Kalau ambo Indra jelas dukung kalangan muda karena orang muda yang buat 
perubahan...jangan kuatir saya berdoá untuk adinda terpilih...InsyaALLAH kalau 
perlu saya kerahkan teman2 di PPK untuk itu...
Pazkah jelas terlibat...tapi dia bagi rata ke eselon I dan II, jadi ya kesannya 
di Bappenas orang baik...kito doákan supayo tobat sabalum talambek..
 
Salam dan maaf, selamat berjuang...
 
Defiyan Cori L/40

--- On Mon, 12/29/08, Indra Jaya Piliang <[email protected]> wrote:

From: Indra Jaya Piliang <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Re: Sedikit Tanggapan buat IJP,..
To: "Rantau Mail" <[email protected]>
Date: Monday, December 29, 2008, 4:48 AM


Saya mah ceritakan apa adanya. Gak ada komentar. Coba aja jadi caleg, atau 
tanya aja semua caleg, pasti alami yg lbh buruk. 

Tapi tentu byk yg baik. Di Pasaman, tdk sesenpun uang saya keluar. Sampai malu. 
Apa2 dibayarin warga. Pulangpun dpt buah tangan. 

Politik itu menarik, dlm proses. Ada byk org kena bangkuang, tdk hanya caleg, 
tp juga para wisatawan. 

Apa yg ditulis tdklah lengkap. Nanti ada memoarnya. Ada penulis yg selalu ikut 
saya. 

Ini bukan soal terpilih atau tdk. Tdk menjadi soal. Krn bukan itu tujuannya. 

Hanya Allah SWT dan pemilih yg tahu. Tdk juga bung Cori. Semoga Paskah Suzetta 
di Bappenas yg juga kader Golkar tetap sehat. 


Ijp




Sent from my BlackBerry® wireless device from XL GPRS network


From: Defiyan Cori 
Date: Mon, 29 Dec 2008 01:19:13 -0800 (PST)
To: <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Re: Sedikit Tanggapan buat IJP,..






Yang tidak berfungsi itu adalah organ2 negara, kami yang terlibat di PPK 
merasakan jika rakyat dilibatkan ternyata jalannya lebih baik. Musyawarah 
Nagari di awak atau Desa di Jawa menetapkan aturan2 main yang telah diproses 
melalui suara rakyat. Bagaimana anda belum jadi wakil rakyat sudah menyakiti 
hati mereka...? 
Jadi Pak Muzirman, PPK adalah learning centre bagi masyarakat, walau kami 
(Bappenas) masih mengakui masih terdapat kekurangan...itu tidak lebih untuk 
perbaikan konsep awal yang subtansinya sudah menempatkan rakyat yang berdaulat 
terlibat dalam menentukan kebutuhan mereka di nagari/desa dan antar 
nagari/desa...
 
Salam dan maaf 
Defiyan Cori L/40

--- On Mon, 12/29/08, Muzirman -- <[email protected]> wrote:

From: Muzirman -- <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Sedikit Tanggapan buat IJP,..
To: [email protected], "rantaunet" <[email protected]>
Date: Monday, December 29, 2008, 2:43 AM

Sanak IJP izinkan saya meng komentari diskusi anda ttg :Dialog Kenegaraan,di 
DPD(forwardkan  dr Padek)+ BGmn lemah nya kedudukan DPD dalam sistem kenagaraan 
kita .yg dipilih rakyat lansung. (Sumber Gatra)  Proses Amandemen Sangat Elitis 
 Jumat, 26 Desember 2008  Jakarta, Padek—Pengamat Politik, DR Indra J Piliang, 
mengatakan gagalnya masyarakat dan sebagian penyelenggara pemerintahan dalam 
memahami UUD 1945 pasca-amandemen disebabkan karena proses yang terjadi dalam 
amandemen selama ini sangat elitis dan sama sekali tidak melibatkan rakyat. 
"Proses amandemen yang sangat elitis ini, ke depan harus dihilangkan jika tidak 
ingin konstitusi kita menjadi dokumen mati," ujar Indra J Piliang, dalam acara 
Dialog Kenegaraan, yang diselenggarakan DPD RI, di kompleks Parlemen Senayan 
Jakarta, Rabu (24/12). 
-------------------------------------------------------------->>>>komen:kalau 
meng sosialisasikan amendemen UUD itu, dan UU/PP etc.adalah tugas negara
 sanak(executive, legislative), sejauh mana negara mengadakan sosialisasi tsb? 
Legislative termasuk partai2, serta mass media juga ambil bagian. 
-------------------------------------::-----------------------  Dijelaskan 
Indra, karena gagalnya rakyat dalam memahami konstitusi, maka proses demokrasi 
yang saat ini tengah berlangsung banyak yang salah kaprah. Mereka tidak lagi 
mengenal asas trias politika secara utuh.   ------------------->>kalau sanak 
mengatakan "gagalnya rakyta memahami konstitusi," sejauh mana dan apa2 yg tlh 
dilakukan negara dlm usaha sosialisi konstitusi tsb? Wah , kalau sanak katakan 
"demokrasi salah kaprah">---------------------------->> di kampuang awak ber 
"demokrasi" ko ala ado dlm bantuak yg sederhana, spt ada dlm perkataan: "tigo 
tungku sajarangan, batu bulek ala buliah di golognkan, kato mufakat, raso 
pareso, hati gajah samo di kacak, hati nyamuak samo di cacah, pemimpin ko di 
tinggi kan sa rantiang, di dulukan salangkah,..dll"
 Ini lah nilai2 demokrasi yh kita alami dan masih hidup di kampuang awak. 
Kampuan awak dikatakan "masyarakat yg duduak samo randah, tagak samo tinggi" 
atau kita terjemahkan dlm istilah politik nyo, setiap warga sama kedudukan nya 
di depan konstitusi. Itulah nilai2 demokrasi yg kita maksud,..Bgmn 
dalampelaksanaan nya itulah tugas kita bersama utk meng implementasikannya. 
===========================================  Dia mencontohkan, di saat-saat 
kampanye sekarang jika ada diantara calon anggota legislatif (caleg) yang turun 
keberbagai daerah, rakyat meminta berbagai macam keperluannya yang sama sekali 
tidak ada kaitannya dengan proses caleg.  "Di suatu tempat di Sumbar ada 
sekelompok masyarakat yang minta semen ke saya. Kalau tidak diberi mereka tidak 
mau diajak bicara dan berdiskusi," kata Indra J Piliang, yang saat ini tercatat 
sebagai salah seorang caleg di Sumbar. 
------------------------------------------------->>>ughang kampuang ambo banyak 
nan
 bansek sanak, jadi kalau mau suaro kami kami juga minta sesuatu, itu wajar 
saja, nampakkan kiprah sanak ka kami dulu, baru kami bapikia utk memilih sanak, 
.... =====================================00=================  Kalau sudah 
duduk, misalnya di suatu warung, lanjut Indra, saya tidak hanya membayar semua 
yang mereka minum atau makan saat saya ada. Tetapi utang-utangnya yang selama 
ini mereka buat pun harus saya lunasi pula.  ---------------------------->> 
Sanak IJP, anda malu2in kampuang den sen ma, ini jangan2 "make up story" I need 
a proof man, adalah tugas anda utk menyampaikan "hutang2 nya tidak bisa saya 
bayar," itu adalah suatu bentuk pendidikan terhadap mereka>>..tp kalau minum 
dan rokok silahkan,.. kalau begitu penilaian saya sanak IJP juga punya mental 
kapuyuak juga? Masak ughang kampuang "mengijak kaki kiri anda, kok diam 
saja,..malah anda kasih kan kaki kanan. that is funny, mentally weak. Bgmn anda 
berhadapan dgn lawan2 politik yg ganas,
 tanpa tedeng aling2. ==================================  "Demikian juga halnya 
di jalan-jalan raya. Jika saya menyembunyikan identitas saya sebagai caleg, dan 
tidak menggunakan kendaraan kampanye, sumbangan di pinggir jalan cukup Rp2000 
saja. Tapi kalau menggunakan kendaraan kampanye, maka dikenakan sumbangan 
minimal Rp10 ribu," kata Indra J Piliang. 
------------------------------------>> apakah sdh boleh "mengunakankendaraan 
kampanye?" apa ngak mencuri start? Saya belum maklum kendaraan kampanye yg 
macam apa??  Fenomena ini, kata Indra, memperlihatkan betapa rakyat kita 
berfikir masih sangat Orde Baru. "Amandemen UUD 1945 itu hanya baru mampu 
merubah sedikit soal struktur dan ketatanegaraan kita. Sementara rakyat jauh 
lebih mundur dari sisi pendidikan politis," ujarnya.  Dia juga mengusulkan agar 
rencana amandemen UUD 1945 ke depan perlu didampingi oleh sebuah komisi yang 
bertugas merancang amandemen konstitusi. "MPR cukup dalam posisi ketuk palu
 saja," ujar Indra J Piliang. (fas)   
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
 < Sebelumnya     Selanjutnya >  Sanak IJP inilah salah satu tugas anda, bgmn 
menguatkan kedudukan DPD, jaan taruih menjadi "mentimun bunkuak" di Gedung 
Bundar tsb, kenapa?? Krn kekuasaan itu terus di kakangi oleh anggota DPR dari 
Partai.  Disumbek peranan DPD disinan.  Wass. Muzirman Tanjung. 
===================================..========================>>>====== Terkait 
Usulan RUU Ginandjar Keluhkan DPR  Jakarta, 28 Desember 2008 15:48 Ketua DPD 
Ginandjar Kartasasmita mengeluhkan rendahnya respon DPR terhadap berbagai usul 
Rancangan Undang-Undang (RUU) yang diajukan DPD untuk dibahas lembaga 
legislatif tersebut.  "Dari 12 usul RUU inisiatif DPD, 10 diantaranya 
diserahkan kepada DPR tetapi yang ditindaklanjuti hanya satu saja," kata 
Ginandjar kepada pers saat menyampaikan catatan DPD menjelang tahun 2009 di
 Jakarta, Minggu (28/12).  RUU inisiatif DPD yang ditanggapi DPR itu adalah RUU 
tentang perubahan Perubahan Ketiga atas UU Nomor 3 Tahun 1950 Tentang 
Pembentukan Daerah Istimewa Yogyakarta. "Beberapa usul RUU yang menurut hemat 
kami sangat penting justru belum ditanggapi DPR," kata Ginandjar seraya 
mencontohkan RUU itu diantaranya tentang kehutanan, agraria dan lembaga 
keuangan mikro.  Berbeda dengan tanggapan DPR, menurut Ginandjar, pemerintah 
justru memberikan respon yang cukup positif.  Menurut Ginandjar, DPD secara 
rutin menyampaikan berbagai pandangan, pendapat dan pertimbangan serta hasil 
pengawasannya kepada DPR dan pemerintah terkait aspirasi masyarakat yang 
berkembang di daerah.  Mengenai kinerja yang telah dilakukan DPD hingga akhir 
2008, ia menjelaskan, lembaga perwakilan daerah itu telah menghasilkan 162 
keputusan yang terdiri atas 12 usul RUU, 87 pandangan, pendapat dan 
pertimbangan mengenai berbagai RUU yang berasal dari pemerintah maupun
 DPR, 39 produk pengawasan serta 24 keputusan yang terkait APBN.  Pada bagian 
lain, Ginandjar juga mengingatkan agar mewaspadai indikasi berbagai kontradiksi 
isu, seperti UU Pemilu, soal calon DPD, calon independen, penetapan calon 
terpilih, UU Pornografi, hasil pilkada hingga soal penurunan harga BBM.  
Menurut Ginandjar, indikasi kontradiksi itu harus diwaspadai karena bisa 
berkembang menjadi ketidakpercayaan (distrust) masyarakat. "Berkembangnya 
distrust secara luas akan mengandung potensi gejala gejolak sosial yang meluas 
dan simultan. Ini betul-betul sangat rawan dan kita semua harus mewaspadainya," 
katanya.  Bagi DPD, tahun 2009 merupakan tahun waspada dan karena itu lembaga 
itu mengajak semua pihak mewaspadai segala persoalan yang muncul dengan 
mengembangkan format penyelesaian secara institusional, apakah menyangkut 
masalah finansial global, penyelenggaraan pemilu 2009 dan percepatan 
implementasi otonomi daerah. [EL, Ant]  








      
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

  • ... Muzirman --
    • ... Defiyan Cori
      • ... Indra Jaya Piliang
        • ... Defiyan Cori
          • ... muzirman0
          • ... Indra Jaya Piliang
            • ... hoesin hanif
              • ... Defiyan Cori
            • ... Dedy Yusmen
              • ... Datuak Arifz
              • ... Darul M
              • ... asfarinal, asfarinal, asfarinal, asfarinal nanang, nanang, nanang, nanang

Kirim email ke