Sanak Jepe..absolutely satuju ambo, dan maaf sabana no ide dan konsep ko kalau ndak salah alah pernah disampaikan dek kawan2 LSM dan kalangan UNAND, tapi tidak ada tindak lanjut dari pemerintah ko ah.. Ambo secara pribadi katiko batugeh ka Agam juo alah sampaikan ka Kapalo Dinas Pemberdayaan Sosial Kab Agam, kalau ndak salah bulan Juni Tahun 2008 lalu Salam Defiyan Cori L/40
--- On Thu, 1/8/09, Jupardi <[email protected]> wrote: From: Jupardi <[email protected]> Subject: [...@ntau-net] Re: racun belerang di maninjau To: [email protected] Date: Thursday, January 8, 2009, 4:41 AM Sanak Adrinof Sebuah pemikiran yang perlu juga di renungkan…”konflik sektoral”..yang nota bena tidak saling mendukung satu sama lain yaitu antara maninjau sebagai tujuan wisata..dan pemanfaatan Danau sebagai Budi Daya Ikan, kalau menurut saya memang lebih cendrung ke Parawisata danau tersebut difokuskan tapi dicarikan solusi buat petani/nelayan tambak jaring apung. misalnya dipetakan dulu kawasan danau (bikin zona-zona) sesuai dengan karakter atau tipologi dari Danau dan daerah aliran sungainya. Mana kawasan yang betul2 bebas dari budi daya ikan yang diperuntukan bagi kawasan wisata dan mana kiranya daerah terbatas di danau tersebut dijadikan untuk budi daya ikan keramba apung, jadi tidak seperti sekarang budi daya ikan apung tanpa memperhatikan perencanaan ruang danau Maninjau…dimana suka..berhimpitan satu sama lain. Setelah ditata peruntukan kawasan danau tersebut oleh semua pihak dan disepekati maka perlu dilindungi dengan payung hukum, sehingga dalam pelaksanaannya nanti bisa lebih mudah diawasi kasarnya ada alas an hukum yang kuat jika budi daya keramba jaring apung ini bukan pada tempatnya di bongkar atau dilarang sebelum dibuat.Tentunya sebelumnya perlu duduk dengan masyarakat, tokoh masyarakat, ninik mamak, alim ulama dengan pihak pemerintah atau dinas/instansi terkait dalam menata kembali peruntukan kawasan danau maninjau dan sekitarnya. Keramba jaring apung bisa saja arah ke hilir atau dengan melihat kontur/topograpi lahan (Tinggi ke rendah) maka dibuat kanal-kanal permanent untuk memindahkan air danau tersebut dan mengalir nah disanalah kiranya paling tepat membuat keramba, air mengalir tidak terlalu deras tentunya kebutuhan oksigen terpenuhi sepanjang hari, jika pun ada unsure belerang di dasar danau karena gempa yang mengakibatkan naiknya zat2 beracun yang mengakibatkan kematian ikan saya pikir bisa juga dibuat alat deteksi dini dengan melihat segala karakteristik danau Mainjau, tentunya memang dibutuhkan teknologi terkini sebagaimana halnya alat deteksi gempa yang berakibat tsunami yang memberikan kesempatan penduduk menyelamatkan diri sekitar 30 menit menjelang Tsunami menghempas daratan. Setelah kejadian ini, mungkin kedepan lebih mudah lagi mengaturnya sementara colling down dan recovery dulu sambil mencoba mensosialisaikan ke para nelayan dengan segala alasan-alasan untung rugi dan manfaat yang akan diperoleh jika di coba lagi tata ulang kawasan Maninjau Mungkin itu tambahan pendapat saya, lebih dan kurang mohon maaf Wass-Jepe indak dikuduang bia nyambuang nan dibawah jo diateh..kan da baa do urang dapua..indak mambaok gambar nan gadang filenyo. From: [email protected] [mailto: [email protected] ] On Behalf Of Andrinof A Chaniago Sent: Thursday, January 08, 2009 2:01 PM To: [email protected] Subject: [...@ntau-net] Re: racun belerang di maninjau Saya sempat dapat pengetahuan sedikit dari seorang teman tentang endapan racun di dasar danau ini, ketika kami bekerja melakukan studi untuk penyusunan Rencana Pengembangan Ekosistem Danau Toba (Sumut). Menurut dia, di dalam setiap danau vulkanik selalu terjadi proses mengendap racun yang suatu saat melepaskan gas beracunnya ke permukaan. Kalau ini benar, mungkin masa pematangan tumpukan racun ini yang perlu diteliti oleh ahlinya. Pelepasan racun ke permukaan danau itu, juga kata bekas teman satu tim saya itu, bisa dipicu oleh guncangan vulkanik di dasar danau. Untuk solusi masalah yang dihadapi peternak ikan keramba ini, saya punya pikiran lain. Saya sudah lama berpikir usaha keramba ini digantikan dengan usaha lain yang terkait dengan jasa pariwisata, seperti rekreasi air, rumah makan, hotel atau penginapan khas, dan sebagainya. Dengan merebaknya usaha ternak ikan keramba selama ini, ada beberapa masalah yang muncul. Pertama, pengembangan ekonomi Salingka Manijau terkendala oleh konflik sektoral antara usaha ternak keramba dan pengembangan pariwisata. Merebaknya usaha keramba sampai puluhan meter ke tangah danau dan berjejer rapat ddari arah Pasir Panjang hingga ke koto Kaciak (bahkan ke dekat Muko-muko), membuat pantai Danau Maninjau tidak lagi indah dan kawasan rekreasi air tidak bisa dikembangkan. Padahal, menurut pengamatan saya, Danau Maninjau adalah salah satu dari sedikit danau terindah di dunia. (Kalau di Indonesia, sudah pasti yang terindah!). Saya yakin, kalau perekonomian Salingka Maninjau diarahkan (difokuskan) ke Pariwisata, masih tersedia pasar pengunjung yang cukup besar walaupun kita batasi dengan ketentuan yang ketat agar tidak menampung wisatawan porno aksi. Sebab, potensi wisatawan rombingan dari Asia Timur ( Jepang , Korea , Taiwan , Hongkong), apakah itu pekerja aktif maupun para pensiunan, masih cukup besar. Maninjau dan Sumbar bisa kita buat berbeda dengan Bali, yang pengunjung terbesarnya adalah para ABG dari Australia yang menyukai tempat-tempat dugem dan bebas. Belum lagi kita bicara potensi wisatawan domestik. Selagi model perekonomian Salingka Maninjau dicirikan oleh konflik sektoral, saya yakin ekonomi lokal di sini tidak akan berkembang. apalagi, kalau benar peternak ikan keramba akan selalu menghadapi siklus keluarnya gas beracun dari dasar danau. Salam, Andrinof A Chaniago 2009/1/7 Zulkarnain Kahar <[email protected]> Tarimo kasih atas penjelasannya Z, Jauh sebelum ada karamba semua masyarakat maninjau sudah tahu adanya hari "tubo" ini dimana banyak ikan ikan yang mati akibat belerang yang keluar dari danau yang tercipta oleh gunung api ini. Termasuk saya dulupun pernah berlomba menjaring ikan ikan ynag setengah hidup ini dengan mudah. Masyarakat yang berkaramba PASTI SUDAH TAHU akan konsekuensi ini. Jangan sampai sudah tahu bertanya pula dan mengadu pula ke Presiden malu rasanya badan ini. Kalau berani membuat rumah ditepi pantai kenapa takut dikunjungi tsunami. Akhirnya apapun kegiatan kita ada konsekuensinya. Wassalam Zulkarnain Kahar 50+ Houston Texas --- On Wed, 1/7/09, Z Chaniago <[email protected]> wrote: From: Z Chaniago <[email protected]> Subject: [...@ntau-net] Re: racun belerang di maninjau To: [email protected] Date: Wednesday, January 7, 2009, 1:54 AM Assalamu'alaikum Ww ...Mamak rumah IJP...., aha kampuang si Z ko mah... iko babarapo tambahan dari ambo : a. Sabalun usao karamba mulai marak di sakuliliang danau Maninjau (medio 90-an), nan namonyo tubo pacah balerang itu marupokan kejadian nan 'biasa-nya' akan terjadi pado musim angin darek...., dan biasonyo ampia tiok tahun ado musin angin tsb. Dan jikok lah musim angin dan mulai mengaduk permukaan aia danau , maka 'belerang' yang ada di dasar danau akan teraduk dan naiak ka permukaan danau sahinggo akan mambuek ikan-ikan 'nonoy' dan bahkan mati. --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
