Mamanda Syaf Yth.  :

Usul goeh, kok "dibukukan" makalah2/hasil seminar PDRI di Solsel ko baanyo ??? 
Mamanda layi cukuik dakek jo pakSyaf (Bupati)... 

Kmnknda,
YUMETRA FIDEL AMIR 


--- Pada Kam, 12/2/09, Dr.Saafroedin BAHAR <[email protected]> menulis:

> Dari: Dr.Saafroedin BAHAR <[email protected]>
> Topik: [...@ntau-net] Kawasan Wisata Danau di Atas, Genevanya Sumatera Barat
> Kepada: "Rantau Net" <[email protected]>, "WEST SUMATRA TOURISM 
> BOARD" <[email protected]>, "MAPPAS MAPPAS" <[email protected]>
> Cc: "aim ZEIN" <[email protected]>, "Ridwan TULUS" <[email protected]>, 
> "Nuraini PRAPDANU" <[email protected]>, "Zarnifa ASMARA" 
> <[email protected]>, "Ir. Indra ARINAL" <[email protected]>, "Linda 
> PLUTO" <[email protected]>, "Gamawan FAUZI, SH, MM" 
> <[email protected]>, "Pemerintah Daerah SUMBAR" 
> <[email protected]>, "Azaly DJOHAN SH" <[email protected]>, 
> "Achmad Syah HARROFIE" <[email protected]>, "Warni DARWIS" 
> <[email protected]>, "Yulnofrins Napilus" <[email protected]>, 
> "Harian Singgalang" <[email protected]>
> Tanggal: Kamis, 12 Februari, 2009, 10:10 AM
> Assalamualaikum w.w. para sanak sa palanta,
>  
> Sudah lama saya ingin mengunjungi daerah sebelah selatan
> Solok, yang saya dengar sangat indah, khususnya tentang
> danau kembar Danau di Atas dan Danau di Bawah, Demikianlah,
> kesempatan datang sewaktu Bupati Solok Selatan Syafrizal
> mengundang saya sebagai penceramah pada Seminar
> "Pemerintah Darurat Republik Indonesia (PDRI) dan
> Posisi Solok Selatan dalam Pentas Sejarah Mempertahankan
> Kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia" yang
> diadakan di ibu kota kabupaten, Padang Aro, pada tanggal
> 10-11 Februari 2009.
>  
> Tentu saja saya senang sekali menerima undangan tersebut,
> oleh karena secara pribadi saya memang lumayan intensif
> terlibat dalam kajian mengenai PDRI ini, baik dalam rangka
> mempersiapkan disertasi saya (1996, UGM), maupun sebagai
> ketua umum "Perhimpunan Kekerabatan Nusantara"
> (PKN) yaitu paguyuban kaum keluarga tokoh-tokoh PDRI. Dalam
> posisi itu saya telah mendorong tiga sejarawan -- Amrin
> Imran, Saleh D Djamhari, dan J.R.. Chaniago -- untuk menulis
> buku tentang PDRI, menerbitkannya, serta meluncurkannya di
> Istana Wakil Presiden pada tahun 2003. Berikut ini kisah
> ringan perjalanan saya selama dua hari itu, khususnya
> mengenai lokasi wisata di pinggir Danau di Atas, serta
> kunjungan saya ke lokasi bangunan-bangunan bersejarah PDRI
> di Bidar Alam.
>  
> Sungguh, saya amat terpesona oleh kawasan wisata di Danau
> di Atas, hanya 65 km dari Padang dan dapat dicapai dalam dua
> jam saja dari bandara BIM. Tak lebih lama jika kita
> berkenderaan dari bandara BIM ke Bukit Tinggi. Seperti
> biasa, pemandangan sepanjang jalan ke lokasi ini sungguh
> indah,benar-benar ijau royo-royo. Saya melihat demikian
> banyak hutan, bukit dan jurang, kebun lobak, kebun teh,
> rangkaian kios penjual buah markisa, rumah-rumah rakyat yang
> terlihat bersih dan rapi, serta kota kecil Muaro Labuah dan
> Alahan Panjang. Bukan main.
>  
> Kawasan wisata Danau di Atas ini dibangun semasa Bupati
> Gamawan Fauzi, dan dikelola oleh Dinas Pariwisata dan
> Kebudayaan Kabupaten Solok. Kawasan ini terdiri sebuah
> convention hall yang bisa memuat 1.500 orang, yang sewanya
> relatif murah, yaitu antara Rp 150.000,- sehari untuk
> keperluan sosial dan Rp 300.000 - Rp 400.000,- untuk
> keperluan komersial. Untuk akomodasi ada dua unit villa
> yang cantik dengan tarif Rp 255.000,- per malam per unit
> atau Rp 75.000 per kamar per malam; lima unit cottages yang
> terbuat dari batu tembok; dua unit cottages yang terbuat
> dari kayu; dan satu unit penginapan dengan enam kamar.
> Seluruh kamar mempunyai tarif yang sama, yaitu Rp. 75.000,-
> per kamar -- benar, tujuh puluh lima ribu rupiah -- per
> malam, dengan fasilitas tempat tidur dua bed, air panas,
> televisi, lemari pakaian, dan tentu saja kamar mandi dan
> toilet. Seluruhnya terawat baik.. Menurut pengelolanya,
> seluruhnya bisa menampung 100 orang.
>  
> Sudah tentu saya tercengang dengan keterangan tentang
> penginapan ini: jika convention hall-nya bisa memuat 1.500
> orang, tetapi penginapannya hanya bisa memuat 100 orang
> saja, dimana yang 1.400 orang lainnya itu akan menginap? Apa
> akan diantar jemput ke Padang, atau Solok ?. Tapi jika
> dipikir-pikir, ini juga peluang bisnis baru, untuk PHRI dan
> ASITA. Bagaimana pak Aim dan bung Ridwan?
>  
> Seluruh kawasan ini didukung oleh sebuah gedung kafetaria
> yang lumayan bagus [walau agak kurang terawat],  sebuah
> mushalla yang cantik, dermaga, serta sebuah gazebo. 
>  
> Namun yang naudzubillah cantiknya adalah pemandangan alam
> danaunya, yang langsung mengingatkan saya pada danau di
> Geneva: luas, tenang, bersih, banyak pohon pinus, dengan
> suhu udara 20 derajat celcius (!). Ini kan sama dengan
> iklim sub tropis di Eropa Barat, atau di Amerika Serikat.
>  Tidak puas-puasnya saya melihat dan memotret pemandangan
> yang menyakjubkan itu. Hanya sayangnya, yang ada di kawasan
> wisata itu memang hanya bangunan dan pemandangan alam saja.
> Tidak acara, tidak ada perahu, tidak ada jetsky, tidak ada
> pemandu wisata, tidak ada restoran Sate Syukur, restoran Mak
> dan Aia Badarun, tidak ada fasilitas internet, tapi --
> baiknya -- juga tidak ada preman. Alhamdulillah.
>  
> Terkesan dengan keindahan alam tersebut, sewaktu berbicara
> liwat tilpon dengan Bp H. Azaly Djohan S.H. Ketua Umum
> Sekretariat Nasional Masyarakat Hukum Adat (Setnas MHA) dan
> Bp Achmadsyah Harrofie SH MH dari Lembaga Adat Rumpun
> Melayu se Sumatera (LARMS), saya menyarankan agar rapat
> Setnas MHA dan LARMS berikutnya diadakan di lokasi wisata
> Danau di Atas ini. Pada prinsipnya beliau-beliau  setuju,
> setelah rapat yang akan datang, yang sudah diputuskan
> diadakan di Palembang, Sumatera Selatan. Sekali lagi,
> Alhamdulillah.
>  
> Disana saya mengkhayal: alangkah yahudnya bila Pemerintah
> Kabupaten Solok -- atau investor -- membeli dan menyewakan
> beberapa buah jetsky untuk menarik para wisatawan datang ke
> lokasi ini. Harga jetsky tak mahal-mahal amat.. Kan ada
> hukum ekonomi yang berbunyi : supply creates its own demand
> ? Saya diberi tahu oleh bung Masril S.Sos -- HP nomor 0813
> 7404 3740 -- yang mengelola kawasan ini bahwa seorang
> wisatawan pernah membawa sendiri jetsky-nya ke danau ini,
> yang kemudian dibawanya kembali. [Saya bertanya dalam hati,
> mengapa tak disumbangkannya saja -- atau disewakannya
> -- kepada Pemerintah Daerah Solok ?].
>  
> Lebih dari itu, saya juga mengkhayal adanya air shuttle
> service dengan pesawat amfibi antara bandara BIM dengan
> lokasi wisata ini, yang saya yakin tidak akan begitu jauh
> jika ditarik garis langsung. Saya pernah membaca iklan
> pelayanan sejenis di pulau Bali. Atau penerbangan langsung
> dengan pesawat amfibi dari Singapura ke Danau di Atas
> ini.[Ha, ini peluang bisnis baru untuk Sumatera
> Barat]. Lokasi wisata ini bisa dilengkapi dengan golf
> course atau health spa, atau  semacam perkampungan untuk
> orang-orang tua pensiunan. [Saya pernah melihat perkampungan
> seperti di Meadows Lake, dekat kampus saya dulu di Princeton
> University, Princeton, N.J. USA.].
>  
> Sampai di sini dulu, nanti kepanjangan. Cerita tentang
> monumen-monumen PDRI di Bidar Alam menyusul.
> 
> Wassalam,
> Saafroedin Bahar
> (L, masuk 72 th, Jakarta; Tanjuang, Soetan Madjolelo)
> "Basuku ka Ibu; banasab ka Bapak; basako ka
> Mamak".
> Alternate e-mail address: [email protected];
> [email protected]
> 

      Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat. Undang teman dari 
Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang! 
http://id.messenger.yahoo.com/invite/

--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
=============================================================== 
UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned:
- Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: 
http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet
- Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting
- Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply
- Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama 
- DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 
2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner
=============================================================== 
Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] 
Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: 
https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id
Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di:
http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe
===============================================================
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

Kirim email ke