Sato saketek Sanak IJP (alah lamo indak)
 
Takana pulo di Ambo, wukatu rombongan Presiden ka Bukiktinggi  2 tahun
saranu (kalau indak salah), Makan nasi Kapau Presiden jo Rombongannya,
dapek kuitansi 'pangua' pulo rombongan presiden iko dari Buyuang Koboy ,
sempat malu pulo patinggi kampaung kito. 
 
Di danga-danga bisiak balakang, Baa kok tinggi hurago nasi tu (baa ko
bapangua) pulo  urang ebaik dari pusek tu. Jawabnyo Buyuang Koboy  '
Bilo lo lai Tuan' bilo  lo kito pangua urang diateh tu, jan awak-awak se
ka dipangua nyo, kiceknyo anyo ka managarajokan iko managarajokan itu
kalau tapiliah, kini manyo...
 
Nan masalah 'Pangua' ko indak masalah rombongan presiden, atau caleg ge
doh Tuan, kalau agak 'engak' bantuak sakatek atau kalau sok ebaik, sok
kayo, sok santiang dijamin kanai...
 
Sukses Sanak IJP, kejar taruih apo nan alah manjadi pilihan
 
Salam
DYEK
 
-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
Behalf Of Indra Jaya Piliang
Sent: Monday, December 29, 2008 11:28 PM
To: Rantau Mail
Subject: [...@ntau-net] Re: Sedikit Tanggapan buat IJP,..
 
Tadi dpt carito Buya Hamidi, Ketua DPRD Padang Panjang, di acara
pengajian di Mesjid An Nur Jambu Aie Bukik, bhw Rombongan Presiden
berjmlh 30an org, kena bangkuang Rp 12 Jt. Gamawan sampai malu, kutiko
ditanya Andi Mallarangeng. 

Jadi, bukan hanyo caleg nan dipangue di Sumbar, tp rombongan presiden
bagai. 

Ijp
Sent from my BlackBerry wireless device from XL GPRS network
  _____  

From: Defiyan Cori 
Date: Mon, 29 Dec 2008 05:38:17 -0800 (PST)
To: <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Re: Sedikit Tanggapan buat IJP,..

Kalau ambo Indra jelas dukung kalangan muda karena orang muda yang buat
perubahan...jangan kuatir saya berdo untuk adinda terpilih...InsyaALLAH
kalau perlu saya kerahkan teman2 di PPK untuk itu...
Pazkah jelas terlibat...tapi dia bagi rata ke eselon I dan II, jadi ya
kesannya di Bappenas orang baik...kito dokan supayo tobat sabalum
talambek..
 
Salam dan maaf, selamat berjuang...
 
Defiyan Cori L/40

--- On Mon, 12/29/08, Indra Jaya Piliang <[email protected]> wrote:
From: Indra Jaya Piliang <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Re: Sedikit Tanggapan buat IJP,..
To: "Rantau Mail" <[email protected]>
Date: Monday, December 29, 2008, 4:48 AM
Saya mah ceritakan apa adanya. Gak ada komentar. Coba aja jadi caleg,
atau tanya aja semua caleg, pasti alami yg lbh buruk. 

Tapi tentu byk yg baik. Di Pasaman, tdk sesenpun uang saya keluar.
Sampai malu. Apa2 dibayarin warga. Pulangpun dpt buah tangan. 

Politik itu menarik, dlm proses. Ada byk org kena bangkuang, tdk hanya
caleg, tp juga para wisatawan. 

Apa yg ditulis tdklah lengkap. Nanti ada memoarnya. Ada penulis yg
selalu ikut saya. 

Ini bukan soal terpilih atau tdk. Tdk menjadi soal. Krn bukan itu
tujuannya. 

Hanya Allah SWT dan pemilih yg tahu. Tdk juga bung Cori. Semoga Paskah
Suzetta di Bappenas yg juga kader Golkar tetap sehat. 


Ijp



Sent from my BlackBerry wireless device from XL GPRS network

  _____  

From: Defiyan Cori 
Date: Mon, 29 Dec 2008 01:19:13 -0800 (PST)
To: <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Re: Sedikit Tanggapan buat IJP,..

Yang tidak berfungsi itu adalah organ2 negara, kami yang terlibat di PPK
merasakan jika rakyat dilibatkan ternyata jalannya lebih baik.
Musyawarah Nagari di awak atau Desa di Jawa menetapkan aturan2 main yang
telah diproses melalui suara rakyat. Bagaimana anda belum jadi wakil
rakyat sudah menyakiti hati mereka...? 
Jadi Pak Muzirman, PPK adalah learning centre bagi masyarakat, walau
kami (Bappenas) masih mengakui masih terdapat kekurangan...itu tidak
lebih untuk perbaikan konsep awal yang subtansinya sudah menempatkan
rakyat yang berdaulat terlibat dalam menentukan kebutuhan mereka di
nagari/desa dan antar nagari/desa...
 
Salam dan maaf 
Defiyan Cori L/40

--- On Mon, 12/29/08, Muzirman -- <[email protected]> wrote:
From: Muzirman -- <[email protected]>
Subject: [...@ntau-net] Sedikit Tanggapan buat IJP,..
To: [email protected], "rantaunet" <[email protected]>
Date: Monday, December 29, 2008, 2:43 AM
Sanak IJP izinkan saya meng komentari diskusi anda ttg :Dialog
Kenegaraan,di DPD(forwardkan  dr Padek)+ BGmn lemah nya kedudukan DPD
dalam sistem kenagaraan kita .yg dipilih rakyat lansung. (Sumber Gatra)
Proses Amandemen Sangat Elitis  Jumat, 26 Desember 2008  Jakarta,
PadekPengamat Politik, DR Indra J Piliang, mengatakan gagalnya
masyarakat dan sebagian penyelenggara pemerintahan dalam memahami UUD
1945 pasca-amandemen disebabkan karena proses yang terjadi dalam
amandemen selama ini sangat elitis dan sama sekali tidak melibatkan
rakyat. "Proses amandemen yang sangat elitis ini, ke depan harus
dihilangkan jika tidak ingin  konstitusi kita menjadi dokumen mati,"
ujar Indra J Piliang, dalam acara Dialog Kenegaraan, yang
diselenggarakan DPD RI, di kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Rabu
(24/12).
-------------------------------------------------------------->>>>komen:
kalau meng sosialisasikan amendemen UUD itu, dan UU/PP etc.adalah tugas
negara sanak(executive, legislative), sejauh mana negara mengadakan
sosialisasi tsb? Legislative termasuk partai2, serta mass media juga
ambil bagian.
-------------------------------------::-----------------------
Dijelaskan Indra, karena gagalnya rakyat dalam memahami konstitusi, maka
proses demokrasi yang saat ini tengah berlangsung banyak yang salah
kaprah. Mereka tidak lagi mengenal asas trias politika secara utuh.
------------------->>kalau sanak mengatakan "gagalnya rakyta memahami
konstitusi," sejauh mana dan apa2 yg tlh dilakukan negara dlm usaha
sosialisi konstitusi tsb? Wah , kalau sanak katakan "demokrasi salah
kaprah">---------------------------->> di kampuang awak ber "demokrasi"
ko ala ado dlm bantuak yg sederhana, spt ada dlm perkataan: "tigo tungku
sajarangan, batu bulek ala buliah di golognkan, kato mufakat, raso
pareso, hati gajah samo di kacak, hati nyamuak samo di cacah, pemimpin
ko di tinggi kan sa rantiang, di dulukan salangkah,..dll" Ini lah nilai2
demokrasi yh kita alami dan masih hidup di kampuang awak. Kampuan awak
dikatakan "masyarakat yg duduak samo randah, tagak samo tinggi" atau
kita terjemahkan dlm istilah politik nyo, setiap warga sama kedudukan
nya di depan konstitusi. Itulah nilai2 demokrasi yg kita maksud,..Bgmn
dalampelaksanaan nya itulah tugas kita bersama utk meng
implementasikannya. ===========================================  Dia
mencontohkan, di saat-saat kampanye sekarang jika ada diantara calon
anggota legislatif (caleg) yang turun keberbagai daerah, rakyat meminta
berbagai macam keperluannya yang sama sekali tidak ada  kaitannya dengan
proses caleg.  "Di suatu tempat di Sumbar ada sekelompok masyarakat yang
minta semen ke saya. Kalau tidak diberi mereka tidak mau diajak bicara
dan berdiskusi," kata Indra J Piliang, yang saat ini tercatat sebagai
salah seorang caleg di Sumbar.
------------------------------------------------->>>ughang kampuang ambo
banyak nan bansek sanak, jadi kalau mau suaro kami kami juga minta
sesuatu, itu wajar saja, nampakkan kiprah sanak ka kami dulu, baru kami
bapikia utk memilih sanak, ....
=====================================00=================  Kalau sudah
duduk, misalnya di suatu warung, lanjut Indra, saya tidak hanya membayar
semua yang mereka minum atau makan saat saya ada. Tetapi utang-utangnya
yang selama ini mereka buat pun harus saya lunasi pula.
---------------------------->> Sanak IJP, anda malu2in kampuang den sen
ma, ini jangan2 "make up story" I need a proof man, adalah tugas anda
utk menyampaikan "hutang2 nya  tidak bisa saya bayar," itu adalah suatu
bentuk pendidikan terhadap mereka>>..tp kalau minum dan rokok
silahkan,.. kalau begitu penilaian saya sanak IJP juga punya mental
kapuyuak juga? Masak ughang kampuang "mengijak kaki kiri anda, kok diam
saja,..malah anda kasih kan kaki kanan. that is funny, mentally weak.
Bgmn anda berhadapan dgn lawan2 politik yg ganas, tanpa tedeng aling2.
==================================  "Demikian juga halnya di jalan-jalan
raya. Jika saya menyembunyikan identitas saya sebagai caleg, dan tidak
menggunakan kendaraan kampanye, sumbangan di pinggir jalan cukup Rp2000
saja. Tapi kalau menggunakan kendaraan kampanye, maka dikenakan
sumbangan minimal Rp10 ribu," kata Indra J Piliang.
------------------------------------>> apakah sdh boleh
"mengunakankendaraan kampanye?" apa ngak mencuri start? Saya belum
maklum kendaraan kampanye yg macam apa??  Fenomena ini, kata Indra,
memperlihatkan betapa rakyat kita berfikir masih  sangat Orde Baru.
"Amandemen UUD 1945 itu hanya baru mampu merubah sedikit soal struktur
dan ketatanegaraan kita. Sementara rakyat jauh lebih mundur dari sisi
pendidikan politis," ujarnya.  Dia juga mengusulkan agar rencana
amandemen UUD 1945 ke depan perlu didampingi oleh sebuah komisi yang
bertugas merancang amandemen konstitusi. "MPR cukup dalam posisi ketuk
palu saja," ujar Indra J Piliang. (fas)
------------------------------------------------------------------------
------------------------------------ < Sebelumnya     Selanjutnya >
Sanak IJP inilah salah satu tugas anda, bgmn menguatkan kedudukan DPD,
jaan taruih menjadi "mentimun bunkuak" di Gedung Bundar tsb, kenapa??
Krn kekuasaan itu terus di kakangi oleh anggota DPR dari Partai.
Disumbek peranan DPD disinan.  Wass. Muzirman Tanjung.
===================================..========================>>>======
Terkait Usulan RUU Ginandjar Keluhkan DPR  Jakarta, 28 Desember 2008
15:48 Ketua DPD Ginandjar Kartasasmita mengeluhkan rendahnya respon DPR
terhadap berbagai usul Rancangan Undang-Undang (RUU) yang diajukan DPD
untuk dibahas lembaga legislatif tersebut.  "Dari 12 usul RUU inisiatif
DPD, 10 diantaranya diserahkan kepada DPR tetapi yang ditindaklanjuti
hanya satu saja," kata Ginandjar kepada pers saat menyampaikan catatan
DPD menjelang tahun 2009 di Jakarta, Minggu (28/12).  RUU inisiatif DPD
yang ditanggapi DPR itu adalah RUU tentang perubahan Perubahan Ketiga
atas UU Nomor 3 Tahun 1950 Tentang Pembentukan Daerah Istimewa
Yogyakarta. "Beberapa usul RUU yang menurut hemat kami sangat penting
justru belum ditanggapi DPR," kata Ginandjar seraya mencontohkan RUU itu
diantaranya tentang kehutanan, agraria dan lembaga keuangan mikro.
Berbeda dengan tanggapan DPR, menurut Ginandjar, pemerintah justru
memberikan respon yang cukup positif.  Menurut Ginandjar, DPD secara
rutin menyampaikan berbagai pandangan, pendapat dan  pertimbangan serta
hasil pengawasannya kepada DPR dan pemerintah terkait aspirasi
masyarakat yang berkembang di daerah.  Mengenai kinerja yang telah
dilakukan DPD hingga akhir 2008, ia menjelaskan, lembaga perwakilan
daerah itu telah menghasilkan 162 keputusan yang terdiri atas 12 usul
RUU, 87 pandangan, pendapat dan pertimbangan mengenai berbagai RUU yang
berasal dari pemerintah maupun DPR, 39 produk pengawasan serta 24
keputusan yang terkait APBN.  Pada bagian lain, Ginandjar juga
mengingatkan agar mewaspadai indikasi berbagai kontradiksi isu, seperti
UU Pemilu, soal calon DPD, calon independen, penetapan calon terpilih,
UU Pornografi, hasil pilkada hingga soal penurunan harga BBM.  Menurut
Ginandjar, indikasi kontradiksi itu harus diwaspadai karena bisa
berkembang menjadi ketidakpercayaan (distrust) masyarakat.
"Berkembangnya distrust secara luas akan mengandung potensi gejala
gejolak sosial yang meluas dan simultan. Ini betul-betul sangat rawan
dan  kita semua harus mewaspadainya," katanya.  Bagi DPD, tahun 2009
merupakan tahun waspada dan karena itu lembaga itu mengajak semua pihak
mewaspadai segala persoalan yang muncul dengan mengembangkan format
penyelesaian secara institusional, apakah menyangkut masalah finansial
global, penyelenggaraan pemilu 2009 dan percepatan implementasi otonomi
daerah. [EL, Ant]  








</html
 

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

  • ... Muzirman --
    • ... Defiyan Cori
      • ... Indra Jaya Piliang
        • ... Defiyan Cori
          • ... muzirman0
          • ... Indra Jaya Piliang
            • ... hoesin hanif
              • ... Defiyan Cori
            • ... Dedy Yusmen
              • ... Datuak Arifz
              • ... Darul M
              • ... asfarinal, asfarinal, asfarinal, asfarinal nanang, nanang, nanang, nanang

Kirim email ke