Pak DR. Muchtar Naim dan bapak, ibu RN Yth,
Setuju sekali, alhamdulillah masih ada tokoh dan orang tua kita yang
punya kepeduliaan yang tinggi terhadap masa depan dan moral kita, dan
masih ada yang bisa membuat surat terbuka seperti ini.
Saya mendukung sekali, supaya Warnet ini ditata lagi setting posisi meja
komputernya, sehingga bisa meminimize kemungkinan pelanggan warnet
menggunaka fungsi warnet sesuai peruntukannya, tidak untuk yang tidak
sesuai dengan hukum islam, seperti pornografi, kan udah ada Uunya.
Sekali lagi terimakasih untuk pak Muchtar, semoga beliau di usia senja
tetap sehat dan tetap memberikan nasehat untuk kita semua, amiin.
Wassalam,
Elthaf

-----Original Message-----
From: [email protected] [mailto:[email protected]] On
Behalf Of Mochtar Naim
Sent: Wednesday, January 28, 2009 11:59 PM
To: [email protected]; [email protected];
[email protected]; "buyamasoed abidin"@gmail.com; kerinci;
[email protected]; [email protected]; Cha cha; suci
amalia; "rahmi naska izzah_khair"@yahoo.co.id
Subject: [...@ntau-net] SURAT TERBUKA TTG PRAKTEK WARNET


 KAWAN2 DI DUNIA MAYA,
 KO NYO SURAT TERBUKA TTG PRAKTEK WARNET TU. 
 SALAM AMBO, MN
    
SURAT TERBUKA
KEPADA GUBERNUR
BESERTA PARA BUPATI DAN WALIKOTA SERTA PIMPINAN DAN ANGGOTA-ANGGOTA DPRD
PROVINSI, KABUPATEN DAN KOTA
 
TENTANG PRAKTEK WARNET
DI KOTA-KOTA DAN DAERAH
DI SUMATERA BARAT
dari
Mochtar Naim
Anggota DPD-RI dari Sumbar



Yang terhormat,
Bapak Gubernur, para Bupati dan Walikota 
serta Pimpinan dan Anggota-anggota DPRD 
Provinsi, Kabupaten dan Kota,
se Sumatera Barat

Assalamu'alaikum w.w.,

SALAH satu dari sumber maraknya pornografi di tengah-tengah masyarakat,
khususnya di kalangan anak muda, adalah layanan warnet yang bertebaran
di berbagai penjuru kota, tak terkecualinya di kota-kota dan
daerah-daerah di Sumatera Barat ini. 
        Agar apa yang ditonton melalui layar internet maya itu tidak
terlihat oleh orang lain, dibikinkanlah booth atau sekat kotak-kotak
yang hanya yang main sendiri yang bisa melihat di dalamnya. Warnet ini
biasanya dibuka dari pagi sampai larut malam. Dan rata-rata pengunjung
memanglah anak-anak muda, dari umur mahasiswa ke sekolah menengah,
laki-laki dan perempuan.
        Bahwa sekat kotak-kotak warnet dibikin seperti itu, sudah pasti
bahwa tujuannya adalah untuk menjaga dan melindungi sipemakai internet
untuk tidak diganggu, apalagi diganggu-gugat. Melalui cara seperti
itulah pemilik warnet melindungi sipemakai dengan tujuan agar pemasukan
keuangan dari bisnis maya ini berjalan lancar dan tidak terhalang. 
        Perhitungkanlah dari sekian booth kali sekian pemakai, kali
sekian jam per hari pemakaiannya, kali sekalian rupiah per jamnya, lalu
dikalikan lagi dengan jumlah warnet di seluruh kota di seluruh Indonesia
ini, yang omsetnya bisa triliunan rupiah per tahunnya, semua adalah
hasil bisnis yang sangat lukratif-menguntungkan, dan sangat laris,
tetapi dengan merusak akhlak dan watak dari para pemakai yang rata-rata
adalah anak muda harapan bangsa.  
        Bagaimana jadinya anak-anak muda kita ini kalau jiwanya sudah
dirusak dan akhlaknya diobrak-abrik melalui dunia maya yang disodorkan
yang salah satu pilihannya adalah tayangan pornografi yang jumlah
pilihannya jutaan tak terbatas dari bermacam negara di dunia ini, tak
terkecualinya dari Indonesia sendiri. Pada hal di banyak negara, di
dunia ini, bukan tidak ada cara dalam jangkauan teknologi TI untuk
mematikan tayangan pornografik dll sejenisnya yang merusak itu.
        Namun, kendati hal ini sudah menjadi pengetahuan umum dan luas
dibicarakan, tetapi, anehnya, kok tak segera ada tindakan penyelamatan
yang dilakukan oleh pihak berwajib, khususnya dari pihak penguasa negara
baik di bidang eksekutif maupun legislatif dan yudikatif. Sampai-sampai
dengan para alim-ulama, ninik-mamak dan cerdik-pandai dan tokoh-tokoh
masyarakat lainpun diam seribu bahasa dan tak berkutik. Terasa ada,
terkatakan tidak.

Pak Gubernur, Pak Bupati, Pak Walikota, 
dan rekan-rekan Pimpinan dan Anggota-anggota DPRD 
di Provinsi, Kabupaten, Kota, di Sumatera Barat, yth,
        
        Saya sudah melihat di Sidney, Australia, dan kemarin di Bangkok,
Thailand, dan Vientiane, Laos, bagaimana di kota-kota itu saya melihat
mereka mengatur tentang pelayanan warnet yang juga menyarap di kota-kota
itu. Saya melihat, set-set komputernya disusun berjajar di sepanjang
dinding tanpa sekat apapun, dengan pemakai menghadap ke dinding,
sehingga apa yang dibukanya di internet itu siapapun akan bisa melihat
dengan jelas tak terhalang. Pun juga yang di jejeran tengah, berbaris,
dengan yang set komputernya berlancik-lancik-an, dan pemakainya bisa
saling melihat; sementara semua siapapun yang lewat bisa melihat apa
yang dibukanya. 
        Sendirinya prinsip saling kontrol seperti ini menjadi mekanisme
sosial yang sangat efektif dan tidak memerlukan satpam atau siapapun
karena sistem kontrol yang diciptakan yang sifatnya built-in dan
naluriah.
        Dalam rangka kita menjaga dan memelihara akhlak dan watak
anak-anak muda kita dan generasi muda kita umumnya, waktunya agaknya
sekarang, Pak Gubernur, Pak Bupati, Pak Wali dengan rekan-rekan di DPRD
di setiap jajaran pemerintahan, mengeluarkan ketentuan tentang bisnis
warnet, lengkap dengan petunjuk-petunjuknya, yang kalau perlu dengan
sanksi yang berat dan kontrol yang ketat dan efektif. 
        Melalui da'wah bil hal ini insya Allah masyarakat kita di
Sumatera Barat dan Minangkabau tercinta ini akan terhindar dari laknat
dan kutukan Tuhan. Kiranya Allah mengampuni semua kesalahan kita di masa
lalu, dan kita menatap  masa depan kita dengan berpegang teguh kepada
prinsip hidup kita di daerah ini, ABS-SBK, sambil selalu berserah diri
kepada-Nya, amin, amin, yang rabbal 'alamin.

Wassalam,


Mochtar Naim
        



      



--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke