa lidaini" = berbakti kepada kedua orang tua (ayah jo bundo) 
atau kalimat "bil-walidai-ni ihsaanan" = dengan kedua orang tua berbuat ihsan.
Jadi sebenarnya antara keduanya tidak dipisah. 
Cuma Rasul SAW menegaskan bahwa 
"sorga itu di bawah telapak kaki ibu" Di sini letak kebesarannya, 
yang kadangkala banyak dilecehkan orang yang tidak mengerti.
Dan ada lagi satu hal yang perlu kita yakini bahwa secara fitrah hubungan 
terdekat dan pertama antara sesama manusia adalah hubungan antara anak dan 
ibunya.
Terima kasih rangkayo Hifni, 
Moga Allah SWT selalu melindungi kita.
Amin.
Wassalam
Buya HMA 
(L.73+4 <[email protected]>).
 

--- On Wed, 12/24/08, Hifni H.Nizhamul <[email protected]> wrote:
From: Hifni H.Nizhamul <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Re: kasih ibu sepanjang masa [tribute to our mother] 
---&gt;  HARI BUNDO KANDUANG
To: "[email protected]" <[email protected]>
Cc: "[email protected]" <[email protected]>
Date: Wednesday, December 24, 2008, 5:09 AM

Assalamualaikum wr. Wb.

Buya Mas'oed yang ambo muliakan serta sidang palanta yang ambo hormati. 

Sebagai seorang ibu mungkin juga seorang ayah, rasanya kita tidak pernah
meminta imbalan pada anak-anak kita. Pula,  Rasanya tidak adil jika hanya kasih
sayang ibu saja sepanjang jalan karena dengan didampingi sang ayah maka seorang
ibu lebih optimal dalam mencurahkan kasih dan perhatian pada anak-anaknya.

Seorang ibu memiliki naluri dan kodrat yang tidak sama dengan seorang ayah.
Naluri dan kodratnya inilah yang tidak pernah ternilai dan tidak bisa dinilai
oleh siapapun. 

Akan tetapi, Dalam konteks ABS-SBK, maka harmonisasi peran ayah tidak dapat
diabaikan.
Di minangkabau ada nasehat yang mangkus yaitu istilah "pitaruah ayah"
yang sangat berguna bagi pembentukan watak anak yang berguna bagi masa depannya.

Terus terang saya terharu ketika anak saya berucap: Selamat hari ibu Ma...
Sambil menyampaikan harapan semoga mamanya menjadi ibu yang sabar dan tawakal.
Walaupun ucapan sang anak sederhana saja, namun dibalik ucapannya itu tersirat
bagi saya bahwa seorang ibu tidak selamanya sempurna, seperti yang selalu
diharapkan oleh siapapun juga kepada setiap wanita yang berkedudukan sebagai
ibu. 

 Wassalam,  

EVI NIZHAMUL

Masoed Abidin wrote: 
> Assalamu alaikum wa Rahmatullahi wa Barakatuh, Selamat untuk segalo
dunsanak di Rantau ko. Indak barapo hari lai kito tinggakan tahun nan alah
tapakai ko. Apokoh itu tahun nan di hitung berdasarkan syamsiyah , nan di awali
jo tanggal 1 Januari. Atau juga yang dihitung berdasar qamariyah , nan bermula
dari 1 Muharram Kedua permulaan tahun itu menjadi peringatan tertentu bagi
kelompok manusia di dunia ini yang memulai dengan Januari disambutnya dengan
Happy New Year. Dan yang menyambutnya pada malam Muharram dengan melakukan
muhasabah sekaitan dengan peringatan Hijrah Rasulullah SAW pada 1430 tahun yang
lalu itu. Allahu Akbar. Ketika kedua peringatan itu berlangsung, sesungguhnya
peranan IBU sangat terasa. Tidaklah mungkin kita sampai ke dunia ini tanpa
pengerbanan keras seorang ibu, sejak mengandung, melahirkan, wahnan 'ala
wahnin , berat diatas berat, susah di atas susah, wahn di atas wahn, dan takut
di atas takut. Setiap detik yang di doakan sang ibu
 adalah janin yang dikandungnya selamat, sehat dan lahir dengan baaik sempurna
kemuka bumi. Doa itu terkabul melahirkan kita. Maka pada hari-hari kita
melepaskan tahun lama serta memasuki tahun baru, semestinya yang pertama kali
kita jelang adalah bunda dan ayah itu. Jika tidak mungkin, tentulah dengan doa,
semoga Allah yang Maha Kuasa mengampuni dan melimpahkan kasih
>  sayang kepada kedua mereka itu. Amin. Di dalam Adat basandi syarak,
syarak basandi Kitabullah (untuk sementara disingkat ABS-SBK), memang disebutkan
sayang ibu sepanjang jalan tak pernah berhenti sampai maut datang menjelang.
Sayangnya, sayang anak sepanjang pengalan , tidak jarang tertjadi ketika yang
dijuluk telah jatuh, dan buah yanag dicita telah dapat, lupalah badan diri pada
ibu yang mengandung. Ini sebuah peringatan yang mesti dihindarkan. Sebuah
peringatan yang tidak boleh dilakukan. Semestinya sesuai syarak, ibu dan ayah
dipetaruhkan kepada si anak untuk menjaga dan memeliharanya. Wassalam Buya HMA
(73+4 L) --- On Tue, 12/23/08, hambociek
>  <[email protected]> wrote: From: hambociek
<[email protected]> Subject: [...@ntau-net] kasih ibu sepanjang masa
[tribute to our mother] --->  HARI BUNDO KANDUANG To:
[email protected] Date: Tuesday, December 23, 2008, 10:12 PM Kasiah Ibu
sapanjang Jalan, Kasiah Anak sapanjang Pungalan .... Baa ko manuruik ABS SBK?
--Nyit Sungut --- In [email protected], "Dr.Saafroedin BAHAR"
<saaf10...@...> wrote: > > Indak ka sampai tiok hari kito maadokan
acara-acara penghargaan ka dunsanak kito tu doh, Sanak Defiyan Cori. Bisa tiok
minggu, sambia balibur, jadi paliang banyak 52 kali sajo satahun. Karano
fungsionaris ABS SBK  indak sampai
> 


      





      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke