Pak Saaf dan Dunsanak Sadonyo

Kalau pengamatan saya, "Tenang-tenang saja" mengenai perbatasan PP dengan TD
itu bukan hanya di atas permukaan, tetapi dimana2 memang tenang2 saja,
walaupun ada segelintir elit yang "tidak tenang-tenang".

Ini sebetulnya bukan cerita baru. Dulu PP ingin "mengklaim" dua kecamatan di
TD (sekarang menjadi 3, karena pemekaran). PP memiliki dasar, misalnya peta
jaman dulu yang ditemukan dipelihara dengan baik di Belanda, atau, kenyataan
yang ada sampai sekarang, pasar PP itu disebut "Pasar Serikat" yang
dibangun oleh nagari2 di PP dan kedua kecamatan tsb.
Tapi TD juga punya pertimbangan lain.

Tapi tahun 2006, kedua Kepala Daerah, menyatakan "tidak ada lagi masalah
perbatasan administratif, kita membangun sama-sama" (di bawah ambo copykan
berita di PadangEkspres, berisi pernyataan kedua Kepala Daerah dan tokoh
Sumbar lainnya pada waktu Halal hi Halal di Jakarta).

Nah, kalau kadang2 isu ini "diangkat lagi" (sebelumnya saya juga pernah
mendengar waktu di Halal bi Halal Kec. Batipuah), ya nampaknya - menurut
saya - kurang lebih berkaitan dengan pesta akbar bulan April nanti.

Bagaimana dengan pendapat para perantau? Dari dulu sudah minta agar kedua
daerah membuat rencana pembangunan yang terkoordinasi.

Untuk menggambarkan bahwa bagi perantau, isu administratif perbatasan bukan
berarti menjadi ganjalan untuk bersama2 memperhatikan kampuang tampak dari
namanya IKAPPABASKO (Ikatan Keluarga Padangpanjang, Batipuah, dan X Koto).

Jadi, kalau ambo raso, alun paralu - atau mudah2an tidak akan pernah paralu
- pembentukan "tim kecil gabungan", karena baik uang nan di kampuang, maupun
kami yang di rantau - dengan IKAPPABASKO - selalu "aware" dengan isu-isu ini
...

Riri
Bekasi, L 46

dari: http://groups.yahoo.com/group/IPMPP/message/919?source=1&var=1&l=1

Perluasan Kota Padangpanjang Jangan Dipaksakan Senin, 04-Desember-2006,
03:30:48

Jakarta, Padek—Dua kepala daerah masing-masing Wali Kota Padangpanjang Suir
Syam dan Bupati Tanahdatar Shadiq Pasadiqoe menegaskan agar masyarakat di
dua daerah ini tidak memaksakan kehendak terkait adanya aspirasi perluasan
wilayah Kota Padangpanjang jangan .
"Tak perlu ngotot soal perluasan Kota Padangpanjang, yang penting. Bagaimana
kita bisa membangun kerjasama untuk mewujudkan tingkat kesejahteraan
masyarakat yang lebih baik," tegas Wali Kota Suir Syam, pada acara halal
bihalal Ikappabasko Jakarta Raya, di Padepokan Pencaksilat, Taman Mini
Indonesia Indah Jakarta, Minggu (3/12).

Kedua kepala daerah ini sepakat untuk tidak mempermasalahkan batas dan luas
masing-masing wilayah. Sementara Bupati Tanahdatar, di tempat dan acara yang
sama menegaskan wilayah administratif Kota Padangpanjang dan Kabupaten
Tanahdatar tak bisa dipertentangkan. "Yang pantas bagi dua daerah adalah
dipersandingkan, bukan dipertentangkan," tegas Shadiq.
Menurut Shadiq, langkah yang paling tepat dilakukan oleh masyarakat di dua
wilayah adalah berkosentrasi terhadap pembangunan.

"Saat ini antara Padang Panjang dan Tanahdatar telah terjalin kerjasama
secara sangat baik diberbagai terutama untuk program pendidikan, kesehatan
dan pertanian serta perdagangan," ujar Sadik.

Secara kultural, kata Shadiq, Kota Padangpanjang merupakan pusat kegiatan
aktivitas dari masyarakat Batipuh Selatan yang masuk dalam wilayah
Tanahdatar. Interaksinya sangat positif dan tak perlu ada kekhawatiran dan
kecemasan terhadap proses yang selama ini berjalan.

"Biarah administrasi babeda, asa iduik badampingan," kata bupati.

Bersamaan dengan itu, tokoh masyarakat Kota Padangpanjang, Hasan Basri Durin
menambahkan, yang lebih esensial adalah membangun kebersamaan.

"Yang penting hati satu, tatap badunsanak taruih," kata mantan Menteri
Agraria dan Kepala Badan Pertanahan Nasional itu, sesaat akan meninggalkan
acara halal bihalal.

Selain dihadiri oleh kedua kepala daerah, halal bihalal Ikatan Keluarga
Padang Panjang, Batipuh dan X Koto juga dihadiri oleh Wakil Walikota Jakarta
Utara H Syafruddin Putra Dt Sungguno dan Sekjend DPR/ MPR RI Faisal Djamal.
(fas)



2009/2/5 Dr.Saafroedin BAHAR [email protected]

>   Kelihatannya di atas permukaan kota Padang Panjang dan kabupaten Tanah
> Datar tenang-tenang saja. Akan tetapi ternyata -- seperti tercantum dalam
> berita harian Singgalang Online berikut -- di bawah permukaan ada masalah,
> mirip dengan masalah yang belum selesai antara kota Bukittinggi dengan
> kabupaten Agam sekarang ini.
>
> Mumpung masih tenang, bagaimana kalau dibuat semacam *tim kecil 
> gabungan*untuk mempelajari masalah ini dan untuk memberikan saran 
> penyelesaiannya ?
> Kan baik kalau sedia payung sebelum hujan.
>
> Wassalam,
> Saafroedin Bahar
> (L, masuk 72 th, Jakarta; Tanjuang, Soetan Madjolelo)
> Alternate e-mail address: [email protected];
> [email protected]
>
>
>
>  >
>

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke