Assalamualaikum w.w. Sanak Suryadi dan para sanak sa palanta, Saya sudah membaca artikel singkat Hadler yang Sanak kirimkan tempohari kepada saya, hanya belum jadi saya terjemahkan, karena penerbitnya meminta royalty untuk terjemahan yang akan saya buat itu, padahal terjemahan saya bukan untuk tujuan komersial.
Membaca judul dan penjelasan Sanak Suryadi tentang isinya, saya percaya buku ini akan menarik bukan hanya bagi orang Minang [ cq ABS SBK sebagai 'jati diri orang Minang ] tetapi juga bagi Indonesia secara keseluruhan, karena akan menjelaskan masalah akulturasi antada adat, Islam, dan Negara cq 'negara' kolonial. Mbak Martina, apa Komunias Bambu berminat untuk menerjemahkannya ? Wassalam, Saafroedin Bahar (L, masuk 72 th, Jakarta; Tanjuang, Soetan Madjolelo) "Basuku ka Ibu; banasab ka Bapak; basako ka Mamak". Alternate e-mail address: [email protected]; [email protected] ________________________________ From: Lies Suryadi <[email protected]> To: [email protected] Sent: Friday, February 13, 2009 5:38:03 PM Subject: [...@ntau-net] Informasi snek,mudah2an lai ka bamanfaaik dek urang banyak Sekedar informasi ka Dunsanak di 'lapau', Baru terbit buku MUSLIMS AND MATRIARCHS: CULTURAL RESILIENCE IN INDONESIA THROUGH JIHAD AND COLONIALISM (MUSLIM DAN MASYARAKAT MATRIARKAL: KELENTURAN BUDAYA DI INDONESIA MELALUI JIHAD DAN KOLONIALISME) oleh Jeffrey Hadler (Cornell University Press, 2008). Buku ini adalah rekam jejak historis yang penting yang menggambarkan bagaimana resistensi sistem matriarkat Minangkabau melawan gempuran dua ideologi asing yang ingin cencederainya di abad2 yang lalu: Islam dan kolonialisme Belanda. Ruang lingkup bahasan buku ini adakah perubahan sosial-budaya dan politik Minangkabau pada akhir abad ke-18 sampai tahun 1930-an ketika sistem matriarkat Minangkabau digojlok habis2an oleh dua ideologi besar yang datang dari luar tersebut. Jeffrey memotret dengan sangat jeli bagaimana ideologi Islam dan kolonialisme yang patriarkal mencoba mempengaruhi dan mengintervensi ranah publik dan domestik masyarakat Minangkabau (maaf, jangan lagi ditulis 'Minang Kabau', maluawak) yang membuat konseptualisasi rumah (house) dan keluarga (family) terus-menerus menjadi pokok perdebatan di kalangan intelektual Minangkabau pada sepanjang paruh kedua abad ke-19 sampai awal abad ke-20. Saya baru tahu bahwa pada zaman Belanda pernah dikeluarkan kebijakan kepada penduduk di darek agar membuat tungku rumah di luar rumah gadang. Masalahnya, Pemerintah Kolonial sering mendapatkan banyak rumah gadang terbakar habis karena ulah tungku yang ada dalam rumah gadang itu yang percikan apinya sering menimbulkan kebakaran (rumah kadang kalau tabaka badaruak dimakan api). Kadang2 kebakaran terjadi pada malam hari karena seluruh api di tungku lupa dipadamkan. Inilah antara lain bentuk intervensi kolonialisme, kata Jeffrey, ke wilayah domestik keluarga Minangkabau. Tentu banyak aspek lain yang menunjukkan intervensi kolonialisme ke dalam ranah publik dan domestik masyarakat Minangkabau yang dibahas Jeffrey dalam buku ini. Jeffrey banyak menggunakan sumber2 bribumi--koran2 tua, majalah, pamflet, dan....teks2 schoolschriften yang ditulis oleh mantan siswa2 Sekolah Radja di Fort de Kock yang kini tersimpan rapi di Perpustakaan Universtas Leiden yang sebelum ini jarang dijamah dan digunakan oleh para peneliti lain. Mak Ngah jo Ajo Duta, cubolah cari buku tu di toko buku salabah rumah. Baco dek Mak Ngah jo Ajo Duta, caritoan ka kami di lapau ko, nak batambah2 lo pangatahuan kami. Kalau indak, kiriman kami ciek sorang buku tu, he he. Dek buku tu tabik di Negeri paman Obama, tantu mudah dek Mak Ngah jo Ajo Duta mandapek'annyo. Insya Allah resensi buku ko ka kalua di Kompas, supayo kito basamo dapek mangatahui isinyo salinteh. Kito tunggu sajo (biasonyo di Kompas Akaik). Wassalam, Suryadi ------- --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ =============================================================== UNTUK DIPERHATIKAN, melanggar akan dimoderasi/dibanned: - Anggota WAJIB mematuhi peraturan serta mengirim biodata! Lihat di: http://groups.google.com/group/RantauNet/web/peraturan-rantaunet - Tulis Nama, Umur & Lokasi di setiap posting - Hapus footer & seluruh bagian tdk perlu dalam melakukan reply - Untuk topik/subjek baru buat email baru, tidak dengan mereply email lama - DILARANG: 1. Email attachment, tawarkan disini & kirim melalui jalur pribadi; 2. Posting email besar dari 200KB; 3. One Liner =============================================================== Berhenti, kirim email kosong ke: [email protected] Daftarkan email anda yg terdaftar disini pada Google Account di: https://www.google.com/accounts/NewAccount?hl=id Untuk melakukan konfigurasi keanggotaan di: http://groups.google.com/group/RantauNet/subscribe =============================================================== -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
