Assalamualaikum w.w. para pegiat, pencinta, dan peminat pariwisata Sumbar,
 
Saya tayangkan berita di Detik.com hari Jum'at tanggal 30 Januari 2009  ini 
sekedar sebagai masukan dan perbandingan, bahwa kepariwisataan harus dikelola 
secara dinamis. Tidak boleh berpuas diri.
 
Untuk Sumbar tentu harus dilaksanakan dalam konteks ABS SBK.
 
Sekali lagi, melalui RN ini saya mengajak seluruh potensi pariwisata di 
Sumatera Barat -- Pemerintah Daerah, baik di tingkat provinsi maupun tingkat 
kabupaten dan kota, sebagai regulator; PHRI dan ASITA sebagai operator; dan 
MPKAS-MAPPAS sebagai pemeduli perlu segera duduk bersama untuk membentuk dan 
mengoperasikan WSTB sebagai wahana mengoordinasikan seluruh potensi yang ada. 
[Sekarang ini WSTB baru berupa wacana belaka.]
 
Padahal sudah lama dicanangkan bahwa pariwisata merupakan salah satu sektor 
andalan untuk memajukan perekonomian Sumbar, yang selain langka sumber daya 
alam juga sarat dengan pengangguran.
 
Saya merasa bahwa gerak kita -- mohon maaf sebesar-besarnya -- terlalu lamban.
 
PS: mohon ada di antara para sanak yang dapat memberikan data statistik tentang 
sumbangan sektor pariwisata kepada PRDB Sumatera Barat, dan berapa laju 
pertumbuhan PRDB itu sendiri ? 
 
Mudah-mudahan sudah yahud; jika demikian Alhamdulillah. Tinggal memelihara dan 
merancang masa depan dalam suasana yang semakin kompetitif.
 
Jika belum, pagagehkanlah saketek !

Wassalam,
Saafroedin Bahar
(L, masuk 72 th, Jakarta)
Alternate e-mail address: [email protected];
[email protected]


Detik.com. Jumat, 30/01/2009 15:40 WIB

Bali Terancam Dilupakan Wisatawan
Gede Suardana - detikNews



Denpasar - Pulau dewata terkenal sebagai surga terakhir di dunia. Namun, 
julukan itu dikhawatirkan akan hilang karena Bali terancam ditinggalkan oleh 
wisatawan mancanegara.

Kehawatiran tersebut disampaikan mantan Menteri Perekonomian Prof Dr Dorodjatun 
Kuntjoro-Jakti pada saat berbicara pada semiloka Bali Tourism Friends di hotel 
Kartika Plaza, Kuta, Jumat (30/1/2009). Pembicara lainnya adalah mantan hakim 
Makamah Konstitusi Dewa Gede Palguna.

"Selepas tahun 2010, jika tidak diantisipasi tepat pada waktunya, dengan 
tindakan terprogram, maka Bali akan berhadapan dengan masalah, yaitu nilai oleh 
pasar dunia sebagai "the destination of yesterday" (daerah wisata yang mulai 
dilupakan)," kata Dorodjatun.

Ia menilai bahwa kekhawatiran tersebut bakal terjadi jika Bali tidak mampu lagi 
mengelola daerahnya dengan baik sedangkan muncul pesaing baru dari kawasan 
wisata negara lain di sepanjang garis katulistiwa.

Permasalahan besar yang kini dihadapi industri pariwisata Bali adalah kerusakan 
tata ruang pulau Bali, ketidakmampuan Bali untuk bergerak ke kegiatan berniali 
tambah tinggi, munculnya pesaing baru di Indonesia dan kawasan ASEAN, dan 
keterlambatan dalam pemodernisasian prasarana dan sarana di Bali.

Menurut Dorodjatun, Bali telah tidak dipandang unik lagi karena hilangnya 
bangunan berarsitektur Bali dengan merebaknya bangunan bergaya barat, 
kemacetan, kotor, serta sulit menemukan budaya Bali di pulau dewata.
Ia menambahkan perkembangan pariwisata di Bali telah mencapai ambang batas. 
Dimana, sumbangan sektor pariwisata kepada produk domestik regional bruto 
(PDRB) sejak 2004-2007 tidak berubah dari 30 persen padahal laju pertumbuhannya 
sangat cepat di atas PDRB. 

"Jika tidak ditangani secara tepat maka pertumbuhannya akan stagnan," katanya.

Untuk mengantisipasi kemungkinan buruk itu, Dorodjatun berharap agar semua 
kebijakan perkembangan pariwisata Bali ditujukan secara aktif serta motivasi 
kuat untuk melawan gejala yang menuju terjadinya Bali dilupakan  wisatawan. 

Sementara itu, pembicara lainnya, mantan anggota Makamah Kontitusi Dewa Gede 
Palguna mengajak komponen pariwisata dan pemerintah provinsi, kabupaten/kota 
melakukan manajemen destinasi satu pintu, yaitu pengelolaan pariwisata secara 
bersama untuk menghasilkan destinasi yang atraktif, bisa dipasarkan, 
berkelanjutan, serta memiliki kualitas pelayanan yang tinggi. 

"Provinsi, kabupaten/kota harus rela menyerahkan sebagian kewenangan mereka 
kepada satu badan yang otonom untuk mendesain perencanaan manajemen destinasi 
Bali," kata Palguna. (gds/djo)

Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel 
anda! 
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke