Assalamualiakum WW

 

Bung Jepe, terimakasih atas tulisan yang sangat-sangat menggugah ini, sesuatu 
gerakan nan patut didorong bersama. Kami disaat mendirikan MPKAS, memang yang 
ada saat itu hanya semangat dan kerinduan atas termanfaatkannya kembali asset 
triliuanan rupiah milik PT KA Sumbar yang terbengkalai.

 

Saat itu dirintis pertambaian, diadakan rapat2 dan kemudian bolak balik Jkt 
Padang, untuk mengadakan pertemuan dan membangunkan masyarakat dan pemerintahan 
di SUmbar. Pada tanggal 30 November 2007, MPKAS mengajak IRPS ke Sumbar untuk 
member dukungan. Maka pada tanggal 1 Des 07 dapatlah dijalankan KA dari Padang 
ke Padang Panjang. Banyak karyawan KA yang meneteskan air mata penuh harapan 
saat itu, mengharapkan mak itam bisa beroperasi lagi di SUmbar.

 

Perjuangan yang tiada henti dari Sekjen MPKAS, Nofrins, patut diacungi jempol, 
maka mak Itam bisa pulang, dan bantuan milyaran rupiah untuk KA bisa mengalir 
ke Sumbar.

 

Kini tiba saatnya peresmian mak Itam memulia jalannya kembali, dan MPKAS akan 
membawa banyak artis ibukota, ikut menikmati acara peresmian dan wisata mak 
Itam ini. Maka dihari H itu akan bertaburan artis top nasional ikut 
menghadirinya. Sudah selayaknya kita2 para perantau Minang di selapan penjuru 
angin, ikut jugalah hendaknya menghadiri upacara yang monumental ini.

 

Kalau dapat dibentuk tim kecil di beberapa tempat, untuk memberitahu, mendaftar 
dan mengurus sanak awak nan sempat untuk menghadiri acara ini. Sangat 
diharapkan acara ini sangat meriah nantinya. Mari kita ke dating ke untuk 
Padang Panjang dan Sawahlunto dimana acara puncaknya akan dilaksankan.

 

Ayo sanak Madahar, Elthaf, Junaidi dan lainnya, tolonglah sorakan dan ajak 
teman kawan dan kerabat dating nanti di tangal 21 Februari ini.

 

Salam

Darul M

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of jupardi 
andi
Sent: Wednesday, February 04, 2009 11:07 PM
To: rantaunet rantaunet
Cc: wstb wstb
Subject: [West Sumatra Tourism Board] DATANG YUK..LIHAT MAK ITAM

 





        

        
        


DATANG YUK..LIHAT MAK ITAM

Oleh : Jepe, Nofrins dan Miko

 





Hape saya berdering dengan nada lagu yang cukup syahdu dari penyanyi kenamaan 
tanah Arab yaitu Elissa dengan lagunya Ahia Donia, tanpa berlama-lama saya 
angkat.dan saya lihat sejenak siapa yang menelpon..opss.. Orang Dapur Rantau 
Net Bung Miko  menelpon saya (malam Jum’at 29/01).,   

 

“Assalamualaikum Mik..ha..apa kabar..lagi di Pekanbaru” sapa saya

“Ente  lagi dimana..ngapain” jawab singkat Miko

“ya lagi  dirumah..di Pekanbaru”

“Ooooo..kiraan kelapangan”

 

Miko intinya menelpon saya  minta tolong jadi “Tukang Sorak” di Palanta RN 
untuk mengajak para adi dunsanak bersama-sama hadir di Sawahlunto dalam rangka 
peresmian beroperasinya kereta api wisata yang ditarik loko uap atau dikenal 
dengan panggilan di Ranah Minang “Mak Itam”

 

Malam itu Miko bersama Bung Nofrins dan beberapa members RN lagi kumpul-kumpul 
disebuah tempat di Jakarta, mereka lagi membicarakan seputar peresmian Mak Itam 
yang katanya dihadiri oleh petinggi-petinggi Negara setingkat Menteri  pada 
tanggal 21 Februari 2009 yang jatuh di hari Sabtu. Hape Miko berpindah tangan 
ke Bung Nofrin, waw inilah suara perdana yang saya dengar dari seorang Bung 
Nofrins kita sama-sama tahu seorang yang begitu peduli dan mempunyai kontribusi 
yang signifikan atas kepulangan Mak Itam, sebuah loko uap semasa jayanya 
beroperasi di Ranah Minang.

 

Ini adalah “sorak” saya yang kedua mengajak sanak-sanak RN, sorak pertama pada 
bulan Desember untuk bersama-sama kita kumpul bareng  menyaksikan peresmian Mak 
Itam yang menurut rencana tanggal 21 Desember 2008, tapi kerena kesibukan dan 
jadwal yang padat dari para petinggi Negara dan belum matangnya persiapan Mak 
Itam beroperasi maka rencana tersebut ditunda.. Nah bagaimana dengan sorak ke 
dua ini, tidakah ada kerinduan sanak untuk bersama-sama berkumpul disana 
melihat Mak Hitam yang begitu gagah dan berkesan “magis”, coba anda masuk ke 
Facebook Bapak Rainal Rais ketika dia berfoto bersama Mak Itam.

 

Jika saya melihat foto Pak Rainal tersebut hati saya “terbakar panas”, bisa 
jadi juga Pak Rainal “mengompori” orang minang  khususnya warga RN yang juga 
menjadi teman Facebooknya agar kita-kita jika ada kesempatan dan kelapangan 
waktu untuk hadir pada tanggal 21 tersebut. Ajang peresmian Mak Itam ini bisa 
kita jadikan tatap muka (copy darat) dan silahturahmi  para warga palanta RN, 
seperti kata Bung Nofrins kepada saya  nantinya para warga RN yang hadir kita 
bisa berdiskusi secara informal untuk membicarakan masa depan Mak Itam, 
tentunya kita semua berharap agar Mak Itam  yang susah payah dijemput dari 
tempat bersemayamnya selama ini di Meseum Ambarawa dan sekarang telah berada di 
“dihabitat” yang sesungguhnya” yaitu Ranah Minang kedepannya Mak Itam ini kita 
berharap jangan menjadi onggokan besi tua atau kembali ke Meseum tempat 
tidurnya yang panjang.

 

Foto Bapak Rainal yang lainnya di Facebook MPKAS beserta komentarnya yang 
paling menyentuh hati  patut kita “inok-inok-i”,  begini gaya beliau berpose 
saat Mak Itam dalam perjalanan pulang ke ranah dan berada dijalan Tol Jakarta, 
dengan memakai baju batik beliau bergelayut dan menggenggam kuat badan Mak Itam 
lalu tersenyum dengan  tatapan penuh rasa rindu dan bangga atas kepulangan Mak 
Itam,  ini tersirat dari kata hati beliau saat “memeluk” Mak Itam tersebut 
“,Onde...photo nan bakasan diambo....sambie babisiek ambo katokan ka Mak 
Itam..cukuilah sakali ko sajo Mak Itam marantau...Salamaik pulang 
kampuang,Tarimo kasih Nof, Hadi, Pak Sonic Cs…Tarimo Kasih Tuhan”.  Sungguh 
sebuah foto dan  “bisikan”  yang sangat ekpresif dari sisi manapun  dilihat dan 
dimaknai  akan menggugah emosi kita.  Bisik Pak Rainal tersebut lebih jauhnya 
berpesan pada kita semua  “JANGAN MAK ITAM  BALIK LAGI KE AMBARAWA, RUMAHNYA 
ADALAH DIRANAH MINANG ”

 

Pekerjaan memulangkan Mak Itam ini penuh segala daya, upaya, menguras biaya dan 
energi orang-orang yang cinta dan mempunyai ikatan emosional yang sangat kental 
dengan Mak Itam dan itu mendapat dukungan baik dari pemerintah pusat, daerah 
serta segenap masyarakat minang, khususnya komunitas pecinta kereta 
api.Syah-syah saja kepulangan Mak Itam ini berpolemik dan ada kekawatiran dari 
sebagian orang Minang baik yang di ranah dan dirantau jika melihat dari aspek 
biaya operasional Mak Itam jika dioperasikan menjadi KA wisata (mungkin) tidak 
menguntungkan yang ujung-ujungnya akan menguras anggaran Negara  (terutama 
APBD) dalam kondisi krisis global saat ini  anggaran Negara tersebut sangat 
ketat dan penggunaannya lebih kepada skala prioritas untuk pembangunan daerah 
yang masih tertinggal seperti sarana dan prasana jalan, pendidikan serta sector 
kesehatan misalnya.

 

Tapi kata  orang minang “karajo mandatangkan Mak Itam ko lah tangguang basah”, 
jika begitu sekalian saja kita berbasah-basah kuyup mengupayakan segala upaya 
dengan kebersamaan serta kepedulian agar Mak Itam ini jangan terbatuk-batuk dan 
sesak napas nantinya beroperasional sebagai KA Wisata karena alasan klasik 
yaitu “Biaya Operasional”. Seperti sebuah pepatah kuno “All roads lead to Roma” 
ya banyak jalan menuju Roma atau bisa juga diartikan tidak satu jalan menuju 
Roma, begitu juga jika memang nantinya Mak Itam kita ini “sesak napas” karena 
minimnya biaya operasional tentu banyak jalan untuk membuat Mak Itam ini dengan 
napas khasnya yang teratur diatas rel ..cusss..kucussss..cusss..ku 
cusss..kucussss..tuiiiiiiiitttttttttttt..selalu bergerak mondar mandir pelan 
tapi pasti sesuai dengan umurnya yang sudah uzur tapi tetap gagah dan beribawa 
diatas rel dan menjadi kebanggaan orang Minang

 

Bung Nofrin menjelaskan pada saya bagaimana nasib kedepan Mak Itam yang lebih 
diberdayakan sebagai  KA wisata di Ranah Minang, untuk selalu menjaganya tetap 
beroperasi dan tidak balik lagi ke Ambarawa tentu tidak hanya menjadi tugas dan 
tanggung jawab MPKAS. tapi juga tugas moril kita untuk membangunkan dan 
mendorong para stakeholders lebih mengoptimalisasi fasilitas yang sudah ada. 
Awalnya MPKAS  merupakan wakil-wakil  dari anggota RantauNet ini hanya sebatas 
revitalisasi aset KA yang sudah ada dulu. Secara bertahap kita dorong 
meningkatkannya., diluar dugaan  ternyata aktifitas dan terobosan yang 
dilakukan MPKAS melalui fotografi dan website 
http://www.facebook.com/l.php?u=http://West-Sumatra.com serta dukungan 
kawan-kawan  dari media baik cetak dan elektronik berdampak cukup besar diluar 
perkiraan kita. 

 

Atas desakan moril dan kerja sukarela tanpa pamrih  yang dimotori oleh MAPKAS 
dengan segala dukungan “Urang Minang” baik yang dirantau dan diranah  membuat  
Menteri Perhubungan  merasa bahwa di Sumbar ada dukungan masyarakat dan 
keinginan yang kuat agar  KA kembali lagi beroperasi, akhirnya pemerintah 
memberikan bantuan dan mengalokasikan anggaran  sangat besar mencapai  puluhan 
milyar . Lebih lanjut Bung Nofrin berpesan , agar tetap kontrol dan dukungan 
ini berjalan konsisten, apa yg sudah kita mulai dan berjalan ini  haruslah 
berkesinambungan. Jadi mari sama-sama kita beri dukungan sehingga kita 
khususnya para  perantau yg ada di Internet ini tetap dipertimbangkan sebagai  
“people power” untuk melakukan perubahan dan tenaga pendorong bagi  kemajuan 
Ranah.Minang tercinta terutama disektor parawisata 

 

Sangat  disayangkan  kalau “timing”  yang  begini bagus dan "momen bersejarah" 
ini dilewatkan begitu saja oleh kami yang awalnya hanya sabagi “trigger”  dan 
tahu persis dari awal perkembangan “pulang kampuang” Mak Itam salah satu  loko 
uap  bernomor seri E 1060 yang nota bene dulunya berfungsi sebagai alat 
transportasi masyarakat ranah minang 

 


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

<<inline: image001.gif>>

  • ... Darul M
    • ... asfarinal, asfarinal, asfarinal, asfarinal nanang, nanang, nanang, nanang
      • ... Nofend Marola

Kirim email ke