Pak Saaf.

 

Ambo alah 37 tahun hiduik dirantau dan lah pulo melalang buana ke
mancanegra, tapi nan ka Solok Selatan, Alahanpanjang, Danau kamba diateh dan
dibawah iyo carito jo foto2no sajo baru nan ambo dapek. Mudahan suatu saat,
jika Allah SWT mengizinkan saya sangat ingin sekali menikmati pemandangan
kampuang nan spektakuler tu.

 

Salam

Darul

 

From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of
Dr.Saafroedin BAHAR
Sent: Thursday, February 12, 2009 10:11 AM
To: Rantau Net; WEST SUMATRA TOURISM BOARD; MAPPAS MAPPAS
Cc: aim ZEIN; Ridwan TULUS; Nuraini PRAPDANU; Zarnifa ASMARA; Ir. Indra
ARINAL; Linda PLUTO; Gamawan FAUZI, SH, MM; Pemerintah Daerah SUMBAR; Azaly
DJOHAN SH; Achmad Syah HARROFIE; Warni DARWIS; Yulnofrins Napilus; Harian
Singgalang
Subject: [West Sumatra Tourism Board] Kawasan Wisata Danau di Atas,
Genevanya Sumatera Barat

 

Assalamualaikum w.w. para sanak sa palanta,

 

 

=========================================

 

Disana saya mengkhayal: alangkah yahudnya bila Pemerintah Kabupaten Solok --
atau investor -- membeli dan menyewakan beberapa buah jetsky untuk menarik
para wisatawan datang ke lokasi ini. Harga jetsky tak mahal-mahal amat. Kan
ada hukum ekonomi yang berbunyi : supply creates its own demand ? Saya
diberi tahu oleh bung Masril S.Sos -- HP nomor 0813 7404 3740 -- yang
mengelola kawasan ini bahwa seorang wisatawan pernah membawa sendiri
jetsky-nya ke danau ini, yang kemudian dibawanya kembali. [Saya bertanya
dalam hati, mengapa tak disumbangkannya saja -- atau disewakannya -- kepada
Pemerintah Daerah Solok ?].

 

Lebih dari itu, saya juga mengkhayal adanya air shuttle service dengan
pesawat amfibi antara bandara BIM dengan lokasi wisata ini, yang saya yakin
tidak akan begitu jauh jika ditarik garis langsung. Saya pernah membaca
iklan pelayanan sejenis di pulau Bali. Atau penerbangan langsung dengan
pesawat amfibi dari Singapura ke Danau di Atas ini.[Ha, ini peluang bisnis
baru untuk Sumatera Barat]. Lokasi wisata ini bisa dilengkapi dengan golf
course atau health spa, atau  semacam perkampungan untuk orang-orang tua
pensiunan. [Saya pernah melihat perkampungan seperti di Meadows Lake, dekat
kampus saya dulu di Princeton University, Princeton, N.J. USA.].

 

Sampai di sini dulu, nanti kepanjangan. Cerita tentang monumen-monumen PDRI
di Bidar Alam menyusul.

 

Wassalam,
Saafroedin Bahar

(L, masuk 72 th, Jakarta; Tanjuang, Soetan Madjolelo)

"Basuku ka Ibu; banasab ka Bapak; basako ka Mamak".
Alternate e-mail address: [email protected];

[email protected]





 


--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke