Bukan sajo di "Sidney, Australia, dan kemarin di Bangkok, Thailand,
dan Vientiane, Laos" saroman nan Angku Moochtar Naim caliak tu, tapi
tampak di ambo di Toronto Canada baitu pulo. Kalau di US jarang warnet
tu karano umumnyo urang bakomputer surang-surang. Kalau bajalan
mambawo laptop mareka dapek maaksesnyo di berbagai tempat nan punyo
akses wireless, cafe, dsb. Bahkan kapatang di ateh koretapi San Jose -
San Francisco, ambo caliak urang manggunokan wireless access ko. Urang
nan punyo laptop sibuk jo galehno surang-surang manggunokan wakatu
sabaiak-baiaknyo sabalun masuak kantua dalam pajalanan koretapi ekpres
(bullet) satu jam tu. Yah, maklumlah route Kotetapi bullet San Jose -
San Francico ko di tangah-tangah jantuang dan urek nadi Silicon Valley
tu bana.

Tahun 2003 panah ambo lalu ka Medan dari Kuala Lumpur, ambo mancari
warnet, memang sanang dapek mancigok email sinan. Sudah tu di
Bukittinggi wakatu ambo ka warnet tu untuak mancaliak email, di booth
sabalah ambo ado duo tigo rang mudo takekeh-kekeh galak agak
mangganggu ambo. Ambo cigok saketek tanpa komentar iyo itu nan
digalak-galakan mereka mannikmatinyo. Indak tahu ambo ka sia ka
mangatangahkan masalah ko wakatu itu karano nan manjago warnet tu pun
urang mudo bana pulo, rasono padusi pulo ...

Mudah-mudhan saran-saran dalam surek tabukak dari Angku Mochtar Naim
sabagai Anggota DPD-RI dari Sumbar ko dapek dibaco, ditalaah, dan
ditarimo dek baliau-baliau tu, saran-saran nan indak sarik
manjalankannyo tapi gadang efek jo manfaatnyo. Tarimo kasih.

Salam,
-- Sjamsir Sjarif

--- In [email protected], Mochtar Naim <mochtarn...@...> wrote:
>
> 
>  KAWAN2 DI DUNIA MAYA,
>  KO NYO SURAT TERBUKA TTG PRAKTEK WARNET TU. 
>  SALAM AMBO, MN
>     
> SURAT TERBUKA
> KEPADA GUBERNUR
> BESERTA PARA BUPATI DAN WALIKOTA SERTA PIMPINAN DAN ANGGOTA-ANGGOTA DPRD
> PROVINSI, KABUPATEN DAN KOTA
>  
> TENTANG PRAKTEK WARNET
> DI KOTA-KOTA DAN DAERAH
> DI SUMATERA BARAT 
> dari
> Mochtar Naim
> Anggota DPD-RI dari Sumbar
> 
> 
> 
> Yang terhormat,
> Bapak Gubernur, para Bupati dan Walikota 
> serta Pimpinan dan Anggota-anggota DPRD 
> Provinsi, Kabupaten dan Kota,
> se Sumatera Barat
> 
> Assalamu’alaikum w.w.,
> 
> SALAH satu dari sumber maraknya pornografi di tengah-tengah
masyarakat, khususnya di kalangan anak muda, adalah layanan warnet
yang bertebaran di berbagai penjuru kota, tak terkecualinya di
kota-kota dan daerah-daerah di Sumatera Barat ini. 
>       Agar apa yang ditonton melalui layar internet maya itu tidak
terlihat oleh orang lain, dibikinkanlah booth atau sekat kotak-kotak
yang hanya yang main sendiri yang bisa melihat di dalamnya. Warnet ini
biasanya dibuka dari pagi sampai larut malam. Dan rata-rata pengunjung
memanglah anak-anak muda, dari umur mahasiswa ke sekolah menengah,
laki-laki dan perempuan.
>       Bahwa sekat kotak-kotak warnet dibikin seperti itu, sudah pasti
bahwa tujuannya adalah untuk menjaga dan melindungi sipemakai internet
untuk tidak diganggu, apalagi diganggu-gugat. Melalui cara seperti
itulah pemilik warnet melindungi sipemakai dengan tujuan agar
pemasukan keuangan dari bisnis maya ini berjalan lancar dan tidak
terhalang. 
>       Perhitungkanlah dari sekian booth kali sekian pemakai, kali sekian
jam per hari pemakaiannya, kali sekalian rupiah per jamnya, lalu
dikalikan lagi dengan jumlah warnet di seluruh kota di seluruh
Indonesia ini, yang omsetnya bisa triliunan rupiah per tahunnya, semua
adalah hasil bisnis yang sangat lukratif-menguntungkan, dan sangat
laris, tetapi dengan merusak akhlak dan watak dari para pemakai yang
rata-rata adalah anak muda harapan bangsa.  
>       Bagaimana jadinya anak-anak muda kita ini kalau jiwanya sudah
dirusak dan akhlaknya diobrak-abrik melalui dunia maya yang disodorkan
yang salah satu pilihannya adalah tayangan pornografi yang jumlah
pilihannya jutaan tak terbatas dari bermacam negara di dunia ini, tak
terkecualinya dari Indonesia sendiri. Pada hal di banyak negara, di
dunia ini, bukan tidak ada cara dalam jangkauan teknologi TI untuk
mematikan tayangan pornografik dll sejenisnya yang merusak itu.
>       Namun, kendati hal ini sudah menjadi pengetahuan umum dan luas
dibicarakan, tetapi, anehnya, kok tak segera ada tindakan penyelamatan
yang dilakukan oleh pihak berwajib, khususnya dari pihak penguasa
negara baik di bidang eksekutif maupun legislatif dan yudikatif.
Sampai-sampai dengan para alim-ulama, ninik-mamak dan cerdik-pandai
dan tokoh-tokoh masyarakat lainpun diam seribu bahasa dan tak
berkutik. Terasa ada, terkatakan tidak.
> 
> Pak Gubernur, Pak Bupati, Pak Walikota, 
> dan rekan-rekan Pimpinan dan Anggota-anggota DPRD 
> di Provinsi, Kabupaten, Kota, di Sumatera Barat, yth,
>       
>       Saya sudah melihat di Sidney, Australia, dan kemarin di Bangkok,
Thailand, dan Vientiane, Laos, bagaimana di kota-kota itu saya melihat
mereka mengatur tentang pelayanan warnet yang juga menyarap di
kota-kota itu. Saya melihat, set-set komputernya disusun berjajar di
sepanjang dinding tanpa sekat apapun, dengan pemakai menghadap ke
dinding, sehingga apa yang dibukanya di internet itu siapapun akan
bisa melihat dengan jelas tak terhalang. Pun juga yang di jejeran
tengah, berbaris, dengan yang set komputernya berlancik-lancik-an, dan
pemakainya bisa saling melihat; sementara semua siapapun yang lewat
bisa melihat apa yang dibukanya. 
>       Sendirinya prinsip saling kontrol seperti ini menjadi mekanisme
sosial yang sangat efektif dan tidak memerlukan satpam atau siapapun
karena sistem kontrol yang diciptakan yang sifatnya built-in dan naluriah.
>       Dalam rangka kita menjaga dan memelihara akhlak dan watak anak-anak
muda kita dan generasi muda kita umumnya, waktunya agaknya sekarang,
Pak Gubernur, Pak Bupati, Pak Wali dengan rekan-rekan di DPRD di
setiap jajaran pemerintahan, mengeluarkan ketentuan tentang bisnis
warnet, lengkap dengan petunjuk-petunjuknya, yang kalau perlu dengan
sanksi yang berat dan kontrol yang ketat dan efektif. 
>       Melalui da’wah bil hal ini insya Allah masyarakat kita di
Sumatera Barat dan Minangkabau tercinta ini akan terhindar dari laknat
dan kutukan Tuhan. Kiranya Allah mengampuni semua kesalahan kita di
masa lalu, dan kita menatap  masa depan kita dengan berpegang teguh
kepada prinsip hidup kita di daerah ini, ABS-SBK, sambil selalu
berserah diri kepada-Nya, amin, amin, yang rabbal ‘alamin.
> 
> Wassalam,
> 
> 
> Mochtar Naim



--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke